‘mamah itu!!’

kalimat itu seringkali meluncur dari mulut mungil ‘muncis’ nya Ruzbi.

saya sendiri sempat berpikir, apakah selama ini saya salah mendidik dia? ataukah entah-kapan-suatu-waktu-yang-lalu merekam saya dalam adegan marah, sehingga menganggap tingkah itu suatu hal yang wajar? selama ini saya selalu mencoba untuk menunjukkan kesabaran ekstra. tidak terlalu sering berkata JANGAN/TIDAK BOLEH tapi lebih banyak menggunakan kalimat positif.

saya sampai membeli beberapa buku parenting seperti, anger management in parenting, scream free parenting dan lain-lain. selain itu juga membaca artikel-artikel tentang bagaimana menghadapi anak pemarah.
salah satu contoh artikel yang saya baca ini mencoba menunjukkan alasan-alasan kenapa anak marah dan cara menghadapinya:

A. Jika anak marah karena JANJI PADA ANAK YANG TIDAK DITEPATI, berikut CARA TIPS & TRIK BERJANJI SECARA BIJAK :
1. Ketika membuat janji sebaiknya gunakan konsep waktu yang jelas. Bila perlu tunjukkan kalender kepada anak dan beritahu kapan kita bisa menepati janji. Jangan gunakan kata “nanti” karena dapat diartikan si anak hari ini atau besok.
2. Sebaiknya jangan mengobral janji pada anak yang belum tentu dapat kita tepati. Pikirkan dulu baik-baik ketika akan membuat janji pada anak.
3. Jangan menjanjikan sesuatu agar si anak berhenti menangis atau berhenti bertingkah nakal, karena anak akan cenderung mengulanginya lagi untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya.
4. Buat reminder atau catatan janji kita pada anak, perlakukan mereka seperti klien kita di kantor bahkan jadikan mereka klien utama anda.

B. Jika anak marah karena MENCARI PERHATIAN, berikut CARA TIPS & TRIK MENGHADAPI MEREKA :

1. Memeluknya dan mengungkapkan kata sayang pada anak adalah ungkapan paling mudah yang dapat diartikan anak sebagai wujud kasih sayang orangtua.
2. Tetap bersikap tenang, jangan panik dan buru2 memenuhi keinginan mereka ketika sedang marah, jika tidak kemungkinan besar anak akan mengulangi perilaku marah mereka.
3. Menggoda dengan humor dan menggelitik anak, sambil menanyakan mengapa mereka marah. Terkadang cara ini cukup berhasil.
4. Hindari kata “tidak” dan “jangan” pada anak. Gunakan suara tenang jangan berteriak dan bernada marah.
5. Sampaikan pada anak ada cara lain yang lebih baik untuk memperoleh perhatian, saat menyampaikan ini usahakan anda dekati mereka posisikan diri anda sejajar dengan anak dan lakukan kontak mata. Berikan pujian positif apabila anak menuruti anda dan berperilaku baik.
6. Sampaikan pada anak untuk bersikap sabar, apapun yang mereka inginkan perlu waktu dan usaha. Dan beri pujian bila ia mampu untuk lebih bersabar.
7. Berikan timeout dengan membiarkan anak untuk menenangkan diri disuatu ruangan yang tenang. Jangan pernah mengatakan “masuk kamar sekarang, dan jangan keluar sampai kamu perbaiki tingkah lakumu !”, cukup katakan pada mereka “tenangkan dirimu dulu jika merasa lebih baik baru kita bicara”.

C. Jika anak marah karena DIPAKSA DISIPLIN, berikut CARA TIPS & TRIK MENUJU DISIPLIN YANG EFEKTIF :
1. Untuk mengubah perilaku buruk anak, orangtua juga harus mengetahui motivasi dibalik tingkah lakunya. Misalnya karena bosan, cari perhatian, balas dendam atau ingin unjuk kekuatan.
2. Tentukan batasan yang jelas pada anak apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dengan detil.
3. Terapkan batasan atau aturan tersebut pada setiap anak dalam keluarga termasuk orangtua.
4. Konsekuensi disiplin yang sama seperti kasus sebelumnya. Tanpa konsekuen dalam disiplin akan membingungkan anak.
5. Jangan memberi disiplin dimuka umum akan membuat anak malu dan marah, bicarakanlah berdua saja dengan anak.
6. Dibutuhkan ketegasan orangtua dalam menerapkan disiplin, namun jangan melakukannya dengan berteriak dan membentak anak. Sampaikan semuanya dengan tenang tapi jelas.
7. Jangan pernah menghukum anak secara fisik seperti memukul.
8. Berikan sanksi segera setelah anak melakukan kesalahan jangan pernah menundanya, hal ini akan membuat anak mengira orangtua tidak sungguh2 menerapkan disiplin.
9. Orangtua perlu melakukan pengawasan sejauh mana anak bersungguh2 menjalankannya.

kadang saya merasa ketidak hadiran saya dan papa nya di rumah mungkin juga membuat ia merasa kurang perhatian, belum lagi persaingan perebutan perhatian antara dia dan adiknya.

maka seringkali ia akan manyun dan membentak ‘mamah itu!’

duhhh Gusti, paringono sabar..
mesti gimana lagi cobaaa?

Iklan

3 pemikiran pada “‘mamah itu!!’

  1. Jika di ingat-ingat, pasti dalam perjalanan hidup kita dimasa kanak-kanak pernah melakukan tindakan yang membuat orang tua kita marah. Yang menjadi dasar tindakan kita waktu itu pasti dunia kanak-kanak yang sekarangpun tidak bisa kita pahami.

    So, mari nikmati peran kita sebagai orangtua, apapun tindakan anak yang kadang membuat kita tidak sabar dan menjadi marah. Suatu saat kelak hal itu menjadi kenangan yang indah dalam hubungan kita dengan anak yang tidak bisa diputar ulang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s