Bahkan Menjadi Rumput-pun aku Tak Mampu

Sudah lama aku tidak datang ke rumah kecil ini untuk duduk sebentar dan menulis,,

Bahkan aku belum berjalan-jalan melihat-lihat tulisan teman yang lain..

Hiatus sementara itu bukan karena aku menghindar dari komentar teman-teman terhadap tulisan bersambungku sebelumnya,, dan juga bukan karena komentar tentang judul tulisanku yang katanya terlalu “menjurus” sebagai usaha untuk menjadi BOTD,,

Bukan..

Hiatus sementara itu kugunakan untuk aktifitas2 pembelajaran,,

Belajar tentang hidup,, 

Ikut ESQ selama liburan..Kamis,, jumat,, sabtu,, minggu,, empat hari berlalu,,

Rindu ingin menyentuh blog ini,, menuliskan sesuatu,,

Tapi kutahan,, aku sedang dalam tahap menuju *titik nol* melalui zero mind process,, menyucikan hati dari segala perasaan-perasaan kotor, kesalahan dan buruk sangka terhadap orang lain,, 

Lalu,,

senin,, selasa,, rabu,,Tiga hari ikut outbond begitu orang menyebutnya,, 

*** Ini satu pelajaran yang bisa kuambil ketika mengikuti outbond 3 hari kemarin,,

*masih banyak pelajaran dan nilai-nilai yang dipelajari dari outbound yang difasilitasi oleh BWS (Baca: Bee Wise.. Bina Wana Sarana)* 

Satuhal yang paling kuingat adalah pesan Mang Engkos,, sang project leader,,

Rumput ini memberi oksigen pada kita,, tapi apa yang kita lakukan terhadap mereka?? Kita menginjak-injak mereka,,

(apa rumput itu marah dan berhenti tumbuh?? Tidak,,)

lalu pantas kah kita merasa sombong???? Sedangkan menjadi seperti rumputpun kita tak mampu,,”  

Aku diam.. ya.. manusia sering sombong,, *merenung mode ON*

bahkan untuk menjadi seperti rumputpun aku tak mampu..

Iklan

17 pemikiran pada “Bahkan Menjadi Rumput-pun aku Tak Mampu

  1. Sombong bukan pakaian kita Sis … semoga kita bisa menghindar sejauh jauh kita mampu menghindar yah… I love you, nulis terus yah Asti, kita berbagi lewat tulisan tulisan kita, agar tapak kita jelas ada. I love you…

    ratutebu: iya,, terus menghindar dari kesombongan,, dan terus menulis tentunya,,

  2. bahkan membayangkan pun gw nggak mampu, sebenernya … ah sudahlah gw melow banget kalo baca kayk ginian, gw mesti kebawa merenung kembali dan ah gw kabooo r dech

    ratutebu: yahhhh,, kok kabur siii,, baca dulu dooonggg,,

  3. wah..
    mbak ratu sudah kembali..
    selamat datang kembali…
    iyah, terkadang kita suka merasa paling…
    malu kita sama rumput 😛

    ratutebu: bner bgt tuuuu,, setuju,, aku juga malu,, ayo bersama-sama berusaha memperbaiki diri,,

  4. Lho, ngapain jadi rumput? :p mending jadi manusia aja…bisa makan rumput…itu pun kalo suka. Hehe.

    ratutebu: saiia suka rumput mas,, tapi rumput laut,, itu juga kalo udah jadi es rumput laut,, :mrgreen: yummy,, hehehehe

  5. Tuhan menciptakan kita untuk menjadi khalifah di muka bumi ini, bukan untuk jadi rumput.
    Mbak Asti jangan kepingin jadi seperti rumput ya, soalnya nanti kalo “gondrong” dipotong deh ama Daeng Limpo

    ratutebu: terimakasih sudah mengingatkan,, maksud saiia disini,, mestinya kita malu,, rumput bisa seiklas itu,, sedang kita?? lihat,,, sudah pantaskah kita disebut sebagai khalifah?? dan menyombongkan diri karena diciptakan sebagai khalifah?? ayo tundukkan kepala kita,, minta ampun pada ALLAH,, kesombongan membelenggu hati dan pikiran kita,, belajarlah untuk ikhlas,, seperti rumput itu,, dan lihat,, kita belum mampu,, lalu,, bagaimana pertanggung jawaban kita pada ALLAH?? inikah khalifahNYA?? minta ampun kepada ALLAH,,

  6. Mbak, bicara soal ikhlas…..
    zuzur sazza… saya gak tau persis apakah rumput itu bener-bener ikhlas diinjek-injek manusia ?
    Jangan-jangan karena memang Allah tidak memberikan kemampuan untuk membalas…
    Jangan-jangan di Padang Mashar nanti kita dituntut deh…. ama tu rumput.
    Ngeriiii …. dech

    ratutebu: heeh,, jadi sereeemmm… upsss!! ga boleh berburuk sangka ahhh,, (even itu sama rumput) hayoooo.. ayo berfikir positif!!! :mrgreen:

  7. Pagi Asti..
    Ooo..ternyata dirimu lagi ikut ESQ toh..
    pantesan gak pernah online…
    Ntar conference lagi ya.. muachhh!

    ratutebu: heeh mba,, lama gak onlen,, ngilang dari peredaran,, mencari jati diri,, hihihihi :mrgreen: gaya nya,,

  8. Ping balik: Kram Otak, Stress Otot « la vita e bella

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s