Menikah, Jarak Jauh,, Mungkin kah??

>>maksudnya bukan akad nikah jarak jauh,, itu siy jelas gak mungkin dilaksanakan,, dengan teknologi secanggih apapun,, tidak terpenuhi rukun nikahnya,,

>>kalo yang ini maksudnya,, setelah menikah tinggal jarak jauh,, si suami dimana,, istrinya dimana,, dan baru ketemu setelah jangka waktu tertentu,, dan ketemunya pun biasanya dalam tempo yang sangat singkat,,

Meskipun sebenarnya, menurut agama islam,, keluarga itu harusnya kumpullll,,, karena takut malah jadi membawa efek negatiff,, mjisalnya,, suami selingkuh,, atau istrinya yang selingkuh,, anak-anak keteteran,, jarang ketemu orang tuanya,,

Kalo akuw pribadi siy,, sebenernya pengen jadi ibu rumah tangga yang baikk,, membuat sarapan untuk suami,, menyambut suami dikala dia pulang kerja,, dan menjaga anak2 dari godaan jaman,, hahahahahahaha,, tapi melihat kepada kebiasaan belanjaku yang teratur,, (hehehehehe) kok rasanya kasihan suamiku kalo harus membuat pos belanja istrinya dari kantongnya,, jadi,, lebih baik kalo belanja pake uang sendiri kan???
(setidaknya untuk saat ini)

Kupikir,,, sejauh apapun terpisahnya,, asalkan dekat dihati kan gak papa,, saling mendoakan dan saling menjaga kepercayaan,, mudah-mudahan keluarga tetap aman, dan tentram,, tapi tetep aja,, LEBIH DEKAT LEBIH BAIKKKK,,,

Beberapa alasan dan pendapat yang berhasil saya himpun,,
(lagaknya kaya’ jurnalis profesional 😀 )

“suami-ku kan emang kerja disana,, akuw pun mesti kerja dsini,, klasik siy,, tapi kita perlu uangnya untuk masa depan yang lebih baik,, dan sementara waktu emang belum bisa pindah kerja”
>>seorang teman yang tidak ingin disebut namanya,,
Ok,, namamu ga ku tulis niy,,

“malah enak,, kan pas ktemu malah jadi tinggal “kangen” aja bawaannya,, mau marah, syang,, kan waktu ktemunya Cuma bentar,,,”
>>ina, temen kantor,, just married,, dia di 90 km dari kota bandar lampung,, dan suaminya di bangka,,

“sekarang kalo mas artha ngalah disini pun,, mau apa? Malah menutup kariernya,,”
>>mba indy, dokter gigi dikantorku yang ktemu suaminya yang baru saja menyelesaikan S3 di UI,, “selamat ya,, udah jadi Pak Doktor nya Dokter dunk,,” paling cepet sminggu skali,, sekarang sang suami jadi guru besar di sebuah perguruan tinggi swasta yang cukup ternama di jakarta,,

“kumpul ga kumpul asal makan”
Mba uut,, karyawan baru accounting, pada sbuah obrolan stelah shalat dzuhur di mushalla kantor,,
Masihkah sama dia mba? Atau sudah mencari yang lebih dekat???

“alhamdulillah mas ali bisa pindah kerja,, meskipun masih jauh,, setidak-tidaknya,, tidak sejauh dulu,,”
>>mbaQ ayudan mas ali,, yang slalu berusaha mendekatkan diri,,

“mendingan salah satu ngalah,,”
>>bulik ties,, yang akhirnya ber2 suaminya dapet kerja di Riau,,

“gak usah neko-neko, namanya istri itu ya harus ikut suami,, rejeki itu sudah Gusti Allah yang atur”
>>nasehat mbah bu dan mbah ko untuk mamah & bapakkuw,,

Jadi,, menurut kamu gimana???

Iklan

17 pemikiran pada “Menikah, Jarak Jauh,, Mungkin kah??

  1. Menikah jarak jauh…… NI BARU CERITA SERU !!!
    ya… dalam kenyataan rata-rata seh OK didepan… lambat laun ya agak runyam juga.. secara individu aku sebagai pria ya OGAH aslinya kalo dah meried trus istrinya ngabur jauh.. kan pernikahan juga sesuatu hal yang diagungkan dan dibanggakan.. tapi kalo ke-2 pihak Ok ya..semuanya akan baik-baik juga, karena sejauh ini baek-baek aja khan ??
    ya.. i hope everthing is okay lah.. tapi yang penting kedua pihak dibutuhkan pengertian dan konsekuensi yang tinggi buanget.. he…he…he..

  2. Ada dua kebutuhan hidup manusia, terutama yang sudah berkeluarga: kebutuhan lahiriah dan batiniah. Kebutuhan lahiriah menyangkut sandang, pangan, papan dll deh. Kebutuhan batiniah berupa kebutuhan beribadah dan biologis.
    Nah, yang biologis ini yang gak bisa diajak kompromoi kalo lagi butuh. Kalo suami-isteri berjauhan (jarak dan waktu) mau ketemu susah meluangkan waktu karena gak bisa izin, waktu libur sehari gak cukup. Makin lama kerinduan kian memuncak, kebutuhan biologis pun makin tak tertahan. Kalo sudah begini gimana? Biasanya suami yang gak tahan. Yang punya duit cari “jajanan”, yang gak punya duit cari selingkuhan. Kalo dua-duanya gak bisa gimana? Temanku di Bandar Lampung bilang “terpaksa deh ‘sex swalayan’..” (aku gak tau maksudnya he…he…he..) mungkin kamu tau?

  3. mmmmm…menikah lalu tinggal jarak jauh…
    sebuah topik yang dibicarakan banyak orang yang sedang dalam tahap pra-pernikahan….

    memikirkan masa depan. ga akan ada habisnya….benar bukan????
    lulus kuliah, cari kerja atau bikin usaha sendiri atau mungkin cari kerja ngumpulin modal baru bikin usaha sendiri.
    itu adalah mimpi sebagian mahasiswa.

    eits tapi ada yang bermimpi,,,
    langsung menikah….

    lalu mereka berfikir….kalau aku nikah nanti gimana ya???
    aku kan pengen lanjtin S2 di luar, aku kan pengen kerja, pengen jadi ini itu dan sebagainya dan sebagainya.
    ada banyak sekali mimipi di benak

    nah pertanyaannya?gimana kalau habis nikah terus langsung pisah???
    waduh
    eits maksudnya bukan “pisah” beneran. tapi tinggalnya jauhan..

    yah…terus apa artinya pernikahan kalau kita jauhan terus.
    menikah itu kan menyatukan dua insan manusia dalam sebuah ikatan suci. menikah itu kan membangun keluarga. memang sih jamannya sudah on line.
    tapi kasih sayang itu akan lebih terasa indah apabila kita bisa bertatap muka secara langsung, bisa bersentuhan secara nyata, bukan di dunia maya.

    jadi, kalau ambisi kita masih banyak. kalau aku si…mending kita rencanain dulu hidup kita yang matang. buat beberapa rencana jadi kalau plan A ga terlaksana masih ada plan B. dan seterusnya.

    kalau kita sudah memutuskan undtuk menikah berarti kita sudah harus siap dengan konsekuensinya. ingat, konsekuensi itu bisa kita bayar dengan mendapat kebahagian dunia dan akhirat loh.

    jadi intinya kalau sudah menikah ya sebaiknya sama sama saja.
    takutnya menimbulkan fitnah, atau hal-hal yang tak diinginkan.
    kalau bareng-bareng kan enak. hemat biaya, dan bisa lebih sering sayang2an.
    apalagi kalau sudah punya anak. nah, anak itu butuh kasih sayang dari kedua orang tuanya kan???

    well, these just my opinion.

    sall

  4. halo mbak, apakah saya mengenal Anda? sepertinya tidak..
    ikut komentar dikit ya…
    beberapa orang di dekatku, setelah menikah, tinggalnya berjauhan…. temenku yg barusan nikah, suaminya balik ke mesir, dianya di indonesia. tapi sepertinya memang banyak yg seperti itu. apalagi tentara2, beberapa diantaranya ada yang mendapat tugas jauh.
    salam ASSALAAM.. he

  5. ngerasain si, suami s2 diluar, ditinggal 8 bulan (banyak ibadah biar bisa menjaga hati dan menahan rindu biar ampir tiap hari chat), pas suami balik ndak terpikir gimana jalanin sisa 6 bulan lagi tanpa dia (dia harus lanjutin s2nya), tapi memang berat, kalo bisa sama2 aja.

  6. Ping balik: Is He the One? : Jodoh Part V « la vita e bella

  7. Malam pertama jarak jauh lebih seru donk, caranya pasang nada getar pada Hp anda, tempelin pada bagian sensitif anda, suruh pasangan ada call, jangan di angkat tuh Hp-nya.
    Selamat mencoba, he..he…he…

  8. wah…sy jg ngerasain itu. Berat sich apalagi kemarin dah sempat bersama selama hampir 1,5 tahun setelah nikah.
    Berat di ongkos, berat di hati tapi gimana lagi belum ada pilihan lain…ya…semoga suami bisa segera pindah mendekat…

    ratutebu: *ikut mendoakan* 🙂

  9. nice article, saya juga hendak begitu. saya sudah berwiraswasta dan nyambi sekolah lagi di jogja, calon istri ketrima pns di jakarta, mudah2an bisa berbagi dengan sesama pasangan nikah jarak-jauh.

    kita takkan bisa menebak2 sebuah masa depan, toh ndak ada alesan kuat atas sebuah usia yang kita miliki, seandainya memang harus berkorban dengan jarak, semua pasti nanti akan terbayar dengan indah..

    bukannya cinta itu adalah berkorban?.

      • hari ini, sudah tepat 5 bulan saya menikah. isteri masih di jakarta. saya masih di jogja. tidak ada yang perlu ditakutkan. toh justru ketika setelah berpisah sekian hari, lalu bertemu lagi. rasanya masih sama seperti ketika pertama kali “apel” ada deg2annya gimana gitu.

        alhamdulillah sudah berjalan 4-5bulan juga kandungan di perut isteri saya, doakan saja mudah2an awal2 tahun isteri diijinkan mutasi ke kota jogja.

        yang penting, menikahlah dulu. maka masalah kekhawatiran2 yang tidak beralasan itu akan tersapu oleh senyuman kekasih kita. (kekasih yang sudah resmi) hohihihihihi

  10. Buat yang belum menikah,……

    Cari aja yang deket-deket.
    Jauh-jauhan itu berat dan sudah.
    Bener kata mertua “itu mereka, bukan kamu” (mereka-mereka mungkin bisa tapi kita belum tentu bisa dan kebukti…

    Super BERAT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s