Memaknai Hidup

*Serius Mode ON*

Beberapa hari terakhir aku berpikir tentang hidup, dan kehidupan itu sendiri. Banyak hal dalam hidup yang diluar kendali kita,

Jadi inget cerita Pak Guna, sewaktu beliau pulang dari pelatihan ESQ, sesuatu tentang GOD SPOT dalam diri kita.

Sempet juga berdebat sama seseorang, tentang hidup, cobaan, dan kegagalan yang seharusnya kita pandang sebagai sebuah pembelajaran.

***
Akhir2 ini, banyak yang ngasih kepercayaan ke aku, banyak temen yang berbagi pengalaman hidup ke aku, yang ngasih aku kesempatan untuk belajar, tanpa harus mengalaminya:
1. Ekhwan S. “tetap semangat, cerpennya bagus loh!!”
2. Achmad Kuple,, “bner mad,, kadang rencana yang udah kita buat, ga berjalan sesuai yang kita mau”

Beberapa tulisan yang mengubah pandanganku terhadap hidup:
1. Mba Ade,, thanks ya mba,, tiap hari aku masih ketempatmu,,
2. izza,, di blog yang lama, ato pun di account barunya,,

well,, banyak sebenernya,, Cuma ga mungkin disebut satu-satu,, *mengutip dari perkataan mba puak disini* aku bukan apa-apa tanpa campur tangan tuhan.

Sekarang, apapun yang terjadi dalam hidupku, aku berusaha menerima hasil akhir nya, apapun itu, dan mensyukurinya..
Bukan patah semangat seperti yang orang bilang, aku tahu, hidup gak kan berhenti disitu, tapi aku tetep bersyukur dengan apapun yang aku dapet hari ini, masih bisa berangkat ke kantor, tersenyum, makan mie goreng favoritku, dan banyak hal lain yang aku syukuri.

Well,, beberapa memang tidak sesuai dengan rencana, dokumen yang belum selesai karena ada meeting mendadak, padahal tu dokumen besok mau dipake, nyatanyanya harus dilemburin, padahal malem ini pengen ntn dvd yang baru dibeli dan bobo’ cepet,,

Yah,, aku tetep bersyukur, mungkin ada hikmah dibalik semua ini, rencana Tuhan selalu lebih baik kan??

“Gimana kabarnya Sayang?” Tanya Bapak & Mamah sore tadi, melalui telfon.
“Alhamdulillah, baik..” begitu jawabku.

Iklan

12 pemikiran pada “Memaknai Hidup

  1. Dulu, Ade hanya punya rasa ikhlas yang sangat terbatas: sering bertanya “mengapa Ade jadi piatu diumur 40 hari, mengapa Ade kena leukima dan mengapa bukan orang lain yang kena, mengapa pacar Ade [yang dulu] menikah dengan sahabat Ade … dan seterusnya dan seterusnya” ternyata semua yang berat itu memberi Ade arti hidup yang sebenarnya, bahwa kita adalah milik ALLAH. NO one else than ALLAH.

    Dan kini Ade [alhamdulillah] diberi keikhlasan yang amat sangat tinggi nilainya… nikmat nya berkasih sayang dengan Allah.

    -Ade-

  2. Hmmmm yang lagi serius…
    Serius juga ah *pasang tampang serius*
    Suatu karunia yang luar bisa tatkala seorang hamba mampu merasakan segala yang diterimanya sebagai nikmat dari-Nya.
    Ada orang kaya tapi tidak bahagia karena tidak pernah menganggap hartanya sebagai nikmat, selalu merasa kurang.
    Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (14:7)

  3. Saya selalu beranggapan kalau hidup ini adalah sebuah film maha panjang, yg sebelumnya telah kita tonton sebagian klipnya dan kita pilih sendiri jalur ceritanya sblm turun kebumi, setelah itu kita dibuat lupa. Dan kemudian kita melakoninya sebagai pemeran utama, yg tentunya harus kita jalani dan nikmati sebaik2nya, krn pahit, asin, dan asem juga adalah salah satu kenikmatan selain manis, gurih, dan indah (mana ada sayur asem yg manis hehehe…)

  4. Mau tak mau
    apa yang bisa aku lakukan
    jika ia memilih untuk tak tinggal
    dan semua terus berjalan
    getirnya harus tetap kutelan
    dan aku sakit harus tetap bertahan
    dan semua terus berjalan
    mau tak mau kuharus
    melanjutkan yang tersisa
    meski semua telah berbeda
    dan tak akan pernah ada yang sama
    aku bisa memeluknya
    tetapi tidak hatinya
    ooo… menyakitkan
    semua telah dengan
    segenap hati kumerindunya
    tapi hatinya telah pergi dan
    telah lama mati
    semoga angin berhembus
    membawakan mimpi baru
    meski ku tau takkan pernah ada
    yang sanggup mengganti keindahannya
    for Ratu from Jagostu
    Tuan putri ratu senengnya membesar2kan lho.. kayak gitu kok bagus.. wakakkaka….but.. thanks banget dah dipuji.. bisa terbang neh ane ke awan.
    trus diatas tadi lok pengen denger ada di cabinet aku.. tau kan ?
    but yang penting Ratu sedang berkembang, cuman takutnya dah berkembang pada fase tertinggi jadi apa ya? ganti nama dong bukan Ratu lagi ? he..he..

  5. >>Mba Ade
    aku juga pengen bisa ikhlas yang se-ikhlas-ikhlasnya,, makasih ya mba,, dari baca tulisan2 mba ade aku juga banyak belajar..

    >>Warnetubuntu
    Alhamdulillah,, doakan slalu bgitu yaw*

    >>Mba nin
    Mudah-mudahan, kita smua bukan termasuk orang yang ingkar terhadap Nikmat-NYA ya mba,,

    >>CY
    *bingung* knapa jadi sayur asem ya?? :mrgreen:

    >>xizr82
    mm,, kyanya blum pengen ganti nama ah,, hohoho,, 😀

    >>elmawardi
    yupz,, SPAKAT!!

  6. Ping balik: Musibah Itu,, « Ratu Tebu Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s