Mari Menulis Saja

bukan saya tidak peduli soal royalti ya.. tapi maaf untuk penulis kelas kacang seperti saya *itu juga kalo saya boleh ngaku-ngaku penulis, kenyataannya saya cuma perempuan yang bawa pinsil dan buku catatan kemana mana* saya gak pernah mendaftarkan ‘royalti’ dalam step menulis saya.

lebih ke memikirkan, mulai dari mana ya? suasana seperti apa ya yang mesti saya ciptakan supaya menginspirasi? saya mau nulis pakai bahasa apa ya? mau nulis tentang apa ya? kasih judul apa ya? pake foto gak ya? and so on, tp gak ada ‘nanti saya dibayar berapa ya?’ 

serius ini, serius!

jadi gini, postingan ini awalnya bermula ketika *sebut saja* nulis nganu mengadakan sebuah kompetisi menulis, tetiba saja gitu yang pada komen nulis ‘jadi kita nanti dapat royalti gak?’ 

YHA KOK?!

sudah nulis belom? nulis aja dulu! gitu aja kok repot! hih!

*ini sesungguhnya hanya postingan ‘timbangane misuh misuh dewe’

Do what you love, love what you do

tag line tersebut mungkin sudah sering kita dengar, sudah sering kita bacanamun mungkin kita belum memaknai lebih dalam ah.. saya mau nulis apa si ^^

saya siapa sih.. berusaha menggurui, sok tahu, dan sok lebih pinter.. :mrgreen:

versi lengkapnya mungkin begini (kata saya) ya kalo salah maap *ihik* :

whatever you do. whatever you say. people will always find something to say.

do what you love, love what you do. keep calm, put some smile on and stay stunning!

sudahlah, apapun.

*gak jadi nulis* :mrgreen:

Back To Work!

hello fellas!

long time no see you.. *dancing*

Getting back to work after a long-vacation seems like a simple thing, but for me actually difficult! kind of vacation-lag or say it post-vacation blues!

Almost everyone who enjoys traveling is subject to what is commonly known as the post-vacation blues,a type of stressed or blue mood that can affect you in the period after returning from a long-awaited vacation.

Having to get back into the routine of work, like i said before, can be a source of distress, disorientation and discomfort.

a few tips to overcome this symptoms that i learn from another post-vacation-blues is by planning another vacation! :mrgreen:

you know life will be more easier if you know that you have another vacation to look forward to!

okay, my next vacation will be on October or November.. lets plan it and enjoy this-coming-back-to-work-after-long-vacation!

Fyi: i started my vacation from 24 July until today!

 

happy Monday everyone!

 

Ke jakarta pas puasa itu.. sesuatu

Jadi, besok ini kebagian tugas ke jakarta (lagi). Karena baru dr jakarta, maka anak2 tidak dibawa lagi, mengingat minggu depan juga akan ke jakarta (lagi) trus bablas cuti.

Nah berhubung rapatnya jam 10 which is tidak terlalu pagi, saya berangkat dan pulang dihari yang sama.

Padahal kan lumayan lihat ibu kota.. tapi karena bulan puasa dan juga saya pilek eh, gak ada hubungannya. Intinya, saya gak bisa jajan2 dijakarta.

Alamat bakal sahur dan buka di kebon dehh..

Yasudah, ini hanya pepesan kosong karena saya kangen pengen makan apple pie. Hmm.. bungkus bisa gak yaa?

image

TANTRUM ~ bukan mantra harry potter!

Kalau anda orang tua baru, atau anda memiliki seorang anak yang kerap kali mengamuk tanpa bisa dikendalikan (seperti halnya saya) maka anda perlu mengenal istilah ini:

TANTRUM

istilah lengkapnya adalah ‘temper tantrum’ keren ya? :mrgreen: *ditabok massa*

Pertama kali mendengar istilah ini, jujur saya gak ngeh kalau artinya adalah kondisi dimana seorang anak mengamuk tanpa bisa dikendalikan, saya justru keinget mantra-mantra harry potter! hahahaha.. tol** tingkat dewa!

mari kita kembali ke laptop!

Kenapa TANTRUM ini muncul diantaranya didasari oleh perasaan berikut ini:

Pertama, anak usia 2 – 3 tahun memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar dan selalu ingin melakukan segala sesuatunya sendiri. Sayangnya keinginan itu sering lebih besar daripada kemampuannya, akibatnya anak frustasi dan keluar dalam bentuk amukan yang berlebihan dan tidak terkendali.

Kedua, anak baru menemukan ‘akunya’, lantas ‘kekuasaan’ yang baru dirasakan si kecil ini mendorongnya ingin menguji kekuasaan lingkungan utamanya orangtuanya. Sehingga ketika perilaku anak dihentikan atau keinginannya tidak terpenuhi, ia merasa frustasi karena anak yang ‘merasa gede’ ini ternyata masih kecil dan ‘dikalahkan’. Ia marah pada kenyataan ini dan mengekspresikannya lewat tindakan mengamuk karena belum mampu menampilkan amarah dalam bentuk kata-kata, di samping anak memang belum mampu mengelola emosinya dengan baik.

Ketiga, perilaku mengamuk untuk mendapatkan keinginannya sudah menjadi ‘tradisi’ sejak kecil dan lingkungan secara tidak sengaja membiasakan kondisi ini. Lantas bagaimana caranya menghadapi anak yang sedang tantrum ini? Secara umum yang terbaik adalah memakai prinsip umum pembelajaran dan menerapan disiplin, yaitu memberi penguatan pada perilaku yang benar dan memberi hukuman/mengabaikan perilaku yang salah.

ih.. saya kok pinter banget sii? belajar dimana? MBAH GOOGLE yang PINTER.

lalu, cari deh pake key word ‘atasi tantrum balita’ beberapa diantaranya akan muncul yang berikut ini, saya coba kumpulin dari berbagai sumber yaa ūüėÄ

Gali Penyebabnya
Cari tahu penyebab anak mengamuk tak terkendali. Mungkinkah ia mengamuk semata untuk mencari perhatian, demi mendapatkan suatu barang, frustasi terhadap suatu keadaan atau sedang lelah dan mengantuk. Kalau tahu penyebabnya, tentu lebih mudah untuk mengatasinya.

Jangan Berjanji Muluk
Anda tidak perlu memberi penguatan pada perilaku mengamuknya dengan menjanjikan akan membelikan sesuatu, karena justru akan dijadikan senjata bagi anak. Biarkan anak belajar merasakan kekecewaan. Dia harus belajar walaupun orangtuanya dapat mengerti perasaannya dan sayang padanya, tetapi tetap tidak dapat menerima perilaku mengamuknya.

Jangan Terpancing Emosi
Jangan membalas perilaku mengamuk anak dengan teriakan, kemarahan, pukulan balasan atau mengurungnya. Ini tidak akan berhasil sama sekali, karena anak akan bertambah mengamuk. Ia merasa sudah frustasi, sekarang ditambah perasaan ternyata orangtuanya tidak sayang lagi padanya.

Abaikan Amukan Anak
Umumnya tujuan utama anak mengamuk adalah mencari perhatian. Di saat seperti ini percuma jika Anda mencoba ‘berdiskusi dan merayu’ karena anak justru akan meningkatkan intensitas mengamuknya. Sebaliknya jika Anda mengabaikan amukannya maka lama kelamaan anak akan menyadari bahwa ‘aksiya’ ternyata sia-sia. Lebih baik tetap selesaikan tugas-tugas Anda atau kalau yakin segalanya cukup aman, tinggalkan saja ruangan tersebut. Dalam menjalankan metode ini, Anda harus menguatkan diri dan ‘tega’, karena anak pasti akan meningkatkan amukannya untuk mendapatkan perhatian lingkungan. Namun apabila Anda dan lingkungan cukup konsisten, cara ini biasaya cukup efektif.

Redakan Emosi Anak
Bawalah anak ke tempat sepi dan berusaha menenangkan emosinya dengan memeluknya erat-erat dan berusaha menunjukkan empati kepadanya. Latih anak mengenali emosi dan mengungkapkan secara verbal, misalnya ”Adik sedang marah ya, Mama tahu, makanya Mama peluk Adik karena sayang sekali”. Empati yang kita tunjukkan biasanya dapat meredakan emosinya. Kadang-kadang anak memang akan berusaha melepaskan diri dari pelukan kita, tetapi setelah agak tenang, biasanya dia akan berbalik memeluk kita seolah berterima kasih karena telah menyelamatkan dari kemarahan dirinya.

Kalau si kecil mengamuk di tengah keramaian dan mengganggu banyak orang, bawa ia ke tempat sepi. Katakan bahwa Anda dan dia akan tetap di sana sampai amukannya berhenti. Bertahanlah, kalau amukannya tidak juga reda, apa boleh buat, hentikan acara dan ajak anak pulang. Meskipun tampaknya berat, namun bertahan dalam kondisi ini dan akan sangat bermanfaat. Anak akan belajar sebab dan akibat dari perilakunya. Lambat laun anak akan mengerti dan terlatih untuk mengendalikan diri serta menyatakan amarahnya secara tepat.

Jangan Bahas Lagi
Kalau anak berhenti mengamuk, jangan tunjukkan perhatian khusus. Ajak saja anak bermain kembali seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Tidak usah lagi mengungkit-ungkit amukannya, karena itu hanya akan ‘memberitahu’ anak bahwa Anda sempat terganggu oleh amukannya, ia akan tergoda untuk mencobanya kembali lain kali. Berikut ini merupakan treatment untuk melatih kontrol emosi anak yang cukup besar terutama yang sudah mampu berkomunikasi dengan baik.

Pelampiasan Verbal
Ajari anak untuk mengenali perasaannya dan mengungkapkan secara verbal dengan bahasa yang dipahaminya sumber kemarahannya atau bad mood-nya. Misalnya, ”Putu rasanya ingin marah Bu Guru, kalau Kadek mengejek tulisan Putu seperti cakar ayam mencari cacing”.

Atau, ”Desy rasanya ingin marah, sudah jelas-jelas Nina menghilangkan mainan yang…… tadi dipinjamnya, en dia tak mau mengakui apalagi menggantinya”.

Untuk anak-anak yang lebih muda, mungkin Anda perlu membantunya untuk mengungkapkan rasa amarahnya dengan kata-kata Anda. Misalnya, ”Lusi sedang jengkel ya karena kotaknya sukar dibuka. Jangan dibanting dong, nanti jadi rusak dan tidak bisa dibuka. Bawa sini, Bu Guru ajarkan cara membukanya”.

Permainan Peran
Ajarkan anak-anak permainan peran untuk mengungkapkan perasaan dan menyalurkan amarah yang sedang mereka rasakan. Misalnya, Doni sangat marah karena Wayan mengejeknya, sehingga sebagai pelampiasannya Wayan dipukul. Yang harus Anda lakukan, cobalah tenangkan anak dengan memintanya menceritakan apa yang terjadi dan ”mementaskan’ setahap demi setahap peristiwa yang telah dialaminya. Secara tidak sadar setelah jadi ‘aktor’, anak akan merasa emosinya sudah mereda karena secara tidak langsung amarahnya sudah tersalurkan lewat ‘permainan peran’ tersebut.

Peningkatan Empati
Ajak anak melihat dan merasakan apa akibat yang terjadi terhadap subjek yang jadi korban kemarahannya. Misalnya, Wayan yang menangis akibat dipukul dan dijambaknya atau orang bisa tersinggung kalau dicaci-maki dengan bahasa yang kotor. Ajak anak membayangkan bagaimana kalau dia yang menjadi korban kemarahan. Bagaimana anak menjadi pintu atau meja yang dipukul dan ditendangnya.

Relaksasi Napas dan Pendinginan
Latih dan ajarkan anak mengendalikan amarahnya dengan relaksasi pernapasan. Tariklah napas perut, tahan sebentar, kemudian keluarkan melalui mulut secara perlahan-lahan. Lakukan sekitar 3-5 kali, lalu minta anak berbicara sambil mengatur napas: Sa-ya-se-dang-me-nge-lu-ar-kan-ra-sa-ma-rah. Sa-ya-ti-dak-bo-leh-me-mu-kul. Sa-ya-se-ka-rang-te-nang-te-nang-te-nang. Pendinginan juga boleh Anda ajarkan, biarkan anak berjalan-jalan ke tempat yang agak tenang, ke kebun di belakang rumah misalnya, yang penting menghindari sumber rasa marahnya terlebih dulu. Mencuci mukanya atau melakukan wudhu bagi yang Muslim dapat pula dicobakan. Bagi anak-anak yang cukup besar, Anda dapat mengajarkan doa-doa tertentu untuk mengendalikan rasa marahnya.

Ruang dan Sarana Kemarahan
Ada sejumlah anak yang tergolong memiliki temperamen tinggi dan emosi labil, membutuhkan pelampiasan rasa marah dengan cara yang lebih bersifat fisik. Sediakan kesempatan dan sarana untuk itu. Misalnya, bantal khusus atau karung berisi kapas yang bisa dipukul atau ditendangnya, kamar khusus/ kedap suara yang dapat dipakainya untuk menyanyi sekeras-kerasnya, atau kanvas dengan cat warna-warni yang dapat dilukis semaunya untuk menyalurkan amarahnya. Untuk anak-anak usia 6 tahun ke atas memasukkan mereka ke kegiatan bela diri juga dapat membantu melatih pengendalian dirinya.

Reinforcement/ Penguatan Perilaku Positif
Beri penguatan pada pengendalian perilaku marahnya. Berikan pujian, senyuman atau pelukan hangat ketika anak mampu mengendalikan amarahnya dengan tidak mencaci maki atau memukul. Untuk anak-anak yang cukup besar sistem kartu atau bintang dapat diterapkan. Tiap anak yang mampu mengendalikan rasa marah, maka akan mendapat kartu atau bintang hijau yang dapat dikumpulkannya untuk mendapatkan hadiah tertentu. Jika anak tidak mau atau gagal mengendalikan amarahnya bahkan sampai memukul misalnya, berikan kartu atau bintang merah dan berikan konsekuensi hukuman bagi perilaku memukulnya, tentu saja hukuman sesuaikan dengan usia anak. Meminta maaf biasanya sangat manjur bagi anak-anak yang lebih besar.

nahhh.. kalo masih kurang jelas, silahkan tanya persisnya ke mbah gugle yaakkk!. lalu apakah saya sudah bisa mengatasi TANTRUM pada anak saya? ahh.. jangan ditanya, saya malu jawabnyaa.. hihihihihi

BALANCE

*WARNING: This is an awckward and not so-good-post-in-english entry so apologies in advance. :mrgreen:

When talking about BALANCE, usually there are alot of words come and pop up in my mind. Family, Career, Interest, Love Life, Community, Health, Financial, and many more.

Than an idea of me being awarded as the best mother on earth, the best wife, coming in one package with succes in financial and work life cross my mind!

WOW, sounds like a lot!

I know, but all things are possible. Because our lives are always changing, balance is not something to be achieved ‚Äújust once‚ÄĚ but something to always strive for.

When I decided to write this blogpost as I will be speaking on the topic of Balancing Work and Life but than everything keep coming in my mind, so there are more than just Work and Life.

Even as a Libra, which is Libra identic to the scale that signifies balance, it doesn’n mean that i could smoothly writing on this topic.

In the end, I only got an image of me being around doing like 20 to 30 things at the same time. and stuck on it.

So, What does Balance mean for YOU?

Hotel Hell

*WARNING: This is an awckward and not so-good-post-in-english entry so apologies in advance.

Has anyone ever seen this show?

well, i love sexy-gordon-ramsay in the intro! hahaha. thats the first reason why i continued to watch #hotelhell and got addict in to it!

surely i’m addicted to masterchef US, mention all season, i knew it, and keep watch the re-run. than, lets say hell’s kitchen!

okay, i love gordon ramsay. happy?

hahaha!

it always lovely to see talented man. he can cook. he has his strong leadership. plus he can manage anything!

 

thank you for reading :mrgreen:

it just a note. another note.

Emas: Lindungi Aset, Wujudkan Impian

Emas untuk Mewujudkan Impian

Setiap orang yang hidup mempunyai impian. Masing-masing orang tentu memiliki impian yang berbeda. Bukan perbedaan jenis impiannya yang menentukan apakah impian itu kelak akan menjadi kenyataan atau hanya menjadi mimpi semata, namun usaha kita-lah yang akan membedakan hasilnya.

Impian itu mungkin merupakan hal besar yang mustahil diwujudkan bila melihat kondisi kita saat ini, karena umumnya setiap proses yang dilalui untuk mewujudkan impian itu tidaklah mudah, penuh rintangan dan tantangan.

Dari riset kecil yang saya lakukan, banyak orang yang bermimpi untuk mencapai kebebasan financial, yang oleh Anthony Robbins dalam bukunya didefinisikan sebagai kondisi keuangan dengan pencapaian investasi yang cukup banyak, relatif aman, dan hasilnya mencukupi untuk kita hidup dengan gaya hidup yang kita inginkan.

Ataukah Anda memiliki impian lain yang juga ingin Anda raih dalam waktu dekat? Coba kita deskripsikan dengan lebih seksama, agar sama-sama bisa kita lihat tampilan visi tentang impian tersebut, misalkan, biaya pendidikan anak, biaya pernikahan, menunaikan ibdaha haji misalnya, atau wisata kesuatu tempat di belahan lain bumi?

Lalu coba Anda hitung kembali, berapa biaya yang Anda butuhkan untuk mencapai impian tersebut?

 

Lalu pertanyaan terbesarnya adalah, bagaimana mewujudkan impian tersebut?

Salah satu jawaban yang sering kali kita dengar adalah menabung, sebagian perencana keuangan bahkan mengatakan menabung 30% dari penghasilan yang didapat dengan cara menyisihkan langsung saat menerima penghasilan tersebut.

Akan tetapi, instrumen apa yang akan kita pilih untuk menjamin bahwa tabungan kita itu akan membawa kita menuju impian kita?

 

Adalah Emas yang merupakan benda yang memiliki nilai yang dapat bermanfaat melindungi nilai harta atau dalam hal ini tabungan kita terhadap resiko inflasi. Selain itu tidak dapat dipungkiri emas juga merupakan objek investasi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dimasa depan walaupun kebutuhan darurat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa emas memiliki manfaat sebagai pelindung nilai aset seiring dengan kontinuitas kenaikan harga emas dari tahun ke tahun, dan emas adalah instrumen yang mempunyai sifat paling likuid diantara semua instrumen investasi.

 

Memperoleh Emas

Sebelum memutuskan cara yang akan digunakan untuk memperoleh emas, terlebih dahulu, kita akan membahas jenis emas yang paling sesuai untuk kita jadikan kendaraan pelindung tabungan dari nilai inflasi. Beberapa beberapa alternatif pilihan jenis emas yang bisa dijadikan investasi, antara lain emas koin, batangan (lantakan), dan emas perhiasan. Adapun kelebihan dan kekurangannya adalah sebagai berikut:

  1. Emas perhiasan dengan kadar kemurnian berkisar antara 18-24 karat bernilai investasi tinggi. Kekurangannya, biaya pembuatan mahal dan kualitas kadarnya bisa menurun jika sering dipakai. Akibatnya, harga jual akan lebih rendah daripada harga beli. Model yang tidak up to date juga membuat nilainya makin turun. Sebab, toko emas harus melebur kembali emas tersebut, sebelum bisa menjualnya.
  2. Emas koin, dinar, dan emas batangan (dikenal dengan sebutan LM ‚Äď Logam Mulia).
    emas jenis ini meemiliki bentuk yang lebih sederhana dengan biaya cetak yang rendah, tidak bisa dipakai dan hanya bisa disimpan saja. Selain itu, jenis emas ini memiliki cap dan sertifikat dari PT Aneka Tambang (ANTAM), perusahaan transaksi jual-beli emas resmi milik negara. Dengan begitu, nilai harga jual-belinya lebih terjamin, karena mengikuti standar yang berlaku.

Setelah memutuskan jenis apa yang dipilih sebagai instrumen investasi, yang berdasarkan keterangan diatas tentunya tidak sulit memilih emas jenis apa yang kita jadikan pilihan, maka tahap berikutnya adalah, memikirkan bagaimana dapat memperoleh emas dengan tabungan yang kita sisihkan dari penghasilan, yang mungkin bagi anda yang berpenghasilan diatas rata-rata tentu tidaklah terlalu menyulitkan, karena dapat membeli secara langsung dengan membayar kontan senilai harga emas. Namun, kendala muncul bagi mereka yang berpenghasilan dibawah rata-rata atau sering kita sebut dengan golongan menengah kebawah, apakah kesempatan untuk mencapai impian dengan kendaraan berupa tabungan dan investasi emas ini menjadi tidak mungkin bagi mereka? Tentu tidak!

Beberapa institusi pembiayaan dan perbankan tengah gencar memanfaatkan momentum dimana para pakar perencana keuangan dan pengamat Investasi Emas berbagi tips tentang manfaat dari menabung emas melalui blog dan jejaring sosial yang tengah booming beberapa waktu terakhir. Sebut saja Endy Kurniawan dan Rully Kustandar melalui blog dan akun twitter mereka selain berbagi tips juga info seputar harga logam mulia dan dinar berikut tata cara pembeliannya. Satu yang menurut saya menonjol adalah pembelian dengan sistem angsuran atau cicil emas, memang kita dibebani biaya margin cicilan yang berkisar antara 5% sampai dengan 7% setahun, namun disisi lain kita memperoleh kenaikan nilai barang (emas) sampai dengan 10%. Selisih antara kenaikan value barang dan margin yang kita tanggung ini adalah merupakan KEUNTUNGAN lain yang kita peroleh dari skema cicil emas.

Beberapa Bank dengan konsep syariah juga mengadakan program kepemilikan emas dengan sistem cicilan. Saya sendiri lebih sering ke Pegadaian (bukan promosi), mengingat emas yang disediakan mulai dari ukuran 3 gr, 5 gr, 10 gr, 25gr, 50gr, 100gr. Sehingga lebih fleksibel bagi kita untuk menentukan. Beriku contoh tabel cicilan emas di pegadaian per tanggal 9 november 2012 (harus diingat, harga emas berubah setiap hari).

Jadi, Kenapa Belum Menabung Emas?

Setelah penjabaran tentang keuntungan Emas, atau dalam hal ini fokuskan pada Logam Mulia dalam bentuk Emas batangan, masihkah anda tertarik menabung dengan sitem konvensional? Belum lagi kenyataan bahwa kelak laju pertumbuhan tabungan Anda bahkan tidak akan mampu menyaingi laju inflasi, layak Anda pikirkan untuk beralih menabung Emas. Sekali lagi, Emas terbukti mampu melindungi aset dan mewujudkan impian anda.

***

DISCLAIMER :

Tulisan ini pernah saya ikut sertakan dalam lomba menulis yang diadakan BRI Syariah. Karena belum beruntung, saya modifikasi sedikit dan saya kirimkan untuk dapat diterbitkan dalam tabloid TAWON edisi November 2012 (entah nanti dimuat apa gak :mrgreen: )

Bukan Promosi PEGADAIAN, bukan karyawan Pegadaian, Bukan Keluarga Karyawan Pegadaian. hanya nasabah. TIDAK DIBAYAR untuk promosi. bukan juga ikutan lomba ^^

Awas Investasi Bodong!

Maraknya penipuan berkedok INVESTASI layak menjadi catatan agar kita selalu hati-hati dalam memutuskan kemana akan menggunakan uang kita.

himpitan ekonomi, belum lagi alasan klasik karena malasnya orang bekerja keras, menjadikan iming-iming hasil BESAR dengan TANPA USAHA dengan kamuflase INVESTASI.

bagaimanakah para peng-kamuflase investasi ini menjerat korbannya? dan apa saja usaha-usaha yang mereka lakukan? akan kita kupas habis dalan reportase investigasi kali ini.. :mrgreen:

*mhihihihihi.. becanda kawan! ini bukan acara tipi*

kalau masih tertarik, silahkan baca selanjutnya.. ūüėÄ

 

mengutip dari 10 nasihat bisnis dari 10 enterpreuner TOP disini

Tidak ada yang namanya taruhan yang aman
(David Niu – menjual sebuah perusahaan kepada aQuantive dan juga salah seorang pendiri BuddyTV)

Bagi anda yang diiming-imingi dengan rayuan maut para penipu dengan dalih investasi berhasil besar, saran saya Jangan terlalu mudah percaya!

ambil hikmahnya saja, berarti anda banyak uang.. jadi layak ditawari investasi :mrgreen:

tapi jangan GR dulu, bisa saja bukan karena itu, mungkin karena anda terkenal kurang pintar? *dikeplak pembaca* :mrgreen:

Banyak sekali tawaran bisnis yang terdengar atau terlihat menggiurkan dan sangat menguntungkan.

Mari Kita sejenak fikirkan hal ini, jika memang sudah 100% benar menguntungkan, kenapa masih mau memberitahu Anda?

kenapa tidak cari hutang bank dan berinvestasi sendirian saja?

 

Salah satu alasan yang mungkin dilontarkan adalah “Kan kita prend!”

kalo sudah begitu anda jawab saja “prend gak makan prend!”

 

jadi, alasan sesungguhnya mereka (para penipu, atau yang ketipu duluan :mrgreen: )¬† mengajak anda untuk turut serta adalah untuk mendistribusikan risiko yang mereka akan hadapi dalam berinvestasi di sana. Dengan kata lain, jika tidak berhasil, paling tidak kalau rugi ada yang bisa diajak sama-sama bunuh diri :mrgreen: *dilempar sandal sama pembaca* ūüėÄ

jadi, pesan saya harap hati-hati.. ūüôā

 

postingan saya kali ini tidak akan menujuk pada investasi ini atau yang itu.. takut dikeroyok massa yang merasa investasinya hanya telat bayar. padahal sudah jelas scam ūüėÄ

 

AWAS INVESTASI BODONG!

Pemuda, dulu dan sekarang

SUMPAH PEMUDA
KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA.

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.

KAMI POETRA DAN POETRI
INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.

Ikrar sumpah pemuda yang diikrarkan tanggal 28 oktober 1928 ini mungkin sudah banyak yang tidak terlalu hapal, malah mungkin lupa kalau ada sumpah pemuda.

singkat kata, ibarat kata lain dulu lain sekarang, memang, pemuda jaman sekarang tidak harus ikut berperang untuk membuktikan perjuangannya.

memang, kita tidak harus melaksanakan upacara bendera setiap saat hanya untuk mengenang jasa pemuda-pemudi di masa lalu yang memperjuangkan tanah air kita.

tapi toh, kita harus tetap berjuang.

hanya wujud perjuangannya yang berbeda.

setiap pemuda pemudi harus memiliki rasa cinta tanah air seperti apa yang diikrarkan dalam sumpah pemuda itu.

bukan perang melawan penjajah yang kita lawan.. tapi perang melawan segala bentuk kekerasan, perang melawan kemiskinan dan perang melawan kebodohan.

ambil bagian dalam perjuangan untuk memerangi apa yang menjadi masalah dalam negeri kita tercinta ini.

karena kita juga bagian dari Indonesia tercinta ini, dan selayaknya ikrar SUMPAH PEMUDA tersebut dapat selamanya terpatri dalam hati sanubari pemuda pemudi Indonesia, dulu, sekarang, dan selamanya.

BANGKITLAH PEMUDA-PEMUDI INDONESIA!!

#eh, tunggu sebentar.. :mrgreen:

mendadak saya ingat sebuah lagu nasional, lagu berjudul bangun pemudi pemuda buah karya A. Simanjuntak berikut ini:

Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri

sambil membangkitkan semangat kita mari dengankan lagunya melalui  link video terkait:

 

Sebagai pemuda indonesia, Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu!