Me Vs. Chicken Pox a.k.a Cacar air

Disclaimer : Saya bukan dokter. hanya sharing pengalaman saja supaya yang ketemu cacar air pertama kali, tidak panik.. 🙂 khusus untuk mba tati ^^

 

Dear mba tati,
Tulisan ini sharing sedikit waktu menghadapi cacar  ini-nya Ruzbi, sengaja  aku tulis untuk hilmi tersayang yang lagi kena cacar air. well, meskipun ini pengalaman mba tati menghadapi cacar air. tapi pasti bisa dilalui.. 🙂 mimi.. tante asti micu!

 

Pernah suatu pagi mak pon (ex nanny nya ruzbi), menemukan bintil kecil di kulitnya disertai demam, oma langsung menduga itu cacar air! kenapa?

karena om pran (adik saya) sedang menderita cacar air. padahal kami sudah sebisa mungkin mengkarantina om pran dengan melarangnya untuk tidak turun ke lantai 1 rumah. tapii.. fakta bahwa virus cacar mudah berpindah lewat nafas dan udara (airborne) tidak terbantahkan.

pertolongan pertamanya adalah untuk menurunkan panas, saya pakai sanmol drops (isinya paracetamol).

namun untuk lebih meyakinkan kami apakah itu cacar air atau bukan, dan confirmed! ini benar cacar air. Dokter kami waktu itu Prof. Har (dsa praktek di RS Hermina semarang) memeriksa dengan seksama, dan ternyata hanya cacar saja, tidak ada gejala ikutan lainnya, sehingga kami memperoleh resep berisi obat racikan antiviral dan obat oles.

Perlu diketahui, obat-obat ini tidak seketika menyembuhkan tapi hanya mengurangi aktivitas virus. saya sendiri ingat betul obat yang diberikan yaitu racikan acyclovir dan zovirax (salep isinya acyclovir juga). tentang obat tersebut bisa dibaca lengkap disini.

nah, supaya cacar tidak berbekas gimana?

kalau ini menurut saya si dikarenakan kecenderungan menggaruk yaa? pengalaman sendiri si, kalo tidak digaruk, atau dipencet kan tidak berbekas ya?

beberapa sodara dan teman yang kebetulan dokter, menyarankan untuk menambahkan antihistamin, seperti cetrizine, tapi saya sendiri tidak tega memberikan terlalu banyak obat pada anak-anak, wal hasil saya tidak berikan obat, tapi saya pilih memberikan lotion caladine yang mengandung calamine, ini untuk mengurangi gatal.

alhamdulillah, tidak sampai keluar banyak, hanya 6 bintil kecil saja, dan selesai.. 🙂

kata orang jaman dulu si, mestinya biar keluar semua. namun menurut dokter, ITU DULU.. SEKARANG TIDAK LAGI! :mrgreen:

oia, selama diserang cacar ini, Ruzbi tetap mandi seperti biasa, air hangat lebih hangat daripada suhu tubuhnya, dicampur dengan dettol :)pakai handuknya jangan di gosok yaa.. 🙂 cukup ditepuk-tepuk saja. takut malah gores.

selain daripada itu, karena saya punya bayi Zahra, terpaksa Zahra mengungsi selama 2 minggu di rumah sebelah (untung rumah kami dan rumah oma sebelahan). setelah ruzbi sembuh, segala tirai jendela, sprei dll dicuci dengan detol. bahkan lantai di pel dengan detol sebelum adiknya kembali tinggal dalam satu rumah 🙂

meskipun ada beberapa orang teman yang menyarankan, supaya tetap dalam satu rumah ‘biar repotnya sekalian’ begitu katanya. untung ibu saya kekeuh jumekeh untuk tidak satu rumah. walhasil.. saya mondar mandir.. dan bolak balik mandi serta ganti baju. menjaga supaya zahra tidak tertular.. 🙂 tapi kalau dipikir pikir memang lebih kasihan kalo bayi ikut tertular.. ya kann?

alhamdulillah, tidak menular.

Memang kita tidak perlu panik dan kuatir berlebihan karena cacar ini termasuk self-limiting disease, artinya dapat sembuh sendiri dengan bantuan antibodi.

TAPI, bukan berarti bisa kita abaikan dan dianggap enteng, karena cacar tidak termasuk dalam kategori penyakit ringan! gangguan yang mungkin muncul mengiringi cacar adalah demam, lemas, nyeri otot, dan gangguan saluran nafas which is perlu perhatian ekstra. dan bila tidak ditangani dengan tepat, bisa menimbulkan komplikasi.

sekian sharing dari saya, mudah-mudahan bermanfaat! 🙂

GWS hilmy sayang ^^seterah deh kalo udah sembuh mau minta apaa ke bunda-nya.. yang penting tante asti dikasih bagian yaa hihihi.. tante melan seterah dehhh.. :mrgreen:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s