Musibah Itu,,

Kmaren (15/01) akuw ikut rapat panitia resepsi pernikahan putri Pak Bambang, HP ku low batt, dan akhirnya mati, jadi sewaktu usai acara (pukul 22.30 wib) langsung pulang dan nge-charge HP,,
*entah knapa waktu itu hape gak kuhidupkan lagi, padahal biasanya HP terus2an aktif, mungkin karna kupikir aku mau langsung tidur,,*

Nyatanya,, sampai jam 01.00 dini hari (16/10) aku belum tidur,, dan baru tertidur usai menonton DVD baru, yang mestinya ku tonton kemarin,,

***

Paginya,, (16/10), jam stengah 6 pagi,, saat berjalan ke kamar mandi, baru aku teringat akan HP yang MATOT semalaman,, sambil mencabut charger, aku buru-buru menghidupkan HP,,

Suara SMS masuk berurutan,,

Bapakku HP                 02.23
Ibuku OK deh              23.15
Dan beberapa SMS lain,, notifikasi berita terkirim, dan YM ku,,

Pertama memilih untuk membuka SMS Bapak, seketika itu juga kakiku lemas dan tak mampu menopang tubuhku,,

“Baskoro dibegal, motornya diambil, lehernya di-clurit, kejadian perkara di depan mushola ± 50 meter dari tikungan menuju rumah, pukul 23.00 WIB, saat ini dirawat di Rumah Sakit Graha Husada.”

Air mata mulai mengalir deras,,

Membuka SMS dari Ibuku,,

“Baskoro kondisinya parah, mamah di RS, adik-adik yang lain dirumah, jahit luar dalam”

Suara tangis yang semula kutahan tak terbendung lagi..
Mamicha,, teman serumahku, berusaha menenangkanku agar tidak panik, tapi beberapa bayangan seram melintas saat aku berusaha menghubungi Bapak,, Mamah,, Bida,, tidak ada yang menjawab,, aku semakin panik..

Aku segera menghubungi Pak Wiwit,,
“Pak, saya izin tidak masuk kantor hari ini, adik saya.. dst.. dst”
Setengah meracau aku bercerita,, dan menangis..
*tapi Pak Wiwit memberi izin*

Lalu menghubungi Pak Win, mandor supir & kendaraan, minta bantuan untuk diantar ke Tanjung Karang,,

Bu Wiwit, menghubungi via telf, menanyakan duduk perkara, sambil menenangkan ku dengan suara lembutnya, “sama siapa pulangnya? Perlu ditemani?” begitu ucapnya diakhir telf,,
“tadi sudah telfon Pak Win, minta tlg dicarikan mobil, gpp bu, saya pulang sendiri saja” jawabku

***
Mas Andri, sopir yang dijanjikan Pak Win akhirnya datang..
2 jam perjalanan dari GMP ke Rumah Sakit tempat adikku dirawat, aku menangis, sebentar kemudian termenung,, lalu kembali menangis lagi,,

Beberapa sms ku layangkan,,
Ke Pak Guna,, minta izin tidak masuk kantor,, *beliau turut prihatin dan ikut mendoakan*
Ke Ibuku,, tidak mendapat jawaban,,
Ke Bu Giarti,, minta tolong kalo ada yang mencari saya, agar dicatat pesannya,,

Menelpon Beberapa orang,,
Kakekku,,
Ali,,
Dan beberapa saudara lainnya,,
Dan ketika terhubung ke bida, dia hanya menangis “mas bas mba..” dan tak sanggup meneruskan kata-katanya,,

Kekhawatiranku bertambah,,

Beberapa sms & telfon masuk,, menanyakan keadaan terakhir, berusaha menenangkan dan beberapa ikut prihatin dan menenangkan,, diantara nya: Mas Rayyan, Rina, Lilia, Dwew, Mba Ayu, Mba Budi, Ekhwan, dan Beberapa orang kantor lainnya.. (maaf yang tidak kesebut)

Sesampainya dirumah sakit,, om herman yang kebetulan ada didepan pintu RS, langsung berucap “405” aku berlari menuju lift dan menekan tombol lift dengan tidak sabar..

Saat lift membawaku ke lantai 4, mataku berkaca-kaca, aku mengusap air mataku, aku tidak ingin ibuku melihat aku menangis,, aku berlari menuju arah yang ditunjukkan perawat yang kutemui di koridor rumah sakit,, 401,, 402,, 403,, 404,, dan 405,,
sudah ada puluhan pasang sandal dan sepatu di depan pintu, aku menyeruak masuk, mencium tangan nya, Ibuku memelukku, adikku terbaring, meski tidak menangis, aku tahu dia kesakitan, aku tahu ada ketakutan dimatanya,, seluruh tetangga dari kampung menungguinya,, beberapa menggunakan seragam kantor,, beberapa masih mengenakan baju seadanya, karena menunggui sejak malam hari..

“Baskoro masih trauma, jangan sampai dia melamun, ajak ngobrol terus, dan jangan menangis”
“iya” jawabku.

“Lukanya sepanjang 12 cm, dengan kedalaman 1 cm, 27 jahitan” begitu keterangan dari dokter yang merawatnya.
“untung dia (baskoro) badannya gemuk, jadi tidak sampai nadi, dan tidak kekurangan darah” imbuh perawatnya,

Untunglah, kondisinya tidak kritis,, ternyata banyak orang yang mengasihi keluarga kami,, meski Bapak tidak bisa pulang dari Jakarta, karena kondisi nya yang sedang tidak sehat, ditambah padatnya pekerjaan dikantor,, kami bisa melewati musibah ini dengan baik,, terimakasih untuk semuanya,,
>>tetangga Gg. Langgar I s.d. Langgar VII (sampe bu Camat sgala)
>>temen2 kuliah Baskoro,, temen dari kampung yang lama,,
>>tmen-tmen kantor ku yang ikut peduli,, sms dan telfon dukungan dari kalian sangat berarti,,
>>tmen2ku yang lain,, Sampe Rina nge-bela2in dateng naik motor,, *ati2 na banyak begal*
>>Special Thanks: Pak Guna, Pak Wiwit & Bu Wiwit
Dan terimakasih buat semua orang yang ga mungkin disebut..

Meskipun ditaroh paling akhir,, tapi ini Yang utama dan paling utama,, terimakasih dan syukur kepada ALLAH SWT,,
Alhamdulillah masih melindungi nyawa Baskoro,,
Memberi Pelajaran yang sangat berharga,, untuk kami,, dan terutama Baskoro,, mudah-mudahan lebih berhati-hati,,
Bener kata Bapak,, “Jangan Mencintai Benda/ Mahluk lain melebihi ALLAH,,”

Mungkin karena selama ini Baskoro terlalu mencintai Motor Kawasaki Ninja RR nya itu,, kalo gak salah sampe dikasih nama “The Basing”,, sehingga mengurangi cinta nya kepada ALLAH,, untunglah ALLAH masih berkenan menegurnya,,

Mungkin itulah hikmah yang dapat diambil dari musibah kali ini,, mudah-mudahan kita semua dapat belajar dari pengalaman baskoro tadi,, tidak perlu mengalami sendiri kan??

Note:
Kondisi sampai dengan saat ini, secara fisik sudah baik, tapi Baskoro Trauma, dan masih tidak bisa tidur.. setiap kali baru tertidur,, ia bangun dan gemetaran,, mungkin mimpi buruk.. Mamah juga terus-terusan teringat darah yang mngucur deras dari leher Baskoro *mamah sempat memeluk Baskoro malam kejadian itu, saat Baskoro berlari pulang ke Rumah* hingga saat ini mamah pun belum bisa tidur dan tidak mau makan,,

Kejadian ini juga dimuat dalam Lampung Post, hari ini: 17 Januari 2008, halaman 2,, dengan Judul “Pulang Kuliah, Mahasiswa Jadi Korban”

Iklan

30 pemikiran pada “Musibah Itu,,

  1. Wah Mba,
    Mudah2an adiknya segera sembuh ya. Jaman sekarang memang banyak orang jahat, kita sudah baik2 juga klo memang nahas ya kena juga. **orgnya ketangkap ga….

    Semoga Baskoro segera pulih juga dr traumanya…

  2. ya ALLAH… itulah betapa napas ditangan ALLAH, yang tidak sakitpun bisa tiba-tiba ambruk, jadi Ade tidak perlu takut jika melihat musibah seperti ini. Kiat adalah milik ALLAH… dan kuasaNyalah yang terjadi. Jika Baskoro masih selamat itu semata mata karena DIa menginginkannya… bersyukur ya mbak.

    -Ade-

  3. >>for All
    trimakasih atas do’a dan dukungannya,, nanti mlm aku bilang ke Baskoro,, smoga adikku bisa melalui smua ini dengan baik,,

    >>indra
    kmana aja kok gak da kabarnya,, heeh lama tak berkunjung ya..

    >>tukangkopi
    heeh,, nanti diusahakan lgsg ke psikolog, setelah keluar dari RS,,

    >>Zee
    iya mba,, orang jahat ada dimana-mana,, WASPADALAH!!!

    >>Mba Ade
    hidup dan matinya seseorang memang hanya ALLAH yang tahu ya Mba,,

  4. uff.. sadis amat tuh rampok, apa harus pake baju besi semua ya kalo motoran jaman sekarang ini?

    Syukurlah masih selamat, harta kan masih bisa dicari, minta adiknya ga usah pikirin motornya yg hilang, yg penting orgnya sehat dulu.

  5. Pertama dengar kabar agak jengkel juga, empat lawan satu, tidak perlu sampai membegal seharusnya. Semoga mereka mendapat peringatan dari yang diatas.

    Alhamdulillah Mas Bas-nya nggak apa2. Mas Bas-nya harus selalu ditunggui.

    Salam buat Mas Bas.

  6. >> CY
    yahhh,, rampok memang kejamm & jahatt.. itu knapa dibilang PENJAHAT.. kita meningkatkan kewaspadaan ajahhh..
    yuppp.. terimakasihh.. doakan ya..

    >>suandana
    terimakasihh,, iya,, bner2 syukur alhamdulillah.

    >>Mas Rayyan
    terimakasihhh,, jadi ke lampung kah??
    *nunggu rombongan dari Bandung dateng*

  7. semoga Allah SWT tetap memberikan ketabahan pada keluarga besar Ratu.. semoga adik ratu cepat sembuhnya dan Ninja RR-nya cepet pulang juga.. kita doakan aja malingnya cepet insaf n segera bertobat and menyerahkan diri kepada pihak berwajib… kalo tetep ga mau bertobat ya biar semua ditangani Allah.. manusia wajib berusaha.. Allah yang menentukan akhirnya…

  8. ya Allah, ikut brduka ya mba, moga2 lekas sembuh. aku masih rada2 kaget, biasanya perampokan” gitu aku liat di tv doang, ngga nyangka bisa kejadian sama orang yg dekat dgn aku. yang kuat ya mba, kita semua bisa ngerasain apa yang mba rasain ko.
    salam buat ade mba

  9. @ninoy
    iya gpp, terimakasih, sekarang udah baikan kok,, udah dibuka jahitannya,, makasih ya,, salam knal juga *salaman*

    @ALL
    well buat smuanya,, baskoro bilang terimakasih.. aku juga terimakasih..
    mmm.. katanya bekas jahitan “kelabang” itu susah ilangnya ya?? ada yang tau ndak??

  10. syukur alhamdulillah klo udah sembuh, btw, motornya bisa balek gak?

    mmm.. katanya bekas jahitan “kelabang” itu susah ilangnya ya?? ada yang tau ndak??

    bekas luka bacokan gak perlu diilangin.. macho tuh hehehe.., ntar bisa jadi kebanggaan malah 😀

  11. @warnetubuntu
    motornya siy udah raib,, diikhlasin aja kalo itu sihh,,
    akuw dan adek perempuanku aja yang suka sedih gitu kalo liat bekas luka itu,, mungkin si,, bisa ngingetin baskoro supaya lebih hati-hati,, tapi denger2 katanya bisa jadi keloid juga ya??

    kan kasian,, *jahitan kelabang itu karena dokter jaganya kan bukan dokter bedah,, jadi jahitannya kayak resleting celana jeans* serreeemmm,, sayang fotonya gak ke upload,, ga tega juga liatnya,,

  12. Ping balik: lampung « apaan

  13. Ping balik: “Penting ya??” Penting BGT!!! « *La Vita e Bella*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s