Diamlah, aku lelah..

Aku senang mendengarkan suara adzan subuh dipagi buta, teriakan penjaja kue keliling yang menyambutku saat membuka jendela di pagi hari, celoteh riang anak-anak di sekitar komplek perumahan saat sore tiba, suara derap kaki mereka saat berlarian saling mengejar, ramai nya pasar malam yang digelar setelah hari gajian, atau malam hari dimana manusia mulai memejamkan mata dan berselimut kehangatan dan aku tetap terjaga, memandang pada layar komputer, membiarkan jari-jariku menari diatas tuts-tuts hitam itu, menyelesaikan pekerjaan yang terpaksa harus kubawa pulang, ataupun hanya menuliskan sebuah cerita tentang hari ini, tentang aku, ataupun tentang kerinduanku pada Bapak, Ibu, dan adik-adikku, serta kerinduan yang dalam pada “dia”.

 

Entah mengapa, beberapa hari terakhir ini, yang seharusnya tak jauh berbeda dengan hari-hari lainnya, aku terlalu lelah untuk mendengar.. aku terlalu lelah dengan semua yang terjadi..

 

Saat seseorang datang padaku, berkeluh kesah, biasanya aku diam meperhatikan, memberikan tanggapan bila perlu, memberi pelukan agar dia bisa menagis dibahuku, atau hanya memberi tepukan pelan dibahunya agar dia bersabar.

 

Namun kali ini saat sms itu tiba, aku enggan membalas,, terlalu lelah,,

 

“aku bosan bekerja, setiap hari hanya itu-itu saja, ingin rasanya keluar dari sini”

 

Aku hanya membacanya,, tidak memberi balasan untuk menguatkannya.. lalu sekali lagi sms dari nya menghiasi layar handphone ku

 

“aku cape, pengen berhenti aja”

 

Lalu dengan enggan aku menulis:

 

Ya,, keluar saja kalo memang ga kerasan, manja bgt si, namanya juga orang kerja, dimana-mana juga gitu, masa mau keluar dari kantor melulu, mau makan apa? Batu?

 

Lalu sebuah balasan mengejutkanku

 

“bukan jawaban seperti itu yang ingin aku dengar”

 

Terburu-buru aku mengetik sms balasan,, “maaf, aku terlalu lelah, aku bahkan ingin dunia diam untuk beberapa saat saja”

 

Sebuah jawaban muncul lagi:

 

“Seharusnya kamu bersyukur karena masih bisa mendengar”

 

Akupun diam..

Mencoba menata pikiran, hati dan perasaan, lalu tenggelam dalam istighfar dan dzikir panjang.. benar.. seharusnya aku yang diam.. bukan mereka.. bukan dunia..

Terimakasih telah mengingatkan.. ^^

Iklan

32 pemikiran pada “Diamlah, aku lelah..

  1. setuju banget,,diam deh,,walau hanya beberapa detik ,,tinggalkan pekerjaan selama beberapa detik,,bayangkan sebuah tempat terindah yang menyenangkan,,setelah itu segar lagi,,siap melanjutka pekerjaan

    ratutebu: heeh,, bener,, sambil minum kopi anget tentunya.. 🙂

  2. Manusia berhak untuk lelah bahkan berhak untuk bosan mendengar cerita. Kita juga berhak untuk didengarkan tidak melulu mendengarkan. Benar kan?

    ratutebu: betuull,, tapi saiia sesungguhnya senang mendengar.. hehehehe..

  3. terkadang kita sampai pada titik tertinggi ataiu titik jenuh… dan itu adalah ahal yang benar benar wajar… hampir setiap orang pernah kok mengalaminya..

    mending mbak butuh istirahat atau mending refreshing kemana gitu kek.. pantai.. gunung… dataran tinggi atau nonton bioskop dan makan di warung favorit dan lain lain..

    mungkin agak sedikit merefreshingkan pikiran yang lagi jenuh

    ratutebu: atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai *cintanya rangga AADC mode ON* 😆

  4. diam sejenak bisa menimbul kan insfirasi baru dalam menjalani kehidupan….!
    diam sejenak melepas lelah itu adalah berpikir
    tapi kalo diam terlalu lama itu berbahaya.
    salam kenal.

    ratutebu: diam yang kelamaan.. misalnya?? *apa yah?? -bingung- salam kenal kembali.. *salaman*

  5. Diam itu emas.

    Beruntunglah orang yang bisa mendapatkannya…

    ratutebu: heeh,, aku juga belajar lebih banyak diam,, dan ternyata,, sulit sekaliiii.. :mrgreen:

  6. Mengapa tidak mencoba berlibur ke tempat yang tenang, tak ada orang, tak ada sinyal Hp? Coba pergilah ke Way Kanan atau Ujung Kulon atau naik gunung.

    Semoga cepat berlalu.

    ratutebu: kok tau way kana?? pernah tinggal di lampung?? atau jalan-jalan ke way kambas juga jgn2.. 🙂 iyahhh.. sudah berlalu kok.. *siap dengerin curhatan*

  7. waduh mbak ..
    kalo aku jadi bingung deh….

    ratutebu: heeh,, sama.. aku juga,, satu sisi ga mau jadi se-egois ituhhh.. tapi disis lain,, aku cape.. 😦 hidup.. memberi pilihan yang sangat membingungkan.. hikz!!!

  8. jadikan …. “kerinduan yang dalam pada “dia”. ” menjadi “kerinduan yang dalam pada “Dia”. ”

    ratutebu: betul.. saiia juga rindu pada NYA..

  9. kebosanan kadangkala memang datang dengan sendirinya, tanpa kita harapkan. keluar saja dari ruangan, tengok langit yang lapang dan ucapkan syukur msih bisa menghirup udara tanpa mengeluarkan biaya (baca: beli oksigen)

    ratutebu: baiklaaah.. terimakasih sudah mengingatkan ^^

  10. Ikut lelah membaca postingan kali ini… saya juga lebih suka diam jika tak tahu lagi harus berkata apa. Hening itu indah …

    ratutebu: betull,, hening itu indah,, paling indah,, dikeheningan memandang bintang yang berkelap-kelip,, sungguh Tuhan menciptakan berbagai hal indah yang kadang luput kita syukuri,, ayo kita berdiam sejenak dan mensyukurinya..

  11. Kebanyakan manusia gak mau terima kesalahan sendiri dan malas untuk introspeksi diri maunya nyalahin orang lain dan bahkan benda mati sampai dicaci maki gazebo….

    ratutebu: hmmm.. untunglah.. saiia tidak mencaci.. *atau menyuruh diam berarti mencaci?? -bertanya pada diri sendiri-

  12. abis gimana kadang kadang dunia terlalu berisik… atau ga berisik tapi emang mudnya lagi ga ada buat mendengar seperti kalo lagi PMS apa kabar? hm… sbulan skali boleh yah 😀

    ratutebu: bner jugahhh.. mungkin kmaren saiia lagi PMS ya?? *bengong*

  13. salam kenal 🙂

    sebaiknya memang saya lebih banyak mendengar.
    nuhun dah diingatkan.

    *diam n ngerenung paling nikmat di penghujung malam hari.

    ratutebu: bneeerrr.. wahhh sekarang sudah malam.. ayo diam dan merenung sambil memandang bintang.. ^^

  14. keadaan hening memang sangat menyenngkan dan menenangkan. ada kalanya manusia merasa jenuh dengan semua dan menginginkan sesuatu hanya diam dan tak terdengar apapun..
    terimakasih..

  15. qu lebih lelah dari km……
    aku jauh dari mereka yang kusayangi…..
    aku jauh dari mereka yang mengertikan aku…
    tiap malam aku menangis….

    dan tiap bangun aku ketakutan…..

    takut aku merasa sendiri….
    dimana aku berada di dalam kamar kos sendiri
    dimana aku di dlam kmpus yang ramai….
    tetap q tersendiri…..

    salah aku memilih jalan ini….
    kenapa……
    bunda……. ingatku bersamamu
    ayah………. ku ingin jauh dr ini smua…..
    ku teringat atas mu,ku pedih dan menangis dalam lelap q
    dalam hidup q…….
    muf kn q……
    takut q….
    kuat kan q….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s