Teman,, percaya atau tidak,,

Dari kecil,, sampe sekarang ada satu hal yang kata orang sepele,, tapi masih penting bgt buat saiia,,

Kalo ada yang tahu.. plis.. kasih tau saiia..

Dulu waktu saiia kecil,, *jaman saiia masih ikut mbah di Gringsing*

Rumah mbah kebetulan punya dua garasi,, yang nguncinya pake gembok,, nah,,

Suatu hari saiia sama mbah bu beli gembok yang sama persis ukuran dan bentuknya,,

Hari berikutnya,, ketika saiia diminta tolong untuk membukakan garasi,, saiia ambil sembarang kunci,, asti kecil pikir,, “ahhh,, sama ajah”

Ternyata,,

Kunci itu berbeda,, mbah ko ngejelasin dengan cara yang membingungkan,, tentang setiap gembok punya kunci yang berbeda,,

*dan sampe sekarang saiia masih kepikiran!!!*

Jadi,, saiia masih penasaran gimana orang bikin kunci dan gembok itu?? Knapa bisa berbeda?? Trus,, dicetaknya gimana?? Atau harus dibuat satu persatu?? Duuuhhhh.. bingung!!

Sungguh pnasaran!! Kalo ada yang tau dimana pabrik kunci atau gembok,, tolongin saiia dooong,, mau lihat proses produksi segitu banyak nya gembok dan kunci,,

Atau,,

Dibikin satu2 sama *ahli DUPLIKAT kunci* dan diborong oleh agen?? Uhhhh,, jadi tambah bingung,, tolongin saiia dooongggg,,

Terimakasih,, :mrgreen:

Perkara jual beli tanah, tidak pernah ada habisnya, mengapa saya katakan demikian?? Karena pertambahan manusia yang semakin banyak, sedangkan jumlah tanah (luasannya) tidak pernah bertambah. Padahal seiiring pertumbuhan jumlah manusia itu, kebutuhan akan tanah jelas bertambah. Gak percaya?? Contoh nyata : tanah kuburan!!! Hiiii.. seremmm.. bener kan?? Saat ini saja, sudah susah untuk mencari tanah kuburan,, belum lagi tanah-tanah untuk perumahan dll,, sangat rawan sengketa.

Untuk itulah saiia mencoba memberikan resensi singkat mengenai buku pertanahan,, meskipun saat ini baru sedikit yang bisa saiia sampaikan,, dilain kesempatan, akan saiia tambahkan,, *mohon pengertian dan mohon maaf* terimakasih,,

DATA BUKU

Judul Buku                     : Praktek Jual Beli Tanah

Penulis                            : Effendi Perangin, S.H.

                                           (Pengacara dan Konsultan Hukum)

Penerbit                          : Rajawali Pers, Jakarta 1987

Jumlah Halaman            : xii, 150 Halaman

Kategori                          : Seri Hukum Agraria

I. Jual Beli Hak Atas Tanah

(1) apakah penjual berhak menjual

Jual beli tanah oleh yang tidak berhak adalah batal demi hukum. Artinya, sejak semula hukum menganggap tidak pernah terjadi jual beli. Dalam hal ini, kepentingan pembeli sangat dirugikan, sebab ia sudah membayar harga, sedangkan haknya atas tanah yang dibelinya tidak pernah beralih kepadanya, walaupun mungkin ia telah menguasai tanah itu.

(2) Apakah penjual Berwenang

Seseorang yang memiliki hak atas tanah, tidak selalu punya kewenangan untuk menjual, kalau tidak terpenuhi syarat-syaratnya. Contoh Pemilik tanah yang tidak wenang menjual tanah tersebut, adalah:

  • a. anak umur 12 tahun yang namanya tercatat dalam sertifikat sebagai pemilik.
  • b. Tanah harta gono-gini (harta bersama) yang tercatat atas nama istri / suami saja, sesuai ketentuan Pasal 34 UU Perkawinan (UU No.1 tahun 1974)
  • c. Tanah milik orang yang berada dibawah pengampuan
  • d. HGB/HGU atas nama perseroan, harus sesuai dengan anggaran dasarnya.

nahhh,, sambungannya nanti lagi,, hehehehehe :mrgreen:

Sedang Bingung,,

Maret 29, 2008

  Lagi bingung,, kerjaan banyak,, ehhh,, bingung mau nulis apa,, hmmm,, aku posting tulisanku duluuu bgt,, beberapa tahu yang lalu,, waktu bikin cerpen untuk tabloid tawon,, hmmm,, tunggu,,

naaahhh,, ini dia,,

*jangan diketawain ya?? jadul bgt lah pokoknya :mrgreen: * hehehehehhe

Pada Sebuah Pagi

September 2006

Aku masih duduk ditepi tempat tidur putri semata wayang ku Sascha Adya Mahardika, wajahnya pucat pasi, sekali lagi aku menangis, ruangan rumah sakit ini rasanya terlalu menakutkan, bau obat-obatan menyeruak dari setiap sudut ruangan, sendirian aku memandangi wajah ayu nya, berharap ia siuman, hari ini hari ulang tahunnya ke 22, kecelakaan itu telah merengut nyawa suami nya, usia pernikahan mereka masih terlalu muda, dan kini ia tergolek lemah tanpa tahu bahwa jabang bayi yang dikandungnya tidak dapat terselamatkan, sebagian diriku terkoyak, diusianya yang masih begitu muda, dia harus merasakan derita yang juga kurasakan saat aku seusianya, hanya dengan memandangnya saja, kelebat masa lalu seperti tampak didepan mataku, seperti sebuah film kehidupan tengah dimainkan, semua potongan kehidupan 23 tahun silam melintas dihadapanku..

Januari 1983

“Saya Terima nikah dan kawinnya Alya Soeripto binti Ahmad Soeripto dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai”

Hari itu hari pernikahanku, entah mengapa aku merasa beban berat dipundakku terasa semakin berat, aku telah benar-benar harus melupakannya, dia dan segala hal menakjubkan tentang dirinya, dia yang selalu kurindukan senyumannya, dia yang tatapan matanya meneduhkanku, dia yang suaranya begitu menentramkan perasaanku, dia yang kesabaran, keteguhan hati, ketabahan, dan kehangatan tatapan matanya mampu mencairkan gunung es sekalipun, dia yang membimbingku untuk selalu menjadi lebih baik dari pada hari kemarin, dan dia yang mengenalku sebagai gadis kecil nya.. dia yang selalu memanggilku ‘adis.. dia yang.. ah.. ada sejuta hal tentang dia yang tak mungkin ku lupakan..

Aku sempat melihatnya diantara rombongan tamu yang datang menyalamiku.. namun aku tak sanggup menatap matanya, aku merasa sangat bersalah, aku mungkin saja telah melukainya, dan aku jelas-jelas melukai diriku sendiri..

“Aku ngerti dis, hidup kan harus tetap berjalan.. tidak boleh berhenti disini, aku bangga pernah mengenalmu, meskipun bukan perpisahan ini yang kuharapkan, aku selalu berdoa akan kebahagiaanmu, ingat untuk tetap semangat ya!”

“maaf kan adis mas.. adis tidak bisa dengan tegas memilih mas, meskipun adis mau.. maaf mas.. keluarga adis hutang budi sama keluarga mereka, dan mereka mau mengambil adis sebagai istri putra bungsu keluarga mereka, bapak sama ibu sudah setuju, maaf..”

hari itu terakhir aku mampu menatap matanya.. kedalam luka yang kutoreh sendiri.. maaf, aku benar-benar minta maaf.. semua ini tentu akan sangat menyakitkan untuk kita, tapi aku selalu ingat akan ucapan ustadz yang memberikan ceramah pada sebuah forum study sore hari, saat pertama kali kita bertemu,

“hidup, mati, jodoh, dan rejeki seseorang itu tuhan yang menentukan”

01 September 1982

hari itulah pertama kali kita bertemu, meskipun usia kita terpaut 13 tahun, tapi selalu saja ada rasa nyaman yang kurasa saat berbicara denganmu, kadang kala melaui telfon kita mendiskusikan banyak hal tentang topik study yang akan datang, kadang kala wajahku tersipu saat kau katakan sejuta sanjungan tentangku.. kau selalu saja tertawa mendengar cerita ku, meskipun itu bukan cerita lucu..

gak tau knapa kalo denger suara mu, aku jadi semangat dan pengen ketawa”

“memangnya aku badut ?!” begitu sahutku sambil tersipu malu.. selalu saja ada hal yang dapat membuatku tersipu malu..

September 2006

Kini, 23 tahun setelah pernikahan itu, aku terduduk sendiri menunggui putri semata wayangku, diusiaku yang ke 45, suamiku telah meninggalkan ku, mendahuluiku menghadap yang kuasa karena penyakit jantungnya saat putriku berusia 5 tahun, tapi aku tetap bertahan, aku selalu menyemangati diriku sendiri, ingin rasanya waktu itu aku berlari kearahmu, tapi itu takkan mungkin kulakukan, aku merasa begitu bersalah padamu, dan akupun tak pernah tau tempat keberadaanmu, kabar terakhir tentangmu kubaca pada sebuah koran nasional 3 tahun yang lalu, juragan ayam yang keliling dunia, begitu judul artikel itu, sepertinya kau kembali ke kampung halaman mu, menjadi wiraswasta, membentuk keluarga bahagia, seorang istri yang cantik, 4 orang anak.. semuanya mirip dengan mu, mereka mewarisi hidung mu, dan senyummu.. yang selalu saja kau tertawakan kalau saja kusinggung tentang hidungmu dan senyummu..

“semua orang dikaruniai kelebihan dan memiliki kekurangan masing-masing” begitu ucapmu waktu itu..

keempat putramu semuanya berhasil, seorang calon dokter, seorang calon pengacara, seorang pengusaha dan seorang ustadz.. kamu hebat mas.. aku tahu kau pasti kau pasti menjadi ayah yang  baik.. aku menangis membaca berita itu, sebagian diriku ingin mengulang masa lalu, andai saja aku mampu mengikuti kata hatiku.. tapi aku tak mampu, aku tak ingin menyakiti lebih banyak orang.. bapak, ibu dan keluarga mertuaku, aku tahu kamu pasti berhasil.. terkadang aku masih memikirkan saat-saat kebersamaan kita mas.. tapi aku bahagia mengetahui bahwa engkau bahagia.. dan senyum putriku yang membuatku tetap bertahan..

^_^

September 2006

Bertahun-tahun aku mengikuti kabar tentang mu, tak kusangka aku melihatmu disini dari jendela ruang ICU di rumah sakit ini,  hanya dengan memandang pada punggungmu saja, kelebat masa lalu seperti tampak didepan mataku, seperti sebuah film kehidupan tengah dimainkan, kau sama sekali tidak berubah, masih dengan wajah ayu mu, senyum yang sesekali kau sunggingkan agar kau dapat menyipitkan matamu, supaya orang lain tak mampu melihat menembus kedalam hatimu, ah.. kau tetap saja seperti yang dulu, menyimpan beban dalam hati mu, enggan membaginya dengan orang lain, tidak juga dengan ku, sesekali kulihat kau menghapus air matamu, dan tersenyum kembali sambil terus memandangi putrimu.. semua potongan kehidupan 23 tahun silam melintas dihadapanku..

Januari 1983

“Saya Terima nikah dan kawinnya Alya Soeripto binti Ahmad Soeripto dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai”

Hari itu hari pernikahanmu, entah mengapa aku merasa beban berat dipundakku terasa semakin berat, sakit rasanya mendengar calon suamimu mengucapkan akad nikah didepan penghulu, rasanya tulang-tulang tubuh ini tak sanggup untuk membuat badanku tetap tegak, aku harus merelakan mu diperistri oleh orang lain, aku harus menghapuskanmu dari ingatanku.. tapi aku tak mampu. ada sejuta hal tentang mu yang tak mungkin ku lupakan..

Aku sempat menangkap pandangan matamu yang tiba-tiba kau buang saat melihatku diantara rombongan tamu yang datang menyalamimu.. aku sendiri pun tak sanggup menatap mu, aku merasa sangat bersalah, aku tahu kaupun sama terlukanya seperti aku, dan aku jelas-jelas melukai diriku sendiri..

“Aku ngerti dis, hidup kan harus tetap berjalan.. tidak boleh berhenti disini, aku bangga pernah mengenalmu, meskipun bukan perpisahan ini yang kuharapkan, aku selalu berdoa akan kebahagiaanmu, ingat untuk tetap semangat ya!”

“maaf kan adis mas.. adis tidak bisa dengan tegas memilih mas, meskipun adis mau.. maaf mas.. keluarga adis hutang budi sama keluarga mereka, dan mereka mau mengambil adis sebagai istri putra bungsu keluarga mereka, bapak sama ibu sudah setuju, maaf..”

hari itu terakhir percakapan kita.. dan kau menatap jauh kedalam mataku, menerawang kedalam hatiku, apa yang kau cari? Apa kau berharap aku akan menarik tanganmu dan membawa mu pergi? Aku tak mampu untuk itu.. aku tahu kelembutan hatimu, aku tahu seumur hidupmu mungkin saja kau akan terbelenggu rasa bersalah dan kau pasti takkan pernah bisa lepas dari bayangan rasa bersalah karena menyakiti keluargamu.. maaf, aku benar-benar minta maaf.. semua ini tentu akan sangat menyakitkan untuk kita, tapi aku selalu ingat akan ucapan ustadz yang memberikan ceramah pada sebuah forum study sore hari, saat pertama kali kita bertemu,

“hidup, mati, jodoh, dan rejeki seseorang itu tuhan yang menentukan”

jikalau memang kita ditakdirkan untuk bersama, pasti akan ada jalan untuk kita bertemu..

01 September 1982

hari itulah pertama kali kita bertemu, meskipun usia kita terpaut 13 tahun, tapi selalu saja ada rasa menggelitik yang kurasa saat berbicara denganmu, kadang kala melaui telfon kita mendiskusikan banyak hal tentang topik study yang akan datang, kadang kala wajah mu memerah karena tersipu saat ku katakan sejuta sanjungan tentangmu.. entah bagaimana caranya kau selalu saja mampu membuatku tertawa mendengar cerita mu, meskipun itu bukan cerita lucu..

gak tau knapa kalo denger suara mu, aku jadi semangat dan pengen ketawa”

“memangnya aku badut ?!” begitu sahutmu sambil tersipu malu.. selalu saja ada hal yang dapat membuat wajahmu merona merah karena tersipu malu..

September 2006

Kini, 23 tahun setelah perpisahan kita itu, aku berdiri disini, didepan ruangan ICU memandangimu yang tengah terduduk sendiri menunggui putri semata wayangmu, diusiaku yang ke 58, istriku telah meninggalkanku karena penyakit kanker yang ia derita, tapi aku tetap bertahan, aku selalu menyemangati diriku sendiri, berjuang demi anak-anakku, ingin rasanya waktu itu aku berlari kearahmu, tapi itu takkan mungkin kulakukan, aku tidak ingin mengganggu kehidupan keluargamu, aku tidak ingin menggoyahkan kesetiaanmu, meskipun aku tahu tempatmu berada, kau tak pernah beranjak dari kota itu, kota dengan sejuta kenangan tentang kita, sementara aku berusaha lari dari kenangan tentang kita, kau tetap bertahan di kota itu, dan kau mampu menjalani hidup dengan tetap melihat banyak tempat yang pernah kita lewati, jauh didalam hatiku aku ingin mengulang masa lalu, andai saja aku mampu mengikuti kata hatiku.. tapi aku tak mampu, aku tak ingin rasa bersalah seumur hidup menghantuimu, aku tahu kamu pasti berhasil.. terkadang aku masih memikirkan saat-saat kebersamaan kita.. tapi aku bahagia mengetahui bahwa engkau bahagia.. dan aku tahu kau pasti mampu bertahan.. aku terus saja memandangmu, garis-garis wajahmu nan elok masih tampak dan tidak termakan usia.. tidak pernah kusangka akan bertemu denganmu disini, dikota yang tidak akan mungkin kudatangi jika tidak karena salah satu putraku sakit dan dirawat disini, melihat daftar pasien di papan masuk tertulis nama “sascha adya mahardika” dengan sedikit kaget dan ragu, aku tetap berjalan menuju ruang ICU ini, dan melihatmu duduk dalam diam memandang wajah putrimu.. meskipun aku berharap nama itu seharusnya menjadi nama putri kita, setidaknya nama itu masih kau ingat..

^_^

 

Pagi ini hari kelima aku memandang pada ruang ICU itu, aku tetap tidak sanggup untuk menyapamu.. tak kutemukan sosokmu disana, mungkin kau belum datang.. dengan sedikit bergegas aku menuju pada mesin kopi terdekat, semalam suntuk aku berdiri disamping jendela itu, memandang pada wajah teduh mu.. kini rasa kantuk menyerangku, aku tengah mengambil gula saat suara yang begitu ku kenal membangkitkan memori 23 tahun lalu..

“mas adam?”

aku menoleh dan mendapati sosokmu disana, pada sebuah pagi seluruh kenangan tentang kita diputar ulang dalam ingatan kita masing-masing, masing-masing kita tercengang tanpa mampu mengucapkan kata-kata, hingga dengan suara tercekat aku mampu mengucapkan namamu,

“alya?” atau harus kah kupanggil engkau dengan sebutan itu? “adis?”

^_^

 

Teriring Ribuan Maaf,

Untuk Sebentuk Hati yang Tersakiti.

 

 

 

Asti Sri Purniyati

Sudah lama aku tidak datang ke rumah kecil ini untuk duduk sebentar dan menulis,,

Bahkan aku belum berjalan-jalan melihat-lihat tulisan teman yang lain..

Hiatus sementara itu bukan karena aku menghindar dari komentar teman-teman terhadap tulisan bersambungku sebelumnya,, dan juga bukan karena komentar tentang judul tulisanku yang katanya terlalu “menjurus” sebagai usaha untuk menjadi BOTD,,

Bukan..

Hiatus sementara itu kugunakan untuk aktifitas2 pembelajaran,,

Belajar tentang hidup,, 

Ikut ESQ selama liburan..Kamis,, jumat,, sabtu,, minggu,, empat hari berlalu,,

Rindu ingin menyentuh blog ini,, menuliskan sesuatu,,

Tapi kutahan,, aku sedang dalam tahap menuju *titik nol* melalui zero mind process,, menyucikan hati dari segala perasaan-perasaan kotor, kesalahan dan buruk sangka terhadap orang lain,, 

Lalu,,

senin,, selasa,, rabu,,Tiga hari ikut outbond begitu orang menyebutnya,, 

*** Ini satu pelajaran yang bisa kuambil ketika mengikuti outbond 3 hari kemarin,,

*masih banyak pelajaran dan nilai-nilai yang dipelajari dari outbound yang difasilitasi oleh BWS (Baca: Bee Wise.. Bina Wana Sarana)* 

Satuhal yang paling kuingat adalah pesan Mang Engkos,, sang project leader,,

Rumput ini memberi oksigen pada kita,, tapi apa yang kita lakukan terhadap mereka?? Kita menginjak-injak mereka,,

(apa rumput itu marah dan berhenti tumbuh?? Tidak,,)

lalu pantas kah kita merasa sombong???? Sedangkan menjadi seperti rumputpun kita tak mampu,,”  

Aku diam.. ya.. manusia sering sombong,, *merenung mode ON*

bahkan untuk menjadi seperti rumputpun aku tak mampu..

Kangen Bgt,,

Maret 15, 2008

barengan si ndutt,,

I Miss You So,,

Lagi kangen sama si ndutt Pran,, (adikkuw tersayanggg,,) Pengen Pulang.. :cry: sekalian mau istirahat,,

*pamit pulang dulu sama semua yang dateng ksini*

*salaman*

 sampai ketemu lagi yach!!

*hiatus sementara waktu* :mrgreen:

# Belum ada Judul

Maret 14, 2008

Sebelum Baca Cerita Ini, baca:

#1 no title

#2  Perempuan Kedua

#3 Senja Diatas Kereta

#4 Kalah

#5 Belum ada judul 

Untuk kesekian kalinya, kita mereguk kembali kenikmatan itu, melepas rindu dan ah, sungguh laknat!

“I love you Bre” Bisikku lembut

“I love you too” Bisikmu sambil mengusap lembut punggungku. 

Kita terlalu lelah untuk membahas surat terakhir yang kau tinggalkan untukku, segala sesuatu tentang keinginan menikahiku bukan untuk kita bahas hari ini, atau setidaknya kuharap begitu.. 

“Sampai kapan kamu akan terus bertahan dengan pernikahanmu itu?”

“kau sudah tahu jawabannya Bre,,” Jawabku

“Plis, jangan manfaatkan anak-anak mu sebagai alasan”

“aku tidak memanfaatkan mereka Sayang, but they are,, mereka memang alasanku bertahan selama ini”

“lalu, kemana arah cinta kita ini?”

“sudahlah, kamu tahu itu, jangan bercanda lagi ah,,” aku mempererat pelukanku, seakan aku enggan untuk berpisah dengannya. 

Telepon genggamku berdering untuk kesekian kalinya,

Amelia, putriku

Sambil memberi isyarat agar tidak bersuara pada Bre, aku mengangkat telpon itu, 

“Ma, mau jemput jam berapa si? Udah bosen nunggu ni”

“Ok, sebentar lagi mama sampai, tunggu ya sayang” buru-buru aku mematikan telpon, dan bangkit dari tempat tidur. 

“Secepat itu?”

“Ayolah Bre, Aku ga mungkin bisa keluar rumah tanpa alasan kan?”

“Terus terang saja, aku masih ingin bersamamu, jadi kapan suamimu pergi keluar kota lagi?”

“dasar nakal,,” aku menyisir rambutku secepat mungkin dan memandang pantulan diriku dalam cermin

“cantik” pujimu

“sudahlah, jangan mulai menebar rayuan gombalmu lagi” kataku sambil memoleskan bedak dan merapihkan riasanku.

“kamu memang cantik Sayang” mau tidak mau aku tersenyum malu, bahkan suami ku sendiri tak pernah lagi memujiku, aaaarrrggghhh!!

Sudahlah, untuk apa memikirkan lelaki itu! Kalau bukan karena ketiga bidadari kecilku itu, aku tidak akan bisa bertahan melewati ini semua. 

“jadi sore ini langsung pulang ke Surabaya lagi?”

“besok pagi, nanti malam bisa ketemu?” ada nada putus asa dalam pertanyaanmu

“hmmm.. kita lihat saja nanti” lalu aku mengecupmu sekali lagi

“I love you so, Babe” Ucapmu

“I love you too Bre, tapi tolong ngerti kondisinya, okay?” Aku meraih kunci mobilku, dan bergegas pergi,

’sudah cukup terlambat, amel pasti ngambek’ pikirku saat melihat jarum penunjuk jam pada arloji ku. 

“Mama telat satu jam!!”

“Maaf sayang, jalanan macet”

“Amel Marah”

“hmmm,, padahal tadi mama pengen ajak kamu makan loh”

“Kemana?” aku tahu bujukanku pasti akan membuahkan hasil

“terserah kamu, kamu yang pilih, asal jangan marah lagi”

“okay kalo gitu,, hmmm,, kita ke Senayan aja gimana?”

“Boleh” 

* * 

Ughh! Hari yang melelahkan, aku tidak mungkin pergi lagi hari ini, sudah seharian aku pergi, dua bidadari kecilku yang lain pasti protes, dan Mas Angga, Suamiku mungkin akan curiga.

Meskipun, sampai jam 11 malam ini dia belum tentu pulang. 

Semua ini tentu takkan terjadi kalau saja Mba Mira tidak pernah muncul dalam kehidupan kami. Mba Mira dan Maria, Putri berusia 20 tahunnya tiba-tiba muncul di halaman rumah kami, mengaku sebagai istri pertama Mas Angga!! 

“Brengsek!” Ucapku setiap kali mengingat kejadian menyakitkan yang terjadi setahun yang lalu itu. 

Seharusnya aku tahu, 14 tahun aku dibohongi, selama ini aku merasa ditipu, kesetiaanku pada Mas Angga tidak ada artinya lagi, semua intrik kehidupan ini membuat jiwaku sakit, sampai saat pertemuanku dengan Bre.

note:

kalo ceritanya gak bagus,, ya maaph!! :mrgreen:

“udah tau belum? Ternyata itu Aj yang sering kita liat dulu pas lewat gedung D”

hah?? Aj yang itu??” :shock:

Fiuuuhhh,, para lelaki itu,, obrolannya masih seputaran beredarnya video porno yang ‘dilakoni’ oleh salah satu pegawai honorer dengan PNS lampung (pacarnya) berdurasi 1 menuti 50-an detik,, *yang katanya mereka kenal dengan para pelakon itu* halahhh..

Well,, sebenernya kalo Aj yang itu siii aku juga tau!!!

mungkin AJ gak mau kalah heboh sama berita nya sandra dewi yang sedang santer beredar saat ini ya??

Auuu ahhh.. Saat abahoryza heboh menggembar gemborkan lomba berhadiahnya dalam rangka visit lampung 2008 katanya diperpanjang karena yang mau hadiah gratisan cuma sedikit,, *tumben* ehhh,, malah kalah lebih heboh video ituuu,,

Sungguh terlalu!!! :mad:

Harus gimana ini??

>>Gubernur sampe mau panggil Roy suryo pakar telematika itu looohhhh.. HEBOH!!! Soalnya katanya si Aj bilang,, “bukan saya, memang mirip si,,”

Duuuuhhhh..

Siapapun itu,, knapa si,, mesti pake di video kan?? PARAH bgt lahhhh.. kalo udah gini siapa yang salah??

Kita di negara mana si?? Jaman edan! Ini endonesa bung!!

aku menang!!

Maret 13, 2008

 Bneran deh,, aku ini tipe yang jarang bgt dapet undian,, apapun hadiahnya,, seingetku baru 1 kali seumur hidup!! Parah,,

Jadi inget kata mbah bu dulu,,

“Jangan ngarep2 hadiah, undian, atau rejeki nomplok nduk,, kalo mau sesuatu, kita harus berusaha sekuat tenaga” pesannya waktu asti kecil dulu bolak balik mengayuh sepeda untuk menuju kantor pos gringsing untuk mengirimkan kupon tts, jawaban kuis dan undian berhadiah lain.

“kok gak dapet juga ya mbah??” ucapku waktu itu kecewa saat tidak menemukan namaku di daftar nama pemenang pada majalah edisi berikutnya.

***

itu sih masalah hoki” begitu ucap beberapa teman kantor yang sering kali mendapat undian hadir dan sejenisnya.

“mungkin aku memang sedang tidak hoki” ucapku saat itu,,

Tapi,, sungguh tidak disangka,, awalnya aku lupa kalo kmaren ada undangan PRA-RAT Koperasi Gunung Madu, walhasil, aku telat setengah jam lebih dari jadwal,, akuww bergegas menuju ruang tempat diselenggarakan acara.

***

Pas waktu kocokan undian,, hmmmm,, tiba2 aja aku ngerasa deg2an,, aduuuhhh,, jangan2 aku dapet undian ni,,

“00182″ ucap ketua kelompok,, tidak ada yang menyahut,, mungkin tidak hadir,, duhhh.. kok bukan 00192 ya??

“wahhh,, yakin pak?? Coba cek lagi,, bukan 00192 ya pak??” ucapku sambil memperhatikan nomor yang tercantum pada undanganku.

Uuuhhhh.. makin deg2an saja,,

Dr.Nano yang duduk disebelah kursiku berucap,, “ayo,, yang dapet traktir mie ayam”

“okelah sahut ku”

Tak berapa lama .. ” 00192 ” wahhh,, itu nomerku,,

Aku langsung maju kedepan,, huhuhuhuhu,, hadiahnya memang Cuma voucher belanja 75ribu,, tapi senangnya bukan mainnnnnn… maklum baru sekali ini dapet undian,, hihihihi :mrgreen:

ini dia undiannya,,

(secara beberapa hari terakhir ini aku BT berat karena masalah akismet ituuuu…)

Dapet voucher ini aku seneng sekaliiiiiii… :mrgreen:

menyebalkannnn….
bner2 menyebalkan….

kupikir tadinya server kantorku yang error,,
setiap kali naroh komentar pasti ga muncul..

nelf ali,, nanya,, katanya “clear historynya aja mba..”
okelah..

(beberapa saat setelah itu..)

nyobain naroh komen lagi,,
gak bisa juga,,

“Komentarmu masuk akismet” mas rayyan bilang gitu,, :shock: nyebelin bgt deh,,

akismet nyebelin,, bahkan komentarku pun ternyata masuk sebagai akismet di blog ku sendiri!!! huuhuhuhuhu :cry:

Cerita Tentang Kond*m

Maret 10, 2008

*kalo ada yang tersungging,, atau justru tersinggung,, maaf bgt* :mrgreen: maaf ya,,
Sbenernya ide menulis cerita ini muncul setelah beberapa kali saiia mesti bolak-balik ke healt center, untuk tes kesehatan berulang-ulang dan suntik glukagon atau apalah namanya,, karena sakit saiia yang ternyata berbahaya itu,, *padahal saiia tidak merasa ada apa2,, :mrgreen: * jadi serem kalo denger penjelasan dokter,,

Nah,, selama saiia mondar-mandir ituhhh,, waktu lewat BKIA (Balai Kesehatan Ibu dan Anak) melihat sebuah benda aneh,, ini dia gambarnya:

Mba Indy malu-malu

…….. mba indy a.k.a Drg. Rara Lindri Larasati …….. malu2 nih ye :mrgreen:   

Ternyata,, usut punya usut,, itu ATM KONDOM,, tinggal masukkan 2 keping 500 rupiah (logam putih) maka satu kotak kondom akan keluar,, isinya 2 katanya,, bisa pilih rasa coklat, strawberry atau bahkan rasa durian!!! :shock:
Pada awal ATM Kondom diinstal disini,, cukup menuai banyak kontroversi,, bayangkan bagaimana jika anak2 esema atau yang belum menikah,, justru malah yang memanfaatkan ATM ini?? Huuuuhuhhuhuuhuhu :cry: negara ini pasti ikut menangis,,

Namun mengingat tujuan mulia dari instansi BKKBN *atau apalah gitu saiia lupa* mengingat angka kelahiran disini cukup tinggi,, sekitar 25 bayi dalam sebulan,, *banyak bgt kan??* maka ATM Kondom itupun diizinkan untuk diinstal di lingkungan perusahaan, namun,, dengan syarat diawasi dengan ketat. Fiuuuhhhh.. ini win-win solution bukan??