Sabar Tak Berbatas

bapak-anak

Rasanya sudah lama sekali sejak mamah dan keluarga besar [keluarga dengan ukuran badan yang besar]🙂 saiia memutuskan untuk kembali pulang kampung, dengan berbagai pertimbangan, terutama karena mbah yam yang semakin sepuh, tentu Bapak sebagai anak laki-laki satu-satunya ingin menjaga ibunya..

Jadilah saya seorang diri di bumi sang ruwa jurai ini, kesempatan saya bertemu Adik-adik, Mamah dan Bapak dengan segala wejangannya semakin sedikit sajah..😦

Kadang, waktu berangkat ke kantor, saya iri [sangaaddd] pada mba yanti, yang pergi ke kantor dibonceng Pak Ratman, ayahnya.. duuhhh.. jadi inget terakhir kali naik vespa sama Bapak terakhir kali waktu masih TK dulu..

Kapan ya naik vespa lagi sama Bapak?? Hahaha.. vespanya saja sudah dijual dari kapan! Hehehe..

Hal-hal kecil yang saya temui sehari-hari kadang mengingatkan saya akan Bapak dan Mamah.. [duhhh, saiia jadi pengen nangis].

Beberapa minggu terakhir, Bapak sering berkunjung ke Gunung Madu, dengan segala wejangannya.. sosok Bapak dimata saya berubah-ubah seiring waktu.. Bapak yang pekerja keras, Bapak yang galak [dengan segala larangannya, diwaktu saiia menginjak remaja], Bapak yang bijaksana.. tapi satu hal yang pasti, Bapak selalu saiiang anak-anaknyaa..

Kenapa jadi ngelantur ya nulisnya??

Jadi apa hubungannyaa?? [ayo kita kembali ke judul]:mrgreen:

Saiia selalu teringat kalimat Bapak, tentang SABAR.. [yang setiap waktu selalu diingatkan ke saiia],

“Sabar itu ga ada batasnya, ketika orang bilang bahwa ‘sabar itu ada batasnya’, artinya dia sudah tidak sabar lagi”

Benar jugahh.. ahhh, sebenernya saiia Cuma kangen Bapak [dan mamah tentunyaaa], pasti karena pagi ini saya lihat mba yanti dibonceng Pak Ratman lagiii..

Robbigh firli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani soghiro
Robbigh firli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani soghiro

Bahkan jika ada amalan yang kami lakukan, dan Engkau berkenan menganugerahkan pahala,
Tumpahkan ya Allah, tumpahkan ya Allah, pahala itu kepada orangtua kami.

Kemuliaan itu berasal dari mereka, Ya Rabbi,
Maka tidak ada keraguan sedikitpun kami mohonkan padaMU
Agar Engkau hantarkan seribu malaikat untuk mereka memperoleh kemuliaan
Di dunia dan akhirat

[amien ya ALLAH]

8 thoughts on “Sabar Tak Berbatas

  1. Sabar itu ga ada batasnya, (kyk lirik lagu tuh) =P

    mungkin obat kangen yg paling muajarab ntu iyalah komunikasi, sekali-kali nelp mudah-mudahan bisa terobati. =>

    (bijak amat bahasana).. =>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s