I’m not Sure (another jodoh story)
April 9, 2008
Pusiiingggg..
Mas rayyan mungkin bner soal gamophobia waktu itu..
Aku takut menikah..
Masalahnya ini bukan tentang hari ini dan besok saja,, ini berarti seluruh sisa hidupku,,
Bagaimana kalo aku kelak tidak bahagia?? Bagaimana kalo dia juga tidak bahagia?? Atau aku tak seperti harapannya?? Yang jelas,, aku selalu pengen lari dari tiap hubungan yang menawarkan pernikahannn.. itukah gamophobia??
Satu langkah besar,, dan tidak mungkin menoleh lagi,, keputusan yang sangat sulit.. tetep ga yakinnnn..
Bnarkah cinta Cuma reaksi kimiawi dalam tubuh manusia yang (juga) bisa diciptakan oleh coklat yang kita makan??
Lalu apa sesungguhnya cinta??
*cinta,, dimana dirimu???
>> asti sri purniyati,, would you make me the happiest man in the world??
*kabuuuurrrr..
Maaf aku Menyakiti-mu,,
April 4, 2008
(tulisan ini dibuat setelah baca *untuk sekeping hati* nya perempuan di titik nol.. “terimakasih pujian atas goresan kecil diakhir cerpen *pada sebuah pagi* yang memang dipersembahkan untuk sebentuk hati yang telah tersakiti..”)
Tulisan ini akan lebih menyerupai permintaan maaf untuk semua orang,,
Ibu,,
Padamu aku minta maaf,, atas semua sikap dan tutur kata ku,, yang mungkin telah menyakitimu..
Bapak,,
Atas “impian” yang tak kunjung dapat asti wujudkan,,
Bas,, Bida,, Pran,, dan spupu2 kecil,,
Mba asti belum bisa jadi contoh yang baik ya?? Maaf..
Temen2 yang blum terbalas komennya.. i’ll try my best,,
*meskipun sulit menyisihkan waktu untuk balas komen one by one,, tapi aku berusaha.. terimakasih sudah datang kesini*
Temen2 kantor,, yang (mungkin) saja pernah “tidak sepaham” sama saiiahhh..
Dan akhirnya berselisih.. (mudah2an ada hikmahnya,,)
Mbah bu dan mbah ko.. (mbah yam juga..)
Maaf blum bisa pulang ke Gringsing,, walaupun sebenarnya kangen *sunyinya malam-malam di Gringsing*
Hmmm..
Jadi kepikiran “dia”
Apa kabarmu?? Sedang apa disana?? Apa baik-baik saja??
Knapa harus begini?? Terpisah jarak sejauh ini,, *bagaimana supaya ketemu?? sulit..*
*ambil hape,, mencet no telpon dia*
Mikir sesaat.. hmmm.. gak jadi ah.. *tutup telpon*
“Is he the one??” tanyaku pada hati kecilku.. hening,, tak ada jawaban,,
>> loh?? Kok jadi postingan jodoh part selanjutnya?? Postingan tiada akhir.. cape dehhh..
Ahhh.. jangan2 selama ini aku juga tlah banyak menyakiti hatinya..
Semoga,, ribuan maaf yang kukirimkan ini sampai padanya,,
Is He the One? : Jodoh Part V
April 2, 2008
(kalo ini s(h)itnetron,, mungkin bakal ngalahin tersanjung nantinya,,)
Kilas balik lihat-lihat blog ku pada awalnya,, hihihi,, jadi inget,, dulu sering bgt posting tentang jodoh dan pernikahan,, gak tau knapa,,
Jodoh (seri “nol”) ,, Ada Jodoh #1 ,, jodoh part two ,, dan ada jodoh part III ,, Part #4 halah!! Repot!!
Mungkin kebawa tulisan2 mas rayyan yang juga cerita tentang jodoh,,
(inget dulu yang ngajari aku bikin blog itu mas rayyan sama ali,,) sepupu2 baik hati,,
Nahhh.. sekarang lagi bingung ni,,
Bagaimana caranya kita tau kalo He is the One atau (para lelaki) tahu kalo She’s the One..
Kalo liat seleb2 di TV itu,, sering bilang: “dia jodoh saiia,, yang terbaik untuk saiiia,, bla,, bla,, bla,,”
Taunya ga berapa lama cerai,, “ternyata Cuma sampe disini kami berjodoh,, bla,, bla,, bla,,”
Emang gitu ya??? *bingung mode On*
Sedang ingin mengambil langkah besar,, tapi takut salah,,
Bagaimana ini??? He3,, bagaimana kita tau kalo orang itu adalah THE ONE?? bantuin yak!!!!!
dari milis sebelah>> tentang cinta dan pernikahan
Februari 12, 2008
judul asli,, “Did i marry the right person???”
Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan buat yang udah nikah atau punya pasangan cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.
“Apakah saya menikah dengan orang yang tepat”
Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, “bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?”
Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi saya menjawab “Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?”
Dengan sangat serius dia balik bertanya “Bagaimana anda tahu?!”
“Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.”
Inilah jawabanya! SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.
Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun.
Makanya dikatakan “jatuh” cinta!
Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”
Bayangkan ekspresi tersebut!
Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.
Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi?
Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..
Perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.
Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..
Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.
Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person?” mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya.. Na Loh!
Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini. Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TVsampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.
Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya.
Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda bisa!
Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik.
Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).
Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah.
Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.
Itu adalah siklus…
Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!
Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.
Benar juga ungkapan “diperbudak cinta”
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.
Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik .
Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.
Cinta bukanlah MISTERI Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.
Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.
Ini merupakan reaksi sebab akibat.
Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa “MEMBUAT” cinta bukan “JATUH”.
Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN!
Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya, Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya,,
Esok, Biarlah Hanya Esok Sendiri yang Tahu,,
Desember 20, 2007
beberapa waktu yang lalu,, seorang pria datang padaku,, menawarkan masa depan untukku,, menawarkan untuk meniti hari bersama,,
“ASTI SRI PURNIYATI,, would you make me the happiest man in the world?”
*aku diam*
>>diam adalah sebuah cara lain ku menyampaikan argumentasi,,
“tolong,, jawab,, kebahagiaan saya hanya kamu,, saya tidak mampu hidup tanpa kamu,,”
*lagi-lagi aku diam*
entahlah,, aku takut,, takut untuk melangkah lebih jauh,, masa depan hanya Tuhan yang tahu,, aku takut tak kan pernah mampu membuatmu bahagia,,
“tapi aku pasti tidak bisa hidup tanpa kamu”
>>tolong,, jangan memastikan apa yang engkau sendiri tidak tahu,, esok itu relatif,, segalanya mungkin terjadi,, tolong,, jangan membuatnya menjadi sebuah ke-absolut-an,,
*ia kecewa, aku tak mampu memandangnya*
jangan pernah lupa akan Kuasa Tuhan atas diri kita,, segala sesuatu mungkin bagi-NYA,, jadi biarlah segala sesuatu itu tetap menjadi sebuah kemungkinan,, jangan membuatnya menjadi sebuah kepastian,, hanya Tuhan yang mampu membuatnya PASTI,,
jadi,, apa yang akan terjadi esok,, biarlah esok sendiri yang tahu,,
Jodoh Part III: Sebuah Keraguan,,
Desember 18, 2007
Tadi malem nonton film The Heartbreak Kid,, bintangnya ben stiller,,

nah ceritanya tentang keputusan menikah yang diambil dan risikonya,, awalnya dia merasa wanita itu “the one” dan mereka saling mencintai,, tapi things getting more difficult when eddie meet miranda on his honeymoon,, uh,, akuw takut itu terjadi ke akuw dan suamiku (nantinya),, takut ternyata keputusan untuk menikah adalah keputusan yang salah,, hanya didasarkan pada emosi waktu itu,, bukannya cinta pada awalnya memang sgitu menggebu2 nya???
Jadi kalo ada yang bilang,,,
>>umur sudah cukup,,
>>udah kerja,,
>>mau tunggu apa lagi???
*JUJUR*
Mungkin aku blum siap dari hal2 sperti itu,,,
>>ga tau mesti ngapain,,
>>masih pengen keliling dunia,,
>>masih pengen kuliah lagi,,
>>apa aku sudah siap???
Ada yang bilang,, “menikah itu, separuh pake rasio, karna keputusannya emosional” jadi,, kalo secara rasio sudah masuk,, tinggal ambil keputusan,,
Tapi aku takuttttttttt,,,>>takut ga bahagia nantinya,,
>>takut orang yang jd suami ku nantinya berubah,, tidak semanis dia saat ini,,
>>takut dia jadi “melarang” aku kerja,, atau melakukan hal-hal yang kusukai,,
(well,, kata ibuku,, istri mesti nurut ma suami,,)
>>apa iya aku bakal jadi istri yang baik??
>>apa iya suamiku bakal ga selingkuh???
Sereeeeemmmmmm,,,,, *JADI SEMAKIN RAGU UNTUK MENIKAH*
Ada ga phobia yang gini?? >>*asti sedang pergi liat ke Postingan mas rayyan,,*
Ehhh,, ada,, “Gamophobia” ya namanya???
Jadi inget Javad a.k.a Jeff a.k.a Agal,, dan akuw,, dalam sbuah chatting:
“javad_x_y_z: T_T kapan sy jadi paman,, ^^
javad_x_y_z: masali belum,,
javad_x_y_z: mas rayan belum,,
javad_x_y_z: iya,, terus mba asti jga ^^
javad_x_y_z: mba mila belum,, T_T
javad_x_y_z: mas bas apalagi
azhtee: hihihihi,,
javad_x_y_z: yasudah deh,,
javad_x_y_z: it still long2 way to be an uncle
Buat Smua Orang yang baca postingan ini>> Do’a kan Javad ya!!
*loh??*
Musim Pernikahan Datang Lagi,,
Desember 17, 2007
>>dan semua orang mulai bertanya,,
“Kapan nyusul??”
Cape deh,,
Secara akuw tinggal di komplek yang tingkat kekeluargaannya sangat tinggi,, (semua dianggap keluarga,, yang muda dianggap anak oleh yang tua,, yang tua dianggap bapak dan Ibu oleh yang muda,, yang muda dipanggil om dan tante sama yang masih anak2,,)
Nah,, udah mulai lagi ni orang pada menikah,, jadi mulailah namaku nampang dibeberapa daftar panitia pernikahan,, seneng sih,, artinya akuw masiy diperhatikan,, masiy dianggap ada,, dan dibutuhkan,, (hihihihi,, bner2 orang yang haus akan perhatian,,),,
Selain itu,, akuw sneng kalo jadi panitia,, kan nanti didandan tu,, uh,, seneng pas smua orang bilang akuw “beda”,, “gak kaya’ biasa nya”,, truss juga,, “cantik,,”
>>mmm,, ukuran cantik itu relatif loh,, jadi ya gpp kan kalo orang lain bilang akuw cantik??? (meskipun mungkin menurut anda -yang lagi baca postingan ini- akuw biasa saja,,
)
Tapi musim seperti ini,, kadang bikin pusing,, saat semua orang mulai nanyain,, “Kapan Nyusul???”
uh,, bukannya akuw ga mau,, tapi kan memang hal-hal seperti itu sudah ada yang menentukan,,
*sabar,, sabar,, sabar,,*
jadi,, meskipun pusing gimana jawabnya,, akuw tetep senyum,, dan jawab:
*tersenyum lebar MODE ON*
>>Doakan saja ya pak,, bu,, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa nyusul,, semua kan Gusti ALLAH yang atur,,
*masih tetap tersenyum*
Kadang masih ada yang komentar (rada nyebelin),,
“masa kalah sama si ini,, atau si itu,,”
*SENYUM LEBIH LEBAR*
>>ini kan bukan lomba,, jadi ga ada yang kalah dan ga da yang menang,, di doain aja ya pak,, bu,, mudah-mudahan diberi jodoh yang baik,,
*TERSENYUM SAMPE ORANGNYA PERGI*
Menikah, Jarak Jauh,, Mungkin kah??
November 21, 2007
>>maksudnya bukan akad nikah jarak jauh,, itu siy jelas gak mungkin dilaksanakan,, dengan teknologi secanggih apapun,, tidak terpenuhi rukun nikahnya,,
>>kalo yang ini maksudnya,, setelah menikah tinggal jarak jauh,, si suami dimana,, istrinya dimana,, dan baru ketemu setelah jangka waktu tertentu,, dan ketemunya pun biasanya dalam tempo yang sangat singkat,,
Meskipun sebenarnya, menurut agama islam,, keluarga itu harusnya kumpullll,,, karena takut malah jadi membawa efek negatiff,, mjisalnya,, suami selingkuh,, atau istrinya yang selingkuh,, anak-anak keteteran,, jarang ketemu orang tuanya,,
Kalo akuw pribadi siy,, sebenernya pengen jadi ibu rumah tangga yang baikk,, membuat sarapan untuk suami,, menyambut suami dikala dia pulang kerja,, dan menjaga anak2 dari godaan jaman,, hahahahahahaha,, tapi melihat kepada kebiasaan belanjaku yang teratur,, (hehehehehe) kok rasanya kasihan suamiku kalo harus membuat pos belanja istrinya dari kantongnya,, jadi,, lebih baik kalo belanja pake uang sendiri kan???
(setidaknya untuk saat ini)
Kupikir,,, sejauh apapun terpisahnya,, asalkan dekat dihati kan gak papa,, saling mendoakan dan saling menjaga kepercayaan,, mudah-mudahan keluarga tetap aman, dan tentram,, tapi tetep aja,, LEBIH DEKAT LEBIH BAIKKKK,,,
Beberapa alasan dan pendapat yang berhasil saya himpun,,
(lagaknya kaya’ jurnalis profesional
)
“suami-ku kan emang kerja disana,, akuw pun mesti kerja dsini,, klasik siy,, tapi kita perlu uangnya untuk masa depan yang lebih baik,, dan sementara waktu emang belum bisa pindah kerja”
>>seorang teman yang tidak ingin disebut namanya,,
Ok,, namamu ga ku tulis niy,,
“malah enak,, kan pas ktemu malah jadi tinggal “kangen” aja bawaannya,, mau marah, syang,, kan waktu ktemunya Cuma bentar,,,”
>>ina, temen kantor,, just married,, dia di 90 km dari kota bandar lampung,, dan suaminya di bangka,,
“sekarang kalo mas artha ngalah disini pun,, mau apa? Malah menutup kariernya,,”
>>mba indy, dokter gigi dikantorku yang ktemu suaminya yang baru saja menyelesaikan S3 di UI,, “selamat ya,, udah jadi Pak Doktor nya Dokter dunk,,” paling cepet sminggu skali,, sekarang sang suami jadi guru besar di sebuah perguruan tinggi swasta yang cukup ternama di jakarta,,
“kumpul ga kumpul asal makan”
Mba uut,, karyawan baru accounting, pada sbuah obrolan stelah shalat dzuhur di mushalla kantor,,
Masihkah sama dia mba? Atau sudah mencari yang lebih dekat???
“alhamdulillah mas ali bisa pindah kerja,, meskipun masih jauh,, setidak-tidaknya,, tidak sejauh dulu,,”
>>mbaQ ayudan mas ali,, yang slalu berusaha mendekatkan diri,,
“mendingan salah satu ngalah,,”
>>bulik ties,, yang akhirnya ber2 suaminya dapet kerja di Riau,,
“gak usah neko-neko, namanya istri itu ya harus ikut suami,, rejeki itu sudah Gusti Allah yang atur”
>>nasehat mbah bu dan mbah ko untuk mamah & bapakkuw,,
Jadi,, menurut kamu gimana???


