Bebas itu…

Pertama, ngomong soal kebebasan, saya jadi inget iklan salah satu provider telekomunikasi berikut ini:

Kebebasan itu, omong kosong.

Katanya aku bebas berekspresi, tapi selama rok masih di bawah lutut.
Hidup ini singkat, mumpung masih muda nikmati sepuasnya.
Asal, jangan lewat dari jam 10 malam.
Katanya, urusan jodoh sepenuhnya ada di tanganku.
Asalkan sesuku, kalau bisa kaya, pendidikan tinggi, dari keluarga baik-baik.
Katanya, jaman sekarang pilihan itu nggak ada batasnya.

Asal, ikutin pilihan yang ada.

atau versi lain dari iklan tersebut. yang juga saya kutipkan dibawah ini:

Kebebasan itu, omong kosong.

Katanya bebas berteman dengan siapa aja, asal orang tua suka.
Katanya jadi laki-laki itu jangan pernah takut gagal.
Tapi juga jangan bodoh untuk ambil resiko, mendingan kerja dulu cari pengalaman.
Katanya urusan jodoh sepenuhnya ada di tangan.
Asalkan dari keluarga terpandang, nggak cuma cantik tapi juga santun, berpendidikan..
Katanya, jaman sekarang pilihan itu nggak ada batasnya.

Asal, ikutin pilihan yang ada.

Entah kenapa, bicara soal kebebasan, saya kembali tersentil dengan kalimat pada iklan tersebut. maka ketika Tema Pekan Ketiga #ligabloggerindonesia yang menurut bocoran mimin @dotsemarang adalah sesuatu yang bikin melek which is artinya menurut saya adalah dipaksa untuk melek!🙂 karena bicara soal Kebebasan Berekspresi dan HAM ini berarti saya tidak bisa bicara omong kosong, atau basa-basi bertele-tele tentang sesuatu yang saya sendiri tidak tahu pasti. maka saya pun harus terlebih dahulu belajar!

Tentang Kebebasan Berekspresi dalam kaitannya dengan mewujudkan masyarakat sehat berinternet tentunya terkait dengan kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum yang merupakan Hak Asasi Manusia (HAM) dimana kebebasan tersebut adalah hak dasar yang dijamin oleh Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan:

Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang.

hal ini sejalan dengan ketentuan Pasal 19 Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia, yang bunyinya adalah:

Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat, dalam hak ini termasuk kebebasan mempunyai pendapat dengan tidak mendapat gangguan dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan keterangan dan pendapat dengan cara apapun juga dan dengan tidak memandang batas-batas.

 

Namun apakah kebebasan berpendapat atau berekspresi yang ada saat ini sudah berada dalam jalur atau upaya membangun masyarakat sehat berinternet?

Bagaimana agar dapat menjamin terciptanya suasana yang aman, tertib, dan damai?

Jawabannya kembali ke iklan awal tadi, sungguh kebebasan itu sebenernya ada dan bukan omong kosong! hanya kebebasan kita dibatasi oleh hak orang lain dan harus dilaksanakan secara bertanggungjawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jadi, Bebas itu.. apa hayo? Think Again! :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s