Kejahatan Kartu Kredit dan hubungannya dengan Outsourcing

Maraknya kejahatan kartu kredit yang terjadi akhir-akhir ini, dengan cara-cara yang sangat beragam, sangatlah mengkhawatirkan,, terutama bagi para pemegang kartu kredit itu,, mesti waspada dan hati-hati,, beberapa cara yang digunakan diantaranya:

satu >>Pengakuan seorang mantan pelaku (sering disebut carder) di layar kaca beberapa hari lalu cukup mengagetkan. Lelaki muda asal kota gudeg yang wajahnya disamarkan itu mengaku beberapa kali berhasil memesan barang-barang mewah mulai dari laptop, kamera digital sampai kendaraan roda empat dari berbagai toko maya di luar negeri tanpa beranjak dari layar monitor kusam di sebuah warung internet yang terletak di gang sempit. Hanya bermodalkan secarik kertas berisikan beberapa nomor kartu kredit milik orang lain yang didapat dari seseorang hasil kenalannya di mailing list (milis), ia melakukan aksinya. Selanjutnya, dengan lancar ia pun membeberkan modus operandinya itu termasuk kerja samanya dengan oknum kurir dan aparat kepolisian untuk memperlancar proses pengiriman barang.

“Menurut Rommy Alkatiry (Wakil Kabid Informatika KADIN), penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain di internet merupakan kasus cybercrime terbesar yang berkaitan dengan dunia bisnis internet di Indonesia. Penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain memang tidak rumit dan bisa dilakukan secara fisik atau on-line. Nama dan kartu kredit orang lain yang diperoleh di berbagai tempat (restaurant, hotel, atau segala tempat yang melakukan transaksi pembayaran dengan kartu kredit) dimasukkan di aplikasi pembelian barang di internet.”

Sumber: RM Roy Suryo dalam Warta Ekonomi No. 9, 5 Maret 2001 h.12, sebagaimana dikutip disini

dua >>Mencuri data lewat telepon: yaitu misalnya dengan menelepon seseorang dan mengabarkan bahwa penggunaan kartu sudah mencapai limit. Si pemilik kartu tentu kaget dan komplain. Nah, komplain ini langsung disambar si penelepon dengan meminta nomor kartu dan data lain untuk dicek di databasenya, selain itu Jebakan hadiah juga sering berhasil menggaet orang untuk menyebutkan nomor kartu kredit miliknya.

ketiga>>Metode mutakhir yang dipakai di negara-negara maju adalah dengan menggunakan perangkat surveillance untuk mendapatkan nomor kartu kredit calon korban.

sumber dari berita ini (Lebih banyak lagi baca disini)

Diluar konteks ini,, satu hal yang perlu kita cermati adalah, sistem outsourcing yang terjadi di berbagai bank, terutama untuk marketing kartu kredit ini.

Seringkali ada seleksi recruitment untuk sales force credit card, yang mana kontraknya kepada Pihak Lain *tidak langsung kepada bank*, nah,, kalau sudah begini perlu dipertanyakan loyalitas karyawan outsource itu ke bank yang bersangkutan,,

Bukankah seharusnya outsourcing hanya digunakan untuk pekerjaan yang bukan merupakan pekerjaan utama?? Disini saya melihat perlunya bank untuk melihat kembali sistem outsourcing tersebut, masih aman kah??

“Bagaimana kalau data kita tidak sampai kepada bank?? Atau ada salinan lain dari data kita tersebut??” Duuuhhhh.. jadi takut ngebayanginnya,,

Beberapa tips yang mungkin dapat diikuti agar terhindar dari penipuan kartu kredit adalah sebagai berikut:

  1. Hati-hati dengan data indentifikasi kartu (nomor kartu dan masa berlaku)
    Identitikasi kartu bisa juga dijadikan sebagai alat verifikasi transaksi secara jarak jauh. Misalnya transaksi via internet atau telepon. Untuk itu berhati-hatilah dengan data identifikasi kartu Anda jangan sampai jatuh ke tangan yang tidak aman. Identitas kartu Anda bisa digunakan oleh pihak lain jika mereka mengatahui nomor kartu, masa berlaku dan PIN-nya.
  2. Hati-hati dengan data pribadi (tanggal lahir dan nama ibu kandung)
    Hal ini biasanya dilakukan dengan modus yang lebih canggih melalui telepon. Jika Anda menghubungi bank via telepon untuk bertransaksi, biasanya pihak bank akan menanyakan beberapa identitas pribadi, seperti tanggal lahir dan nama ibu kandung, untuk memastikan bahwa yang menelpon mereka adalah orang yang berhak akan kartu yang digunakan. Hal ini sebagai tindakan pengamanan standar untuk melindungi konsumen. Namun berhati-hatilah jika ada yang menelpon Anda dan mengaku dari bank lalu menanyakan identitas pribadi Anda. Ingat, dalam hal ini, karena mereka yang menelpon, maka Anda yang seharusnya membuktikan bahwa yang menelpon adalah petugas bank yang berwenang, bukan sebaliknya. Akhir-akhir ini berkembang modus penipuan dimana pelakunya menelpon pemegang kartu dan mengaku sebagai petugas bank lalu menanyakan sejumlah data pribadi dan identitas kartu. Jangan berikan data tersebut jika Anda yang ditelepon, akan lebih baik jika Anda menelpon kembali mereka ke nomor yang resmi yang tertera di kartu atau brosur resmi, bukan nomor telepon yang disarankan oleh penelpon gelap itu.
  3. Jangan menunjukkan kartu kepada orang yang tidak berkepentingan.
  4. Perhatikan kartu anda pada saat melakukan transaksi.
  5. Jangan memberikan fotocopy kartu kredit anda kepada siapapun kecuali 3 angka terakhir pada panel tandatangan dibelakang kartu anda sudah anda tutupi atau anda hapus.
  6. Jangan membuang struk belanja atau lembar tagihan anda dalam kondisi masih utuh, segera musnahkan struk dan tagihan anda jika sudah tidak diperlukan.
  7. Hindari transaksi online pada website yang tidak memiliki sertifikasi keamanan.
  8. Jangan menginformasikan data Kartu Kredit Anda kepada siapapun.

Wahhh.. gak nyangka postingnya sepanjang ini,, yasudahlah,, yang penting WASPADA!!! :mrgreen:

Iklan

21 pemikiran pada “Kejahatan Kartu Kredit dan hubungannya dengan Outsourcing

  1. I found your site on technorati and read a few of your other posts. Keep up the good work. I just added your RSS feed to my Google News Reader. Looking forward to reading more from you.

    Aaron Wakling

    ratutebu: wahhh,, asli bule ini,, :mrgreen:
    ehm,, thank u for visiting my page,,
    *duuuhhh,, mestinya bikin posting pake bahasa inggris ya??*

  2. thanks infonya yah mbak….
    ‘jadi inget pesen bang napi’ … 😛
    klo ini pesen mbak tebu..
    hihiihihi

    ratutebu: *membayangkan aku pake topeng bang napi* wuiiihh,, gak bgt deh!!! 😆

  3. Ratu,aq numpang ti2p pertany buat smua.masalah penipuan dgn meminta nmr rekening tabungan,cra kerja kejahatan mreka spt apa?setahu sy nmr rekening tanpa buku tab. n tnd tangan kita apa uangny bs diambil?makasih

    ratutebu: wahhh,, aku baru tau tu,, hmmm,, coba nti aku cari tau duluhhh,, ada yang tau kah??

  4. makasih atas postingannya yah.. heheh.. ridu kan cupu masalah kartu kredit.. nice info

    ratutebu: heh?? saiia juga sama saja cupu nya,, :mrgreen: well,, selamat membaca,, semoga berguna,,

  5. Ouw, bu…ini sih memang udah lama sebetulnya. Makanya, sampai sekarang Indonesia masih belum bebas dari black list beberapa toko online yang udah terkenal dan mapan.

    ratutebu: heeh,, ini juga kpikiran nulis karena ada sindikat pemalsu kartu kredit yang baru ketangkep,, trus menghubungkan dengan isu ketenagakerjaan (outsourcing terutama) well,, mudah2an bermanfaat.. :mrgreen:

  6. weiiisss lengkap begete infonya, tengkyu. Aku jd inget kartu kreditku, langsung 3 angka terakhir pada bel. kartu kututup pakek lakban he he ngefek ga tuh…
    lam kenal

    ratutebu: lah,, yang dilakban kan fotokopinya,, kalo di kartunya.. *masih bisa buat transaksi gak ya??* :mrgreen:

  7. aseeeekk….aseeeekk….aseeekkk..biar ga ketipu lg ma penipu yaaah menipulah sebelum ditipu.. (looh kok>>???) ga deng…tengkyuuu anyway for yr briliant info!!really helpful dear.. 😉

    ratutebu: ada semboyan: shalatlah sebelum dishalatkan,, nah,, kalo menipu sebelum ditipu,, baru denger,, hehehe,, :mrgreen: okelah,, mudah2an infonya berguna,,

  8. mampir lagi niy ratu tebu..

    btw macem2 aja cara orang buat mendapatkan data kartu kredit orang lain. sayangnya ada salah satu blogger “ranggawardhana.blogspot.com” yang memiliki ratusan data kartu kredit dan mempostingnya di blog miliknya. walhasil oleh Google, blog tersebut langsung ditutup.

    ratutebu: hah?? serius tu?? 😯

  9. yup.. bener..
    beritanya masuk di detik.com udah lumayan lama
    duuh Indonesia kok malah terkenal pintar dalam hal beginian
    sayangnya negara kita belum juga mengesahkan UU Informasi Teknologi dan E-commerce jadi Rangga Wardhana masih bisa bernafas lega

  10. Wah wah.. Ngomongin gratisan emang enak ya! Apalagi tips gratis. Mau tips gratis isi ulang pulsa, isi ulang 1 voucher ke banyak hp, nelpon lokal gratis pk telp umum, nelpon interlokal dan SLI tarif lokal via wartel+telp umum, TIPS GPRS GRATIS PAKE IM3, tips hacking duit lewat ATM dan kartu kredit. Semua ada di situsku berikut ini:
    http://profile.yuwie.com/pray88
    Sekaligus register ato sign up aja di situsku diatas lumayan 2000x dikunjungi situs yang kamu bikin kamu dapat $63 via check ato PAYPAL, ASYIK KAN..

  11. Wah… gue tersungging eh tersinggung neh…
    Gw tenaga keja salah satu Bank terkemuka di Indonesia loh.. hehehehe… Suer.
    Bagus jg sih info yang begini, supaya kagak ada lagi sistem outsourcing di negara kita ini.. Bener ga Mba Teb?

    ratutebu: just an opinion, dear.. jangan tersinggung yaaakkk.. :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s