Terimakasih Mas Husain..

Jadi begini ceritanyah.. kmaren (selasa tanggal 13 januari 2009) jeng asti ini muter2 menyelesaikan pekerjaan..

 

Dari kantor berangkat pagi2 buta.. ^khi3 Lebay.. :D

 

Menuju ke kantor polsek, polres, dan ke kantor BPN menyerahkan laporan atas masalah tanah HGU..

 

Hmm.. sempet jugah mampir ke disnaker, membicarakan masalah undangan upacara pencanangan bulan K3 tanggal 20 nanti..

 

Lalu, menuju kota metro ^bwaaahh..^ :mrgreen:

Menyerahkan laporan pajak.. ^terimakasih pak azwir atas bantuannyaaahh..

 

Dan menuju Kodim 0411 meneruskan laporan tanah ntu..

 

Berhenti makan siang di bakso lapangan tembak, dengan pilihan menu tongseng sapi..

Yang jujur saja.. sebenernya masih lebih enak tongseng sapi buatan bu totok.. saiiang bu totok Cuma buat tongseng kalo ada pesenan pengajian..

 

^nanti syukuran rumah, pesen tongseng bu totok sajah laaahhh..^

 

Laluuu..

 

Perjalanan berlanjut ke bandar lampung..

Niat awalnyah mau ketemu pak tatang dan pak ketut (pegawai pengawas di disnakertrans propinsi), untuk koordinasi upacara K3 ituh.. tapi merekanyah masih dalam perjalanan dari GGPC, baru selesai memberikan pelatihan..

 

Akhirnya ketemu dengan, pak siapa ya.. ^seniorku kuliah sepertinyahhh..^

Menyampaikan putusan perkara ketenagakerjaan..

 

Menghubungi APINDO belum ada yang angkat.. niatnya mau ambil SK Gubernur tentang UMK Kabupaten Lamteng dan Kota Bdl.. :(

 

Jadi, diputuskan mau pulang sajah..

 

Oia, karena inget waktu itu mas ichsan dari telkomsel mau kasih kalender.. ^gratisan^ jeng asti ini nelpon ke hapenya.. ga aktip ternyata sodara-sodara..

 

Jadi nelpon ke mas husain.. ^dari telkomsel jugah..^

 

Beliaunya baru pulang jam 5 dari tanjung bintang katanyahhh.. ^sad mode ON^

 

Akhirnya mobil melaju kembali ke arah pulanggg.. dan saiia sedihhh.. karena beberapa urusan tertunda..

 

Tak disangka-sangka ^gaplokin asti dan bahasanya yang aneh ituhhh^

 

Pak iwan dari APINDO telpon, SK nya sudah adaaaaa!! Ciaaatttt.. mobil langsung putar araaaahhh.. setelah ambil SK dan basa-basi sedikit.. iseng saiia coba telpon mas husein lagih.. karena kantor APINDO dan Grapari Telkomsel kan sejalan.. ternyata sudah ada!!!

 

Jadilah.. saiia mamfir ke kantor telkomsel..

^durudududududu.. menyanyi ga penting^

Ternyata saaiia dapet tidak hanya kalender 2009.. khi3 senangnyahhh.. :mrgreen: ada kalender mejah, trus agenda 2009!! ^pasti berguna bgt buat saia yang senang sering disuruh menulis inihhh.. hmm.. trus dapet travel bag.. ^yang awalnya saiia kira Cuma travel bag sajah..^ ternyata ada payungnyahhh.. trus ada kaos 2, warna item dan warna putih.. trus ada gelasnyah.. apa ya namanya.. gelas untuk minum kopi, dan menjaga kopi tetap panas ituh looohhh.. ^duuuhhh.. sementara ini saya isi wedang jahe..^

 

Saiia jadi amad sangat terharuuuuu… ^menangis terharu^

 

Teriimakasih banyak ya mas husaiiinnnnn.. xoxo

 

PS. Kalo mau beli Black Berry bisa lewat mas husain jugah loohhh.. ternyata di telkomsel ada sistem nyicil beli BB.. segala model..

 

Nahhh.. kamu2 yang pengen bgt punya BB tapi belum ada dana sebanyak harga BB ituhhh.. bisa nyicil kok.. saiiang saiia belum sempat scan pengumumannyah.. dan tentunya minta izin dulu sama mas husein untuk menampilkan alamat imel beliaunyahhh.. kalo di lampung, bisa ke grapari di villa citra, minta ketemu sama Pak Husain.. nah.. kalo diluar lampung, mungkin bisa langsung ke grapari terdekat yaaaaa.. :mrgreen:

UMK (untuk) Kabupaten/Kota se-Lampung

Fuuuiiiihhh,, baca koran lokal berapa hari terakhir,, isinya tidak jauh-jauh dari penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota,, ini dia angkanya:

 Daftar UMK Lampung tahun 2008

Untuk upah minimum yang diberlakukan di perusahaan tempatku bekerja,, *UMK ini diberlakukan untuk karyawan masa kerja “nol” tahun dan “nol” pengalaman*,, sesuai dengan SK Gub. No. G/68/B.VII.HK.2008, ternyata tepat seperti perkiraan Dewan Pengupahan Kabupaten Lampung Tengah (DPK LT),, syukurlah,,

Sayangnya, UMK Bandar Lampung yang ditetapkan melalui SK Gub. No. G/72/B.VII.HK.2008 menuai protes dari banyak pihak,, meskipun, penetapan upah tersebut sudah lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Namanya juga banyak pihak yang terlibat,, pasti akan slalu ada yang kecewa,, besar atau kecil,, tetap akan selalu saja kurang,, dan bukankah,, memang sifat dasar manusia yang tidak pernah puas??

Nahhh,, berhubung diperusahaan kami,, sudah ditetapkan sejak bulan januari,, *dengan menggunakan perkiraan dari DPK LT, yang ternyata tidak meleset,, jadi tidak perlu penyesuaian ulang* buat teman2 HRD yang perusahaannya baru mau memberikan dengan cara di-Rapel,, selamat sibukkkkk,, *ngurusin penyesuaian* dan buat yang menikmati rapelan itu,, selamat ya gaji baru nya,,

*berapapun nilainya,, kalau kita bersyukur,, niscaya nikmatnya akan ditambah,, amien ya rabb al alamien,,*

Sosialisasi RPP Jaminan Kompensasi PHK

*serius mode ON*

Beberapa hari yang lalu,, saya ikut acara Sosialisasi Rencana Peraturan Pemerintah mengenai Jaminan Kompensasi PHK,, nah,, beberapa hal tentang sosialisasi tersebut saya coba tuangkan dalam posting ini,, sekedar berbagi ilmu dan informasi,,

1. RPP Program Jaminan Kompensasi PHK
a. Sebelumnya pernah ada konsep lain mengenai RPP tentang
Perubahan Perhitungan Uang Pesangon dan Perhitungan
Uang Penghargaan Masa Kerja, akan tetapi akhirnya hanya
1 konsep saja yang akan diajukan untuk diberlakukan.

b. Konsep sebelumnya adalah konsep yang menganut
maksimal 5 kali PTKP sebagai dasar acuan penghitungan
Pesangon dan Penghargaan Masa Kerja.

c. Untuk RPP mengenai Program Jaminan Kompensasi PHK
yang baru hanya mewajibkan pengusaha untuk
menyetorkan minimal 3% dari PTKP Pekerja kepada salah
satu dari lembaga berikut ini:
* PT Jamsostek
* Perusahaan Asuransi Jiwa
* Dana Pensiun Lembaga Keuangan.

d. Konsep Perhitungan Nilai Kompensasi PHK tetap mengacu
pada ketentuan UU 13 tahun 2003.

e. Dimana pada akhirnya nanti jumlah yang dapat diambil pada
Dana Cadangan adalah sebesar 5 x PTKP dari pekerja yang
bersangkutan, sehingga kekurangan dana atas nilai
Kompensasi PHK atas diri Pekerja adalah masih merupakan
tanggung jawab pengusaha.

f. Pada Dasarnya Konsep tersebut hampir sama dengan
Konsep Dana Pensiun.

2. Tanggapan APINDO
a. Tidak Setuju untuk diberlakukan, mengingat eksistensi
pengusaha kecil yang baru memulai usahanya, maka dirasa
sangat memberatkan bila harus menyetorkan minimal 3%
dari 5 x PTKP sebagai Dana Cadangan.

b. Pengelolaan Dana Cadangan selanjutnya dikelola oleh
Lembaga lain yang lebih profesional selain Jamsostek,
mengingat kemungkinan bahwa jamsostek hanya akan
memberikan pengembangan yang lebih kecil dari pada suku
bunga pinjaman terhadap bank.

3. Tanggapan Dinas & Akademisi
a. Setuju untuk segera diberlakukan.
b. Pengelolaan Dana Cadangan selanjutnya dikelola oleh
Jamsostek, mengingat selama ini jamsostek telah
menunjukkan hubungan baik dengan Pengusaha dan
karyawannya melalui beberapa program yang telah
diselenggarakan oleh Jamsostek, akan tetapi perlu diberi
catatan bahwa jamsostek akan memberikan laporan secara
terbuka mengenai pengelolaan tersebut.

4. Tanggapan dari SP/SB
a. Setuju untuk segera diberlakukan karena dapat memberikan
jaminan pelaksanaan pemberian pesangon untuk Karyawan
yang terkena PHK.
b. Pengelolaan Dana Cadangan selanjutnya dikelola oleh
Jamsostek, mengingat selama ini jamsostek telah
menunjukkan hubungan baik dengan Pengusaha dan
karyawannya melalui beberapa program yang telah
diselenggarakan oleh Jamsostek.

5. Kesimpulan
Dari hasil Sosialisasi RPP tersebut, PT Gunung Madu
Plantations sebenarnya tidak akan mendapat pengaruh yang
terlalu besar, karena PT GMP telah memiliki lembaga pengelola
Dana Pensiun secara tersendiri, sehingga Tidak Wajib
membentuk Dana Cadangan.

Nah,, menurut pendapat anda sendiri,, bagaimana??? silahkan tinggalkan comment disini:

*nunjuk ke bawah* :D

Hitung Lembur

Kmaren Ada yang nanya via telfon: “Bagaimana perhitungan upah lembur seharusnya, terutama terkait dengan implementasi UMK (sesuai dengan UU 13/2003 jo Kepmen 102/2004)?” nah,, saya terlanjur janji mau jawab tertulis,,

niy saya mencoba menjawab pertanyaan & seputaran topik tersebut sebagai berikut (sudah melalui proses bertanya dan membaca kesana-kemari):

1.Merujuk pada UU 13/2003 pasal 88 pemerintah berwenang menetapkan kebijakan perihal upah (UPAH YANG NORMATIF), salah satunya adalah UPAH MINIMUM.

2.Merujuk pada kepmenaker 01/99 dan 266/200 Upah minimum terdiri dari :

a.UMP & UMSP untuk level propinsi. (UMSP = Upah minimum sektoral propinsi).
b.UMK & UMSK untuk kabupaten / kota.
c.Korelasi antara UM dan sektoral adalah sektoral harus lebih tinggi 5 % dari UM.
d.Korelasi antara UMP dan UMK adalah UMK harus lebih tinggi dari UMP.
e.Pengusaha dapat menggunakan UMP bila dikabupaten / kota tersebut tidak ada ketentuan UMK dan sebaliknya pengusaha wajib menggunakan UMK bila ketentuan UMK ada di kab / kota tsb.

3.Definisi Upah minimum berdasar kepmen adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap.

4.Merujuk pada UU 13/2003 pasal 94, komponen upah (minimum) boleh terdiri dari upah pokok (paling sedikit 75%) + tunjangan tetap.

5.Sedangkan definisi tunjangan tetap sesuai penjelasan UU 13/2003 adalah tunjangan yg pembayaran dilakukan teratur dan tidak dikaitkan dengan kehadiran atau pencapaian prestasi kerja.

6.Tunjangan kehadiran misalnya, bila tunjangan tsb dikaitkan dengan kehadiran maka statusnya adalah tunjangan tidak tetap dan tidak dapat dimasukkan / dihitungkan sebagai bagian UMP.

7.Karena upah minimum mempunyai keterkaitan dengan nilai upah lembur, ada baiknya perlu juga kita ulas. Berdasarkan pengalaman yang saya ketahui beberapa perusahaan menerapkan penggajian dengan berbagai versi , misalkan nilai UMK adalah 1.000.000,- misal:

a.UPah Minimum Rp 1jt, tak ada tambahan lain, maka upah lembur Rp 1 jt/ 173
b.Upah Minimum terdiri dari :(UU 13/2003 pasal 94 jo Kepmen 102/2004 pasal 10 ayat 1)
* Upah pokok Rp 750.000,-
* Tunjangan tetap Rp 250.000,-
NIlai lembur per jam adalah 1 juta / 173
c.Upah terdiri dari :
* Upah pokok Rp Rp 750.000,-
* Tunjangan tetap Rp 250.000,-
* Tunjangan tidak tetap / transport @ 10.000/
hari x 26 = 260.000,-
* Total upah = 1.260.000,-
Nilai lembur per jam boleh 1.260.000 X 75 % / 173 bila hasilnya lebih tinggi dari contoh b tadi. Hal ini berdasar pada Kepmen 102/2004 pasal 10 ayat 2.

8.Upah minimum dan penghitungan lembur yang tak ada dasarnya yang sering diberlakukan oleh perusahaan adalah, misalkan UMK Rp 1 juta.
* Gaji pokok Rp 600.000,-
* Tunjangan tetap Rp 150.000,-
* Tunjangan transport @ 10.000 x 25 hari = 250.000,-
Perhitungan upah = 750.000 / 173.

Hal yang melanggar adalah :
* Seharusnya upah pokok minimal
1 jt X 75 % = Rp 750.000,-
* Tunjangan tetap adalah
UMK – Upah pokok = Rp 250.000,-
* Tunjangan trasport tidak boleh dikaitkan dengan
upah minimum karena tunjangan transport adalah tidak tetap
dan sesuatu yang NON NORMATIVE.

Demikian, mohon maaf bila penjelasannya melebar.

Akhirnya,, Nilai KHL untuk Lampung Tengah Final Juga,,

Penentuan UMP (Upah Minimum Propinsi) dan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota), tidak terlepas dari peranan hasil survey Dewan Pengupahan, atas Komponen KHL (Kebutuhan Hidup Layak),,

Kalau harus dituangkan dalam berita,, layaknya berita dikoran,, sepertinya,, sudah banayk wartawan yang mengulasnya,, akuw,, memilih untuk cerita saja,, barangkali lebih enak dibacanya,, (gaya bgt!!!)

Begini ceritanya,,, :D Setelah berkali-kali survey pasar,, dan rapat-rapat lagi,, tanggal 21 november 2007, nilai KHL lampung tengah untuk taon 2008 keluar juga,, angkanya Rp.650.000,- (enam ratus lima puluh ribu rupiah),,

Ada yang bilang angka segitu keccilll,,
>>christian,, mantan HR executive nya Pakuwon Group,,
>>mas rayyan,,Sharing Vision,, (kmu bilang kecil kan mas??)
>>christy,,
>>PUK SP/SB dari Kabupaten/Kota Lain,,

Ya,,sebenarnya tergantung juga kita ngelihatnya dari segi mana, ya kan???
Soalnya yang bilang gede juga banyak,,
>>pak guna,, my boss
>>pak soewondo,, ketua APINDO Lampung tengah,,
>>pak tri angkasa,, sesama anggota Dewan Pengupahan Kab. Lampung Tengah,,

Memang siy,, angka tersebut cukup tinggi,, secara inflasi tahun ini sampai november nilainya 7% doank!!!! Jadi knaikan KHL tahun ini,, prosentasenya skitar 17 % dari tahun lalu,, yang jumlahnya 545.455,, jadi knaikannya 2 kali inflasi lebih!!!!

Dengan angka 650.000 saja, Dewan Pengupahan Kab. Lampung Tengah masih dikira “main mata” dengan SP/SB nya,, padahal survey benar-benar kita lakukan,, lha mbok coba,, di daerah lain yang ditinjau,, barangkali saja,, metode survey nya yang tidak pas,,

Sebagai informasi,, KHL dibeberapa daerah skitarrrr,,,
Lampung timur = 666.000,-
Way Kanan = 680.000,-

Bayangin dunk impact nya ke industri,, upah itu kan bukan hanya 1 komponen saja,, knaikan upah akan mempengaruhi juga komponen-komponen lainnya seperti:
-Overtime/lembur,,
-Pajak Penghasilan
-Asuransi
-Jamsostek
-Dana Pensiun
-dll yang merupakan tanggungan perusahaan atas upah pekerja,,

Padahal yang ditanggung perusahaan kan bukan Cuma Upah itu sendiri,, masiy banyak yang lain,, seperti,, kenaikan BBM untuk industri,,
Kalo Upah terlalu tinggi,, perusahaan gak sanggup bayar,, kemungkinan terburuk,, perusahaan tutup,, karyawan nganggur lagi semua,, nah,,
Kalo Upah terlalu rendah,, karyawan ga ada yang mau kerja,, jadinya,, malah akhirnya perusahaan tutup juga,, nah,, repot juga kan???

Mestinya hal ini juga disadari secara penuh oleh karyawan & pengusaha,, upah itu,, jangan terlalu rendah,, namun tidak juga terlalu tinggi,,
Coba deh pake prinsip win-win solution,, kalo sama-sama enak,, iklim usaha bagus,, karyawan pun tenang,, betul tidak????

Prinsipnya,, kedua belah pihak,, jangan mempertanyakan haknya terlebih dulu lah,, lihat dulu,, apakah sudah memenuhi kewajibannya terhadap pihak lain???