#8 Untitle

 

Aku melirik arlorji ditanganku, jam 10 tepat.

‘setidaknya aku harus menunggu lima menit lagi’ pikirku.

Aku mendekap erat tas tanganku, didalamnya sebuah undangan teralamatkan untuk Rasheed, masih ragu, akankah ku serahkan? Ahhhh.. sudahlahhh.. sepuluh lewat lima menit..

 

Aku melangkah turun dari mobilku, dan berjalan menuju pintu masuk cafe itu, sudah setengah jam aku hanya duduk menunggu didalam mobil, enggan untuk melangkah turun, Tuhan.. kenapa engkau memberi pilihan yang begitu sulitnya.

 

Sayup-sayup terdengar suara Rasheed mengalun, menyanyikan lagu kesukaanku, biasanya ketika memandangnya melantunkan lagu itu, aku selalu tersenyum, merasakan kebahagiaan yang melingkupiku, karena ia hanya menyanyikan lagu itu untukku.

 

Cafe ini baru saja buka, seorang pegawai membalik tulisan “close” di pintu masuk saat aku datang, beberapa berhenti bekerja hanya untuk menyapaku, dan kemudian melanjutkan bekerja, aku duduk dibangku terdepan, tempatku biasa menyaksikan setiap kali Rasheed menyanyi.. dan ini memang bangku kami, tempat kami menghabiskan malam-malam bersama, sekedar ngobrol, atau menonton pemutaran film.

 

Cafe ini terbilang baru, satu tahun tepatnya, ya.. satu tahun yang lalu, Rasheed datang ke kota ini, dan membuka Cafe ini, satu tahun yang lalu, kali pertama aku berjumpa dengannya dan mengenal kembali cinta..

 

Aku memaksakan diri untuk tersenyum, memandangnya, lalu berpaling sesaat, mengusap air mata yang membendung di pelupuk mataku..

 

Lagu yang biasanya terdengar manis itu.. hari ini terdengar sangat mengiris hatiku.. aku mencoba memfokuskan pikiranku, mengingat semua yang akan aku katakan padanya.

 

Bait terakhir lagu itu terdengar semakin menyakitkan hatiku..

 

And in this crazy life, and through these crazy times
It’s you, it’s you, you make me sing.
You’re every line, you’re every word, you’re everything.
You’re every song, and I sing along.
‘Cause you’re my everything.

 

Rasheed mengakhiri lagunya, bangkit dari tempat duduknya, meletakkan gitarnya, berjalan menghampiriku.

 

“ta, kopi dua yang biasa ya” ucapnya pada salah seorang pegawai cafe

“aku black coffee aja” tambahku

‘masih suka kopi pahit?”

“hmm..” jawabku pelan.

 

Kami tenggelam dalam kebisuan beberapa waktu, sampai kopi pesanan kami datang, bagelen kesukaanku pun ikut dihidangkan sebagai teman minum kopi kami.

 

“ngeliatin kamu hari ini, sepertinya aku tau keputusanmu” ucap Rasheed

“maaf”

“gpp kok, aku tahu diri”

“bukan gitu..”

“sstttt..” Rasheed menempelkan telunjuknya dibibirku, jantungku pasti berdetak lebih cepat waktu itu, aku kehilangan semua kosakata, aku hanya bisa menagis..

 

“hei,, sini” Rasheed mengusap airmataku, menarik tanganku dan memelukku.

“Ti, aku cinta kamu, gak akan pernah berubah, kamu tahu itu, aku gak akan pernah benci sama kamu” ucapannya terasa begitu menyakitkan, semua percekapan yang sudah kulatih di Rumah, hilang begitu saja, aku tak mampu berkata-kata.

 

* * *

Masiyy Bersambung lagi yaaaakkkkkk.. :mrgreen:

Related Post :

# 1 It’s Over Beibb!!

# 2 Maafin Santi, Bu..

# 3 Tuhan Kuatkanlah Aku

# 4 Hidup Itu Pilihan

# 5 Pertemuan Itu

# 6 Kembali

# 7 Lovely Ku

 

Iklan

13 pemikiran pada “#8 Untitle

  1. setelah itu Rasheed menarik tangannya, dan mengambil secarik kertas kwitansi dari atas meja.
    ia menuliskan sejumlah angka di kertas itu, lalu menyerahkannya padaku, dan berkata,
    “Ti, ini harga kopinya.”

    ratutebu: ^gubraaakkk^ 😈

  2. deuuu… yang jatuh cinta ama michael buble langsung masang potongan lagunya aja di sini. ditunggu lanjutannya…

    ratutebu: baiklllaaaahhh ^semangat^ 😉

  3. eh bu tu (ratu) selain everything, home & lost nya bubble juga bagus..
    hmmm.. ini cerita bersambung kok emosinya turun naek ya.. dulu kesannya sedih tp sekarang mulai cerah, sepertinya si penulis juga belakangan ini lg “fall in” tadi.. hayooo..;)

    ratutebu: huaaaaaaaaa.. iyahhh.. aku juga bnernya suka lagu home ma Quando, Quando yang feat nelly furtado ituhhhh.. tapihhh saiia lagi suka bgt sama lagu inihhhh.. jadi ya gimana dooongggg.. gw fall in love? ya iyaaalaaahhhh.. sama mas michael buble.. 😆

  4. wah cerpennya bagus2 ya.. musti ati2 loh… tar di copas org. sekarang lg banyak pembajak.

    ratutebu: heeh.. jahat ajah kalo ada yang kopas.. 😦

  5. Kami mengundang temen-temen semua ke peluncuran buku ini.

    http://gagasmedia.net
    Book Launch & Book Discussion Ciao Italia!
    Siapa juga yang nggak pengen ngerasain nikmatnya pizza asli Italia? Negara yang satu ini, emang banyak dilirik para turis sebagai salah satu negara yang eksotik dan kental nilai budayanya.

    Tapi… kalo nggak kesampaian datang ke sana, jangan sedih! Karena di launching buku Ciao Italia, kamu bisa merasakan indahnya sensasi negara itu tanpa harus jauh-jauh datang ke sana. Nggak perlu takut dibohongin! Karena penulisnya adalah orang asli Indonesia yang sempat live in di Italia, lho. So, buruan catat agendanya ya!

    Hari/tanggal: Selasa, 17 Juni 2008
    Pukul: 14.00 WIB – selesai
    Tempat: Pusat Kebudayaan Italia, Jl. HOS. Cokroaminoto 117, Menteng, Jakarta Pusat
    Pembicara:
    – Gama Harjono (Penulis Ciao Italia)
    – Bella Saphira (Artis)
    – Filomena Vaccaro (Warga Italia)

    ratutebu: hohohoho.. baiklaaahhh.. sepertinyah saiia bisa dateng tuwhhhh.. 🙂

  6. ini pengalaman pribadi atau fiksi ? sorry yah hilang jejak, euy. Tapi kalau beneran wah, “you don’t know what you miss, sis!” untuk bisa dicintai sampai sebesar itu…

    🙂

    ratutebu: fiksi kokkkk.. ^ada ga ya yang bneran mencintai saiia sebegituh rupa??^ kalo ada.. tentu takkan pernah kulepaskan begituh sajaaa..

  7. mampir lagi nih, boleh koreksi dikit deh,
    “Cafe ini baru saja buka, seorang pegawai membalik tulisan “close” di pintu masuk saat aku datang,….” nah baiknya ditulis “closed” saja..
    anyway, mbak ratutebu memang pinter banget bikin cerpen, ntar sudah tebel bisa deh dibuat novel..maunya judulnya apa?

    ratutebu: iyah ni.. terimakasih koreksinyaaahhhh.. hehehehe.. mau dijadiin novel?? hmmm.. kalo ada yang minat jadi penerbitnyahhh.. 🙂

  8. Rasheed? kaya nama orang2 malaysia.
    Azri => Azree
    Rashid => Rasheed
    Nur => Noor
    Siti => Siti (lho!)

    Panjang ya *bersambung pula, udah lapan seri…
    mmmmm. nanti tak baca kalo udah selesai kerjaan ya! (tepatnya setelah bulan ini berakhir)

    ratutebu: baiklaaahhh.. janji loh mas alfa?? ^nyatet janjinya mas alfa^ :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s