DBD dan Obat Cina itu
Januari 5, 2009
Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.
“Duuhhhh..”
Status itu yang ada di YM ku, bukannyah apa..
Serem deh.. setelah almarhumah vani meninggalkan dunia ^menuju tempat yang lebih baik insyaALLAH^, saudara kembarnya juga sekarang transfusi banyak darah..
Dan satu lagi, teman serumahku!!! Duuuhhhh..
Knapa jadi menakutkan begini yaaa..
Juice jambu katanya sudah ga mempan lagi..
obat yang sedang naik daun kurma ^bisa dimakan gitu ajah, atau di juice dulu..
Hmm.. ada juga obat cina, entah engkak atau angkak nama yang benernya.. tapi hampir setiap pasien di rumah sakit sekarang nyediain obat ini.. katanya manjur..
^meskipun dilarang oleh dokter.. tapi toh, namanya juga usaha kan??^
Trus lagiii..
Buat yang belum kena.. tutup semua tempat penampungan air, kubur sampah2.. kalo bisa di semprot abate ^atau apalah itu namanya^
sebelum tidur semprot obat nyamuk, trus pakai lotion anti nyamuk sebagai tindakan pencegahan..
^jaga-jaga aja.. dimana-mana kan lebih baik sedia payung sebelum hujan..
Satu lagi.. tanam sejuta lavender.. ^katanya ini lebih ampuh looh..^
Buat semua orang yang terkena DBD.. semoga lekas sembuh..
Selamatkan Hutan Kita!!!
Januari 23, 2008
Dalam sebuah Konsultasi Publik tentang Action Plan Pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) tingkat Kabupaten yang saya ikuti kemarin (22/01) ada beberapa hal yang menjadi catatan, diantaranya:
1. Propinsi Lampung ternyata memiliki potensi hutan *dalam hal ini yang saya sebutkan adalah Kawasan Hutan Register 47 Way Terusan* yang luasnya lebih dari 12.500 ha!! *baru tauuu,,
* tapi,, sebagian kawasan telah dimanfaatkan masyarakat untuk budidaya pertanian dan pemukiman sehingga menurunkan fungsi hutan.
Artinya, tantangan terbesar adalah dari aspek teknis dan sosbud, dimana perlunya relokasi masyarakat perambah hutan ditambahlagi banyaknya penjarahan hutan serta klaim atau tuntutan masyarakat terhadap kawasan hutan sebagai lahan milik sudah sangat marak.
2. Adanya pergeseran paradigma yang sebelumnya: “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera” menjadi “Masyarakat Sejahtera, Hutan Lestari”.
Artinya, perlu solusi yang tidak mengabaikan kepentingan masyarakat disekitar hutan. dalam konsultasi publik tersebut hadir juga masyarakat “penghuni hutan” yang menyampaikan bahwa: “kami saat ini tahu bahwa kami salah secara hukum dengan menggarap hutan, tapi apa negara perduli saat anak-anak kami merasa lapar?? kami memang tidak punya pendidikan tinggi, berdosalah kami kepada sang pencipta bila kami mengeluh dan tidak berusaha, atau malah menjadikannya sebagai alasan pembenaran bagi kami untuk melakukan kejahatan dan tindak kriminal,, tolong dipikirkan juga, harus kemana kami?? sementara keterampilan yang kami miliki hanya mengayunkan cangkul??”
miris dan sedih mendengarnya,,
3. Hasil pencintraan satelite, bahwa Indonesia telah menempati posisi #1 sebagai negara dengan tingkat kerusakan hutan –baca dengan jelas- PALING TINGGI,, artinya kemungkinan besar Indonesia adalah penyumbang kerusakan pada Bumi, terkait dengan perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini (silahkan gugling dengan keyword GLOBAL WARMING).
Pertanyaan yang muncul adalah : Apa yang seharusnya masyarakat lakukan untuk itu?? kalau begini caranya, apa yang hendak kita wariskan kepada generasi penerus & anak cucu kita nantinya? Bumi yang sudah rusakkah?? Atau bahkan kita tidak mewariskan apapun untuk mereka??
Nahhh,, inilah saatnya kita bergerak!! Melakukan sesuatu!! Hutan Produksi merupakan salah satu aset yang harus dikelola dengan baik, karena selain dapat mensejahterakan masyarakat, juga sebagai paru-paru dunia terkait dengan perubahan iklim.
Paling minimal adalah dengan mulai menanam pohon didepan rumah kita, atau paling sangat minimal, jangan buang sampah sembarangan!!!
Note:
bagi yang memerlukan materi tersebut, dapat menghubungi saya, dan akan saya berikan softcopy materi tersebut via e-mail *karena saya tidak mungkin menjelaskan keseluruhan materi konsultasi tersebut seperti yang dijelaskan oleh narasumber* terimakasih.
mmm,, kalo ada yang punya informasi lain tentang action plan penyelamatan hutan, mohon dapat berbagi disini,, terimakasih


