‘lebay’ kah saya?

‘anak sekecil itu, gak perlu segitunya juga kali, lebay deh emak nya’

komentar pahit itu berulangkali menghantui saya..
apa iya saya berlebihan dalam mendidik anak?

mungkin hanya perbedaan kultur saja.. diluar sana anak-anak seusia Ruzbi (3tahun) sudah sekolah, meskipun sebentar, dari umur 1,5 tahun pun di Semarang Ruzbi sudah sekolah.. keadaan yang mengharuskan Ruzbi kembali ke tengah kebun ini, benar-benar sedikit rumit..

kalau hanya diam di rumah, itu tidak mungkin.. sama sekali tidak, belum lagi pekerjaan kantoran yang mengharuskan saya untuk meninggalkan anak-anak di Rumah..

pernah satu waktu Ruzbi minta pulang ke Semarang, mungkin dia Rindu kelasnya di daqu school.. Rindu teman-temannya, Rachel, Rasyif, dan teman-teman lainnya.. Rindu Bu Guru Citra, Rindu Bu Guru Nila, Rindu BU Wiwin dan Pak Pri.

saya juga merindukan saat-saat ibu guru memberitahukan prestasi Ruzbi hari itu “Subhanallah.. Ruzbi ini, Ruzbi itu”

pun saya Rindu celoteh Ruzbi tentang Sekolah..

somehow, pengen banget ada PAUD disini.. karena tidak ada sama sekali, maka saya menciptakan PAUD itu sendiri..

Saya mulai menempel huruf-huruf hijaiyah di tembok Rumah, juga beberapa huruf alfabeth di karpet rumah..

tak lupa membelikan mainan yang mendukung kembang tumbuh nya.

kemudian saya mencari tahu, adakah TPA yang mau menerima ‘anak pra-sekolah’ dan cukup sulit ternyata, namun alhamdulillah, Allah mempertemukan saya dengan Ummu Siti Romlah, yang bersedia menerima Ruzbi sebagai salah satu muridnya.

kenapa gak diajarin sendiri di rumah si?

itulah kelemahan Saya, tidak sanggup menolak permintaan Ruzbi..
Rumah adalah Zona nyamannya, dimana ia bisa meminta apapun.. nonton TV, main Ipad, bobo dll..
maka sayapun mengeluarkan dia dari Zona nyamannya..
Rumah Ummu Siti Romlah..

pemilihan waktu pun menjadi masalah, pagi hari, umi-nya memiliki keterbatasan waktu karena kegiatannya, sedangkan siang hari adalah waktu istirahat siang untuk Ruzbi.

maka, dipilih ba’da shalat maghrib..
sehingga selepas ibadah Shalat maghrib di Masjid pun, maka kami berdua bisa langsung menuju Rumah Ummi untuk mengaji, sembari menunggu adzan isya dan kamipun kembali berjamaah di masjid.

alhamdulillah, selama ini berjalan baik.. ^^

setiap kali mengantar Ruzbi mengaji, memori tentang saya mengaji di rumah bu yin pun mendadak melintas, dulu saya kecil pun berlari kecil menuruni tangga masjid usai shalat maghrib berjamaah, mengaji bersama dengan teman-teman seusia saya.. akh.. saya rasa tidak berlebihan ibu saya mendidik saya saat itu..

lalu untuk mengisi waktu paginya, alhamdulillah ada yang berbaik hati mengajari ruzbi bahasa inggris..🙂 terimakasih mba Indri..

terimakasih sudah mengembalikan celoteh Ruzbi tentang sekolah.. selalu disebutnya ‘sekolah yang baru‘ juga keceriaannya ketika memperoleh ‘bintang’ sungguh mengharukan..

sayangnya, belum bisa setiap hari ^^ besar harapan saya kelak ada PAUD di sekitar sini..🙂

hari libur pun tak luput dari kegiatan belajar.. kadang kala menggambar dengan cat air, memasak bersama mama atau kegiatan-kegiatan kecil..

apakah saya ‘lebay’? saya fikir tidak..

masih tersisa sedikit penyesalan, karena saya tidak mampu menyediakan pendidikan seperti yang disediakan orang tua saya dulu.. tidak ada kursus piano, tidak ada kursus menggambar, tidak ada kursus sempoa, DI SEKITAR SINI hmm.. maafkan mama nak.. atas keterbatasan ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s