# Belum ada Judul

Sebelum Baca Cerita Ini, baca:

#1 no title

#2  Perempuan Kedua

#3 Senja Diatas Kereta

#4 Kalah

#5 Belum ada judul 

Untuk kesekian kalinya, kita mereguk kembali kenikmatan itu, melepas rindu dan ah, sungguh laknat!

“I love you Bre” Bisikku lembut

“I love you too” Bisikmu sambil mengusap lembut punggungku. 

Kita terlalu lelah untuk membahas surat terakhir yang kau tinggalkan untukku, segala sesuatu tentang keinginan menikahiku bukan untuk kita bahas hari ini, atau setidaknya kuharap begitu.. 

“Sampai kapan kamu akan terus bertahan dengan pernikahanmu itu?”

“kau sudah tahu jawabannya Bre,,” Jawabku

“Plis, jangan manfaatkan anak-anak mu sebagai alasan”

“aku tidak memanfaatkan mereka Sayang, but they are,, mereka memang alasanku bertahan selama ini”

“lalu, kemana arah cinta kita ini?”

“sudahlah, kamu tahu itu, jangan bercanda lagi ah,,” aku mempererat pelukanku, seakan aku enggan untuk berpisah dengannya. 

Telepon genggamku berdering untuk kesekian kalinya,

Amelia, putriku

Sambil memberi isyarat agar tidak bersuara pada Bre, aku mengangkat telpon itu, 

“Ma, mau jemput jam berapa si? Udah bosen nunggu ni”

“Ok, sebentar lagi mama sampai, tunggu ya sayang” buru-buru aku mematikan telpon, dan bangkit dari tempat tidur. 

“Secepat itu?”

“Ayolah Bre, Aku ga mungkin bisa keluar rumah tanpa alasan kan?”

“Terus terang saja, aku masih ingin bersamamu, jadi kapan suamimu pergi keluar kota lagi?”

“dasar nakal,,” aku menyisir rambutku secepat mungkin dan memandang pantulan diriku dalam cermin

“cantik” pujimu

“sudahlah, jangan mulai menebar rayuan gombalmu lagi” kataku sambil memoleskan bedak dan merapihkan riasanku.

“kamu memang cantik Sayang” mau tidak mau aku tersenyum malu, bahkan suami ku sendiri tak pernah lagi memujiku, aaaarrrggghhh!!

Sudahlah, untuk apa memikirkan lelaki itu! Kalau bukan karena ketiga bidadari kecilku itu, aku tidak akan bisa bertahan melewati ini semua. 

“jadi sore ini langsung pulang ke Surabaya lagi?”

“besok pagi, nanti malam bisa ketemu?” ada nada putus asa dalam pertanyaanmu

“hmmm.. kita lihat saja nanti” lalu aku mengecupmu sekali lagi

“I love you so, Babe” Ucapmu

“I love you too Bre, tapi tolong ngerti kondisinya, okay?” Aku meraih kunci mobilku, dan bergegas pergi,

’sudah cukup terlambat, amel pasti ngambek’ pikirku saat melihat jarum penunjuk jam pada arloji ku. 

“Mama telat satu jam!!”

“Maaf sayang, jalanan macet”

“Amel Marah”

“hmmm,, padahal tadi mama pengen ajak kamu makan loh”

“Kemana?” aku tahu bujukanku pasti akan membuahkan hasil

“terserah kamu, kamu yang pilih, asal jangan marah lagi”

“okay kalo gitu,, hmmm,, kita ke Senayan aja gimana?”

“Boleh” 

* * 

Ughh! Hari yang melelahkan, aku tidak mungkin pergi lagi hari ini, sudah seharian aku pergi, dua bidadari kecilku yang lain pasti protes, dan Mas Angga, Suamiku mungkin akan curiga.

Meskipun, sampai jam 11 malam ini dia belum tentu pulang. 

Semua ini tentu takkan terjadi kalau saja Mba Mira tidak pernah muncul dalam kehidupan kami. Mba Mira dan Maria, Putri berusia 20 tahunnya tiba-tiba muncul di halaman rumah kami, mengaku sebagai istri pertama Mas Angga!! 

“Brengsek!” Ucapku setiap kali mengingat kejadian menyakitkan yang terjadi setahun yang lalu itu. 

Seharusnya aku tahu, 14 tahun aku dibohongi, selama ini aku merasa ditipu, kesetiaanku pada Mas Angga tidak ada artinya lagi, semua intrik kehidupan ini membuat jiwaku sakit, sampai saat pertemuanku dengan Bre.

note:

kalo ceritanya gak bagus,, ya maaph!! :mrgreen:

Iklan

34 pemikiran pada “# Belum ada Judul

  1. bagus ceritanya
    alurnya jelas
    n wenak tuk dibaca 🙂

    ratutebu: terimakasihhh,, 🙂 *terharu* well,, tidak semua orang berfikir begitu,, *nglirik komen dibawah* tapi gpp dinkkk,, ayo semangat!!!!

  2. Hmmm … Selingkuh emang penuh intrik, hik … hik … hik … Tak tunggu lanjutannya. Siiip !!!

    ratutebu: gak ada lanjutannya mba,, wong saiia cuma iseng,, hihihihi :mrgreen: nanti saiia buatin versi saiia sendiri,, bukan lanjutan yang nni,, masih mau baca kan ya??

  3. hmm.. such as a real story…. 😀

    ratutebu: sumprit bukan,, saiia kan sering mondar-mandir tempat si mbok venus,, trus,, pas tukang kopi bikin surat buat si mbok,, saiia jadi penasaran lanjutannya,, trus buat lanjutan versi saiia sendiri,,

  4. bagus koq, enak dibaca. Jadi kepikiran, ini judul novelnya kelak bakalan poligami vs perselingkuhan ya 🙂

    btw, lam kenal ya 🙂

    ratutebu: terimakasihhh,, *jadi terharu tiap kali ada yang bilang bagus* 😥

  5. hmmm…sebenernya lumayan, tapi menurut saya, bahasa dan gaya bertuturnya gak kawin sama cerita2 sebelumnya. chemistrynya gak dapet, jeng. dan …apa ya? menurut saya kurang seksi, jadi aura perselingkuhan, deg2annya, aroma bahaya dan pertaruhannya gak kebaca.

    ratutebu: baiklah mbok,, terimakasih,, *kalo gitu,, nanti aku ke penghulu dulu,, belajar ngawinin bahasa dan gaya bertutur* :mrgreen: nanti saiia coba lagi lebih baikk,,

    trus ini plotnya masih di sini2 aja, padahal saya berharap plot sedikit bergerak menjauh dari dua karakter utama, Bre dan Risha.

    ratutebu: jadi plotnya mau dikemanain ya?? 🙄 *bingung mode On*

    satu lagi, ratutebu masuk di karakter siapa nih? Risha-nya ya? walah, tabrakan duooonkkk..hueheheh..

    ratutebu: bnernya pengen masuk dari sudut pandang anak-anaknya,, tapi karena diposting under categories: 18 tahun keatas,, jadi ga jadi dehhh.. :mrgreen:

    tapi makasih banyak, anyway. much appreciated, jeng. ayo terus nulis *hugs*

    ratutebu: baiklahhh,, terimakasih kembali,, *hugs*

  6. apa critaku dulu yg tak kirim, dibuat kembali selingkuh lg aja ya! walau ia sdh tau tmn cwekny sdh menikah. he…!

    ratutebu: baiklah,, boleh saja,, silahkan,, nati tak kasih halaman kosong,, tapi kasih tau dulu kapan mau postingnya,, ok,,

  7. nambah dikit, saya gak bilang ini gak bagus lhoh. bagus, cuma gak kawin aja gitu.

    kalo di tukangkopi dan venus kan kebaca banget putus asanya mereka, kegilaan dan ketakpedulian mereka, sampe ke adegan yang paling hot juga nyambung aja. kebaca benang merahnya.

    yah, demikian, hihihi….

    ratutebu: heeh mba,, gpp kok,, aku ajah udah seneng,, kalian semua mau mapir sini,, terimakasih,, kalo masalah hot2an,, saiia memang ndak tau,, :mrgreen: tulisan ini bner2 proyek untung2an,, untung bisa nulis,, untung ada yang baca,, hihihihihi thanks anyway,,

  8. ceritanya bagus. tapi kurang ‘hot’ seperti yang ditulis simbok dan yudis. :mrgreen:

    tapi bagus lho.. saya aja belum tentu bisa bikin yang begini. 😀

    ratutebu: makasih,, 😀 emang urusan hot2an gitu saiia sama sekali ndak tau,, :mrgreen:

  9. ah hahaha… kok jadi kayak proyek Linux ya? Bikin ceritanya opensource gitu (alias keroyokan). Strateginya sih bagus, tapi resikonya ya spt yg dibilang Venus, gejolak emosi yg timbul dari kalimat2 terlihat beda dgn cerita sebelumnya. Risha yg disini terlihat ceria dan lincah (kyk kanjeng ratu kaleee.. hihihi). Ceritanya bagus kok, cuman beda di permainan emosinya, mungkin krn karakter penulisnya beda.

    *halah… siapa sih CY, sok menganalisa cerpen org. Cerpen sendiri aja amburadul kyk gerimis bubar.. hehehe…* 😀

    ratutebu: heeh,, ya mungkin emang gitu,, gpp kok,, emang belum bisa ngawinin cerita dan gaya bahasanya,,tapi terimakasih bnyk buat kritiknya,, saiia akan mencoba lagi,, semangat!!!!

  10. tukang kopi… bukan font ratu tebu yang diganti.. tapi options font browser anda diganti..
    ratu judul semuanya diganti jadi satu rumah BIARKAN KU MENCINTAIMU wakakakkakakakakka

    tapi sebelumya… selamat dulu buat ratu….
    Ucapanya ya.. SELAMAT aja deh hehehehhehe..
    ndak pandai merangkai kata2… thanks atas gak marahnya gara2 ga bisa bantu tadi pagi..

    ratutebu: apa nni?? BOTD no.6 ya?? haaaiiiiaaa,, gak nyangka,, pak BR ada di no.7,, biar ajahlah mau dibilang ngejer trepikkk,, atau apalah,, terserah,, hihihihihihi,, :mrgreen:

  11. aih menyambung cerita mbok venus dan tukang kopi toooh…
    Iya Mbak, kurang ngena, tapi oke kok.. saya belum tentu bisa bikin beginian… *bravo*

    ratutebu: heeh,, blum kawin gaya berceritanya,, hihihihi,,gpp kok,, :mrgreen:

  12. Usul nih.. gimana kalo Ratutebu bikin versi sudut pandang Arimbi-nya ajah?? Biar ga tabrakan ama Risha-nya Simbok Venus. Tus tar siapaaaa gitu bikin ala tokoh siapa lagi. Kan jadi lebi seru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s