Cuti (tidak) di Rumah Sajah

finally!
surat cuti saya ditandatangani..
kehebohan si cuma.. karena cutiku kalo gak diambil dikumpulin ada 33 hari! emejiiing bgt kaann..

jadi disinilah saya, cuti seminggu.

ngabisin cuti yang kalo gak diambil bakal hangus. awalnya sempet bete dan pengen ngajakin anak anak pergi kemana gituu.. ngilang beberapa waktu.. mengingat saya pinter banget kalo suruh ngehasut anak anak biar bolos sekolaahh :mrgreen:

lalu tetiba berubah pikiran karena mereka kyanya lagi seneng bgt sekolah, saya aja dirumah suruh purak purak jadi bu guru.. dan bu guru yang galak tentunyaa haha!

kan di sekolah gurunya udah baik baik siihh.. toh ini sekolah purak purak.. bu guru boleh lah maksa dikit.
hihihihihi..

bagian paling bikin saya mewek adalah ketika si-kakak pas jam (pura-pura) pulang sekolah bilang gini:

kakak: aku belom dijemput sama mamahku bu..
me: oh mamahnya ruzbi kerja ya?
kakak: iya. sibuk. repot.
me: itu pak sopir sudah datang, sini bu guru anter ke mobil.
kakak: kasih tau mamahku ya bu, aku pengen kayak temen temen aku di jemput mamahnya.

#jleb

lalu saya nangis meluk dia. maafin mamah ya sayang..

oke. selama mamah cuti, mamah yang anter jemput yaa nak..

Pop!

ini bukan soal musik, ini bukan soal selera, ini tentang menginap di hotel :mrgreen:

entah kapan mulainya, ruzbi dan zahra paling seneng nginep di hotel, bukan hanya soal kolam renangnya, soalnya kadang juga kita gak berenang.

liburan gak berasa liburan kalo gak nginep di hotel. begitulah kira-kira menurut mereka.

well, pertengahan bulan ini nanti saya kebagian jatah tugas pelatihan APINDO, dan kebetulan sedang ada rejeki lebih, anak-anak beserta si #embak saya bawa serta.

nah, mengingat siang hari sebelum acara kami semua diharuskan sudah check in di hotel tempat terselenggaranya acara, maka saya pun memilih penerbangan hari sebelumnya, karena kalo penerbangan hari yang sama, harus pagi, kelihatnya rempong.

belum lagi jarak tempuh jakarta-bogor yang entah gimana nantinya (seringkali macet yaa.. kalo weekend)

setelah mempertimbangkan berbagai kondisi, saya memilih untuk terbang sore hari dari branti menuju cengkareng.
rencana semula mau langsung ke bogor, tapi sepertinya kurang memungkinkan, mengingat saya terbang dengan flioght terakhirnya maskapai nasional berlogo burung itu, estimasi arrival adalah jam 17.55 hmm.. sepertinya akan sangat melelahkan bila langsung cuss ke bogor..

(perjalanan darirumah ke bandara sekitar 2 sampai 3 jam). jadi alih-alih langsung ke bogor, saya cari hotel di dekat bandara.

kenapa kok cari di dekat bandara?

karena besok paginya saya pengen nyoba naik damri yang royal apa ituu.. hmm.. saya lupa.. ini link menuju ke royal class nya damri.

http://www.haltebus.com/detail227.html

sepertinya keren sekali, sampe ngeces-ngeces. oh oke, ini agak lebay!

jadilah saya inget amaris hotel bandara, ternayata agoda bilang sudah penuh! haish! saya cari lagi sekitar bandara.. yeap! dapat POP! Hotel ini. sepertinya bagus..

sekedar berbagi informasi,ratenya dari agoda juga cukup murah untuk lokasi hotel yang didekat bandara, saya si gak pernah suka rate walk-in.. hihihi.. soalnya kalo via agoda kan dapat point yang bisa dituker nginep gratis yaa.. hohohoho #bukanpromosi

nahh.. informasi yang akan saya sampaikan adalah konon katanya jaringan pop hotel ini akan hadir disekitaran bandar lampung, sebelah ruamh sakit BW katanya sii.. well see.. apakah semurah itu.. kalo sama murahnya, lumayan lah kalo turun gunung bisa nginep di pop hotel bandar lampung 😀

yang lalu biarlah berlalu

tahun 2012 sudah beberapa hari berlalu, oke, memang tidak semua hal yang semula ingin saya capai di 2012 ini tercapai. tapi, tahun 2012 juga tidak terlalu buruk.

banyak hal baik yang terjadi di tahun 2012, banyak banget malah.. yang mungkin kalo saya sebutin satu-per satu bisa dikira saya lagi sombong.

sebut saja, trip-trip gratis saya, belum lagi hadiah-hadiah yang saya terima, bisnis yang mulai jalan lancar, keluarga kecil yang akhirnya bisa kumpul, selesainya kuliah notariat saya, dan banyak hal lain yang mungkin tidak bisa saya sebut satu per satu.

apapun yang terjadi di 2012 lalu, layak disyukuri. semoga 2013 nanti lebih baik dari tahun 2012. aamiin.

ibdah saya lebih baik, amalan sunah saya juga lebih baik, saya menjadi orang yang lebih baik dari tahun kemarin.. dan hal-hal baik semoga saja terus tercurah pada saya dan keluarga.

bukankah kita memang harus selalu lebih baik dari hari kemarin?

mari kita simpan kenangan manis yang terjadi di 2012, dan pacu lagi diri kita untuk lebih baik di 2013 ini.

Yang lalu biarlah berlalu, toh apapun yang terjadi, kita sudah di 2013 kan? *semangat!

trip w/ mom sponsored by FIMELAdotcom dan kantor gue pastinya :D

trip w/ mom sponsored by FIMELAdotcom dan kantor gue pastinya 😀

Melewatkan [Pergantian] Tahun Baru

Sesuai judul, posting ini memang dibuat masih seputan pergantian tahun dari 2012 ke 2013.

Hari ini, hari pertama dimulainya aktifitas kantor setelah libur panjang (buat yang libur tentunya) :mrgreen: sebagian masih belum ada di kantor. sebagian memang memilih liburan setelah yang lain masuk kantor..

Penjual terompet dan topi sudah tampak berkurang, tapi masih ada dibeberapa sudut kota, menghabiskan sisa dagangan, barangkali saja ada yang masih ingin beli dengan harga diskon.. hmm.. siapa yaa?

Tahun baru rejeki baru

Doa itu tentu saja bukan hanya milik tukang balon, terompet dan petasan yang panen pembeli di akhir tahun. saya juga tidak kelewat berdoa hal yang sama.

untuk malam tahun baru, tidak jauh berbeda dari malam pergantian tahun di tahun-tahun sebelumnya, saya tetaplah saya.. 🙂

tidak ada pesta, tidak ada kembang api, tidak ada petasan, tidak ada terompet. hanya sepotong doa yang kembali saya panjatkan kepada DIA yang Maha Segalanya. Penggan doa yang sama seperti beberapa waktu yang lalu, ditambah doa khusus untuk kebahagian Bapak dan Mamah.. sungguh saya ingin kedua orang tua saya bahagia.

Pergantian tahun ini, awalnya saya tidak berencana pulang ke rumah orang tua saya. disamping memang karena pasti harga tiket sudah pasti mahal, saya juga males ketemu MACET. tapi setelah dipertimbangkan satu dan lain hal, saya akhirnya pulang, dengan 2 bayi yang harus ikut serta, plus satu nanny tentunya.

Benar saja!

untung saya pulang. saya sempat tidur sekamar dengan Bapak & Mamah, memandang pada wajah yang selama ini telah merawat saya, tentu saja berbeda rasanya..

pengalaman kehidupan, cobaan dan banyak hal telah mereka lalui bersama, tanpa sempat mengeluh kepada kami anak-anaknya..

sungguh, hanya sepenggal doa yang khusus saya panjatkan untuk kebahagian mereka berdua..

Ruzbi dan Zahra, dua balita yang tingkah polahnya menggemaskan ini semoga kehadiran mereka juga mampu menghibur mamah dan bapak..

Tahun lalu, saya sudah menyelesaikan pendidikan magister kenotariatan juga untuk Bapak dan Mamah.. entah apa lagi yang bisa membuat Bapak dan Mamah lebih bahagia tahun ini, sebisa mungkin akan saya penuhi.

banyak hal yang lain yang menjadi resolusi tahun ini. yang pasti saya ingin menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi.

Ya ALLAH saya memohon dengan segenap kerendahan hati, dengan segala kepasrahan, jadikanlah ruang dan waktu yang akan hamba lewati kedepan adalah ruang yang penuh dengan ibadah, waktu yang penuh dengan asmaMU yang maha indah … Laa illaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzalimin

Semoga apa yang ada dalam daftar resolusi tahun baru saya kali ini dapat saya capai tanpa cacat.. terutama keinginan saya untuk menjadi lebih baik dan lebih baik [lagi].. saya hanyalah manusia biasa tempat khilaf dan kesalahan.. maafkan saya jika saya pernah menyakiti hati salah satu diantara kalian..

TANTRUM ~ bukan mantra harry potter!

Kalau anda orang tua baru, atau anda memiliki seorang anak yang kerap kali mengamuk tanpa bisa dikendalikan (seperti halnya saya) maka anda perlu mengenal istilah ini:

TANTRUM

istilah lengkapnya adalah ‘temper tantrum’ keren ya? :mrgreen: *ditabok massa*

Pertama kali mendengar istilah ini, jujur saya gak ngeh kalau artinya adalah kondisi dimana seorang anak mengamuk tanpa bisa dikendalikan, saya justru keinget mantra-mantra harry potter! hahahaha.. tol** tingkat dewa!

mari kita kembali ke laptop!

Kenapa TANTRUM ini muncul diantaranya didasari oleh perasaan berikut ini:

Pertama, anak usia 2 – 3 tahun memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar dan selalu ingin melakukan segala sesuatunya sendiri. Sayangnya keinginan itu sering lebih besar daripada kemampuannya, akibatnya anak frustasi dan keluar dalam bentuk amukan yang berlebihan dan tidak terkendali.

Kedua, anak baru menemukan ‘akunya’, lantas ‘kekuasaan’ yang baru dirasakan si kecil ini mendorongnya ingin menguji kekuasaan lingkungan utamanya orangtuanya. Sehingga ketika perilaku anak dihentikan atau keinginannya tidak terpenuhi, ia merasa frustasi karena anak yang ‘merasa gede’ ini ternyata masih kecil dan ‘dikalahkan’. Ia marah pada kenyataan ini dan mengekspresikannya lewat tindakan mengamuk karena belum mampu menampilkan amarah dalam bentuk kata-kata, di samping anak memang belum mampu mengelola emosinya dengan baik.

Ketiga, perilaku mengamuk untuk mendapatkan keinginannya sudah menjadi ‘tradisi’ sejak kecil dan lingkungan secara tidak sengaja membiasakan kondisi ini. Lantas bagaimana caranya menghadapi anak yang sedang tantrum ini? Secara umum yang terbaik adalah memakai prinsip umum pembelajaran dan menerapan disiplin, yaitu memberi penguatan pada perilaku yang benar dan memberi hukuman/mengabaikan perilaku yang salah.

ih.. saya kok pinter banget sii? belajar dimana? MBAH GOOGLE yang PINTER.

lalu, cari deh pake key word ‘atasi tantrum balita’ beberapa diantaranya akan muncul yang berikut ini, saya coba kumpulin dari berbagai sumber yaa 😀

Gali Penyebabnya
Cari tahu penyebab anak mengamuk tak terkendali. Mungkinkah ia mengamuk semata untuk mencari perhatian, demi mendapatkan suatu barang, frustasi terhadap suatu keadaan atau sedang lelah dan mengantuk. Kalau tahu penyebabnya, tentu lebih mudah untuk mengatasinya.

Jangan Berjanji Muluk
Anda tidak perlu memberi penguatan pada perilaku mengamuknya dengan menjanjikan akan membelikan sesuatu, karena justru akan dijadikan senjata bagi anak. Biarkan anak belajar merasakan kekecewaan. Dia harus belajar walaupun orangtuanya dapat mengerti perasaannya dan sayang padanya, tetapi tetap tidak dapat menerima perilaku mengamuknya.

Jangan Terpancing Emosi
Jangan membalas perilaku mengamuk anak dengan teriakan, kemarahan, pukulan balasan atau mengurungnya. Ini tidak akan berhasil sama sekali, karena anak akan bertambah mengamuk. Ia merasa sudah frustasi, sekarang ditambah perasaan ternyata orangtuanya tidak sayang lagi padanya.

Abaikan Amukan Anak
Umumnya tujuan utama anak mengamuk adalah mencari perhatian. Di saat seperti ini percuma jika Anda mencoba ‘berdiskusi dan merayu’ karena anak justru akan meningkatkan intensitas mengamuknya. Sebaliknya jika Anda mengabaikan amukannya maka lama kelamaan anak akan menyadari bahwa ‘aksiya’ ternyata sia-sia. Lebih baik tetap selesaikan tugas-tugas Anda atau kalau yakin segalanya cukup aman, tinggalkan saja ruangan tersebut. Dalam menjalankan metode ini, Anda harus menguatkan diri dan ‘tega’, karena anak pasti akan meningkatkan amukannya untuk mendapatkan perhatian lingkungan. Namun apabila Anda dan lingkungan cukup konsisten, cara ini biasaya cukup efektif.

Redakan Emosi Anak
Bawalah anak ke tempat sepi dan berusaha menenangkan emosinya dengan memeluknya erat-erat dan berusaha menunjukkan empati kepadanya. Latih anak mengenali emosi dan mengungkapkan secara verbal, misalnya ”Adik sedang marah ya, Mama tahu, makanya Mama peluk Adik karena sayang sekali”. Empati yang kita tunjukkan biasanya dapat meredakan emosinya. Kadang-kadang anak memang akan berusaha melepaskan diri dari pelukan kita, tetapi setelah agak tenang, biasanya dia akan berbalik memeluk kita seolah berterima kasih karena telah menyelamatkan dari kemarahan dirinya.

Kalau si kecil mengamuk di tengah keramaian dan mengganggu banyak orang, bawa ia ke tempat sepi. Katakan bahwa Anda dan dia akan tetap di sana sampai amukannya berhenti. Bertahanlah, kalau amukannya tidak juga reda, apa boleh buat, hentikan acara dan ajak anak pulang. Meskipun tampaknya berat, namun bertahan dalam kondisi ini dan akan sangat bermanfaat. Anak akan belajar sebab dan akibat dari perilakunya. Lambat laun anak akan mengerti dan terlatih untuk mengendalikan diri serta menyatakan amarahnya secara tepat.

Jangan Bahas Lagi
Kalau anak berhenti mengamuk, jangan tunjukkan perhatian khusus. Ajak saja anak bermain kembali seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Tidak usah lagi mengungkit-ungkit amukannya, karena itu hanya akan ‘memberitahu’ anak bahwa Anda sempat terganggu oleh amukannya, ia akan tergoda untuk mencobanya kembali lain kali. Berikut ini merupakan treatment untuk melatih kontrol emosi anak yang cukup besar terutama yang sudah mampu berkomunikasi dengan baik.

Pelampiasan Verbal
Ajari anak untuk mengenali perasaannya dan mengungkapkan secara verbal dengan bahasa yang dipahaminya sumber kemarahannya atau bad mood-nya. Misalnya, ”Putu rasanya ingin marah Bu Guru, kalau Kadek mengejek tulisan Putu seperti cakar ayam mencari cacing”.

Atau, ”Desy rasanya ingin marah, sudah jelas-jelas Nina menghilangkan mainan yang…… tadi dipinjamnya, en dia tak mau mengakui apalagi menggantinya”.

Untuk anak-anak yang lebih muda, mungkin Anda perlu membantunya untuk mengungkapkan rasa amarahnya dengan kata-kata Anda. Misalnya, ”Lusi sedang jengkel ya karena kotaknya sukar dibuka. Jangan dibanting dong, nanti jadi rusak dan tidak bisa dibuka. Bawa sini, Bu Guru ajarkan cara membukanya”.

Permainan Peran
Ajarkan anak-anak permainan peran untuk mengungkapkan perasaan dan menyalurkan amarah yang sedang mereka rasakan. Misalnya, Doni sangat marah karena Wayan mengejeknya, sehingga sebagai pelampiasannya Wayan dipukul. Yang harus Anda lakukan, cobalah tenangkan anak dengan memintanya menceritakan apa yang terjadi dan ”mementaskan’ setahap demi setahap peristiwa yang telah dialaminya. Secara tidak sadar setelah jadi ‘aktor’, anak akan merasa emosinya sudah mereda karena secara tidak langsung amarahnya sudah tersalurkan lewat ‘permainan peran’ tersebut.

Peningkatan Empati
Ajak anak melihat dan merasakan apa akibat yang terjadi terhadap subjek yang jadi korban kemarahannya. Misalnya, Wayan yang menangis akibat dipukul dan dijambaknya atau orang bisa tersinggung kalau dicaci-maki dengan bahasa yang kotor. Ajak anak membayangkan bagaimana kalau dia yang menjadi korban kemarahan. Bagaimana anak menjadi pintu atau meja yang dipukul dan ditendangnya.

Relaksasi Napas dan Pendinginan
Latih dan ajarkan anak mengendalikan amarahnya dengan relaksasi pernapasan. Tariklah napas perut, tahan sebentar, kemudian keluarkan melalui mulut secara perlahan-lahan. Lakukan sekitar 3-5 kali, lalu minta anak berbicara sambil mengatur napas: Sa-ya-se-dang-me-nge-lu-ar-kan-ra-sa-ma-rah. Sa-ya-ti-dak-bo-leh-me-mu-kul. Sa-ya-se-ka-rang-te-nang-te-nang-te-nang. Pendinginan juga boleh Anda ajarkan, biarkan anak berjalan-jalan ke tempat yang agak tenang, ke kebun di belakang rumah misalnya, yang penting menghindari sumber rasa marahnya terlebih dulu. Mencuci mukanya atau melakukan wudhu bagi yang Muslim dapat pula dicobakan. Bagi anak-anak yang cukup besar, Anda dapat mengajarkan doa-doa tertentu untuk mengendalikan rasa marahnya.

Ruang dan Sarana Kemarahan
Ada sejumlah anak yang tergolong memiliki temperamen tinggi dan emosi labil, membutuhkan pelampiasan rasa marah dengan cara yang lebih bersifat fisik. Sediakan kesempatan dan sarana untuk itu. Misalnya, bantal khusus atau karung berisi kapas yang bisa dipukul atau ditendangnya, kamar khusus/ kedap suara yang dapat dipakainya untuk menyanyi sekeras-kerasnya, atau kanvas dengan cat warna-warni yang dapat dilukis semaunya untuk menyalurkan amarahnya. Untuk anak-anak usia 6 tahun ke atas memasukkan mereka ke kegiatan bela diri juga dapat membantu melatih pengendalian dirinya.

Reinforcement/ Penguatan Perilaku Positif
Beri penguatan pada pengendalian perilaku marahnya. Berikan pujian, senyuman atau pelukan hangat ketika anak mampu mengendalikan amarahnya dengan tidak mencaci maki atau memukul. Untuk anak-anak yang cukup besar sistem kartu atau bintang dapat diterapkan. Tiap anak yang mampu mengendalikan rasa marah, maka akan mendapat kartu atau bintang hijau yang dapat dikumpulkannya untuk mendapatkan hadiah tertentu. Jika anak tidak mau atau gagal mengendalikan amarahnya bahkan sampai memukul misalnya, berikan kartu atau bintang merah dan berikan konsekuensi hukuman bagi perilaku memukulnya, tentu saja hukuman sesuaikan dengan usia anak. Meminta maaf biasanya sangat manjur bagi anak-anak yang lebih besar.

nahhh.. kalo masih kurang jelas, silahkan tanya persisnya ke mbah gugle yaakkk!. lalu apakah saya sudah bisa mengatasi TANTRUM pada anak saya? ahh.. jangan ditanya, saya malu jawabnyaa.. hihihihihi

Me Vs. Chicken Pox a.k.a Cacar air

Disclaimer : Saya bukan dokter. hanya sharing pengalaman saja supaya yang ketemu cacar air pertama kali, tidak panik.. 🙂 khusus untuk mba tati ^^

 

Dear mba tati,
Tulisan ini sharing sedikit waktu menghadapi cacar  ini-nya Ruzbi, sengaja  aku tulis untuk hilmi tersayang yang lagi kena cacar air. well, meskipun ini pengalaman mba tati menghadapi cacar air. tapi pasti bisa dilalui.. 🙂 mimi.. tante asti micu!

 

Pernah suatu pagi mak pon (ex nanny nya ruzbi), menemukan bintil kecil di kulitnya disertai demam, oma langsung menduga itu cacar air! kenapa?

karena om pran (adik saya) sedang menderita cacar air. padahal kami sudah sebisa mungkin mengkarantina om pran dengan melarangnya untuk tidak turun ke lantai 1 rumah. tapii.. fakta bahwa virus cacar mudah berpindah lewat nafas dan udara (airborne) tidak terbantahkan.

pertolongan pertamanya adalah untuk menurunkan panas, saya pakai sanmol drops (isinya paracetamol).

namun untuk lebih meyakinkan kami apakah itu cacar air atau bukan, dan confirmed! ini benar cacar air. Dokter kami waktu itu Prof. Har (dsa praktek di RS Hermina semarang) memeriksa dengan seksama, dan ternyata hanya cacar saja, tidak ada gejala ikutan lainnya, sehingga kami memperoleh resep berisi obat racikan antiviral dan obat oles.

Perlu diketahui, obat-obat ini tidak seketika menyembuhkan tapi hanya mengurangi aktivitas virus. saya sendiri ingat betul obat yang diberikan yaitu racikan acyclovir dan zovirax (salep isinya acyclovir juga). tentang obat tersebut bisa dibaca lengkap disini.

nah, supaya cacar tidak berbekas gimana?

kalau ini menurut saya si dikarenakan kecenderungan menggaruk yaa? pengalaman sendiri si, kalo tidak digaruk, atau dipencet kan tidak berbekas ya?

beberapa sodara dan teman yang kebetulan dokter, menyarankan untuk menambahkan antihistamin, seperti cetrizine, tapi saya sendiri tidak tega memberikan terlalu banyak obat pada anak-anak, wal hasil saya tidak berikan obat, tapi saya pilih memberikan lotion caladine yang mengandung calamine, ini untuk mengurangi gatal.

alhamdulillah, tidak sampai keluar banyak, hanya 6 bintil kecil saja, dan selesai.. 🙂

kata orang jaman dulu si, mestinya biar keluar semua. namun menurut dokter, ITU DULU.. SEKARANG TIDAK LAGI! :mrgreen:

oia, selama diserang cacar ini, Ruzbi tetap mandi seperti biasa, air hangat lebih hangat daripada suhu tubuhnya, dicampur dengan dettol :)pakai handuknya jangan di gosok yaa.. 🙂 cukup ditepuk-tepuk saja. takut malah gores.

selain daripada itu, karena saya punya bayi Zahra, terpaksa Zahra mengungsi selama 2 minggu di rumah sebelah (untung rumah kami dan rumah oma sebelahan). setelah ruzbi sembuh, segala tirai jendela, sprei dll dicuci dengan detol. bahkan lantai di pel dengan detol sebelum adiknya kembali tinggal dalam satu rumah 🙂

meskipun ada beberapa orang teman yang menyarankan, supaya tetap dalam satu rumah ‘biar repotnya sekalian’ begitu katanya. untung ibu saya kekeuh jumekeh untuk tidak satu rumah. walhasil.. saya mondar mandir.. dan bolak balik mandi serta ganti baju. menjaga supaya zahra tidak tertular.. 🙂 tapi kalau dipikir pikir memang lebih kasihan kalo bayi ikut tertular.. ya kann?

alhamdulillah, tidak menular.

Memang kita tidak perlu panik dan kuatir berlebihan karena cacar ini termasuk self-limiting disease, artinya dapat sembuh sendiri dengan bantuan antibodi.

TAPI, bukan berarti bisa kita abaikan dan dianggap enteng, karena cacar tidak termasuk dalam kategori penyakit ringan! gangguan yang mungkin muncul mengiringi cacar adalah demam, lemas, nyeri otot, dan gangguan saluran nafas which is perlu perhatian ekstra. dan bila tidak ditangani dengan tepat, bisa menimbulkan komplikasi.

sekian sharing dari saya, mudah-mudahan bermanfaat! 🙂

GWS hilmy sayang ^^seterah deh kalo udah sembuh mau minta apaa ke bunda-nya.. yang penting tante asti dikasih bagian yaa hihihi.. tante melan seterah dehhh.. :mrgreen:

‘mamah itu!!’

kalimat itu seringkali meluncur dari mulut mungil ‘muncis’ nya Ruzbi.

saya sendiri sempat berpikir, apakah selama ini saya salah mendidik dia? ataukah entah-kapan-suatu-waktu-yang-lalu merekam saya dalam adegan marah, sehingga menganggap tingkah itu suatu hal yang wajar? selama ini saya selalu mencoba untuk menunjukkan kesabaran ekstra. tidak terlalu sering berkata JANGAN/TIDAK BOLEH tapi lebih banyak menggunakan kalimat positif.

saya sampai membeli beberapa buku parenting seperti, anger management in parenting, scream free parenting dan lain-lain. selain itu juga membaca artikel-artikel tentang bagaimana menghadapi anak pemarah.
salah satu contoh artikel yang saya baca ini mencoba menunjukkan alasan-alasan kenapa anak marah dan cara menghadapinya:

A. Jika anak marah karena JANJI PADA ANAK YANG TIDAK DITEPATI, berikut CARA TIPS & TRIK BERJANJI SECARA BIJAK :
1. Ketika membuat janji sebaiknya gunakan konsep waktu yang jelas. Bila perlu tunjukkan kalender kepada anak dan beritahu kapan kita bisa menepati janji. Jangan gunakan kata “nanti” karena dapat diartikan si anak hari ini atau besok.
2. Sebaiknya jangan mengobral janji pada anak yang belum tentu dapat kita tepati. Pikirkan dulu baik-baik ketika akan membuat janji pada anak.
3. Jangan menjanjikan sesuatu agar si anak berhenti menangis atau berhenti bertingkah nakal, karena anak akan cenderung mengulanginya lagi untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya.
4. Buat reminder atau catatan janji kita pada anak, perlakukan mereka seperti klien kita di kantor bahkan jadikan mereka klien utama anda.

B. Jika anak marah karena MENCARI PERHATIAN, berikut CARA TIPS & TRIK MENGHADAPI MEREKA :

1. Memeluknya dan mengungkapkan kata sayang pada anak adalah ungkapan paling mudah yang dapat diartikan anak sebagai wujud kasih sayang orangtua.
2. Tetap bersikap tenang, jangan panik dan buru2 memenuhi keinginan mereka ketika sedang marah, jika tidak kemungkinan besar anak akan mengulangi perilaku marah mereka.
3. Menggoda dengan humor dan menggelitik anak, sambil menanyakan mengapa mereka marah. Terkadang cara ini cukup berhasil.
4. Hindari kata “tidak” dan “jangan” pada anak. Gunakan suara tenang jangan berteriak dan bernada marah.
5. Sampaikan pada anak ada cara lain yang lebih baik untuk memperoleh perhatian, saat menyampaikan ini usahakan anda dekati mereka posisikan diri anda sejajar dengan anak dan lakukan kontak mata. Berikan pujian positif apabila anak menuruti anda dan berperilaku baik.
6. Sampaikan pada anak untuk bersikap sabar, apapun yang mereka inginkan perlu waktu dan usaha. Dan beri pujian bila ia mampu untuk lebih bersabar.
7. Berikan timeout dengan membiarkan anak untuk menenangkan diri disuatu ruangan yang tenang. Jangan pernah mengatakan “masuk kamar sekarang, dan jangan keluar sampai kamu perbaiki tingkah lakumu !”, cukup katakan pada mereka “tenangkan dirimu dulu jika merasa lebih baik baru kita bicara”.

C. Jika anak marah karena DIPAKSA DISIPLIN, berikut CARA TIPS & TRIK MENUJU DISIPLIN YANG EFEKTIF :
1. Untuk mengubah perilaku buruk anak, orangtua juga harus mengetahui motivasi dibalik tingkah lakunya. Misalnya karena bosan, cari perhatian, balas dendam atau ingin unjuk kekuatan.
2. Tentukan batasan yang jelas pada anak apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dengan detil.
3. Terapkan batasan atau aturan tersebut pada setiap anak dalam keluarga termasuk orangtua.
4. Konsekuensi disiplin yang sama seperti kasus sebelumnya. Tanpa konsekuen dalam disiplin akan membingungkan anak.
5. Jangan memberi disiplin dimuka umum akan membuat anak malu dan marah, bicarakanlah berdua saja dengan anak.
6. Dibutuhkan ketegasan orangtua dalam menerapkan disiplin, namun jangan melakukannya dengan berteriak dan membentak anak. Sampaikan semuanya dengan tenang tapi jelas.
7. Jangan pernah menghukum anak secara fisik seperti memukul.
8. Berikan sanksi segera setelah anak melakukan kesalahan jangan pernah menundanya, hal ini akan membuat anak mengira orangtua tidak sungguh2 menerapkan disiplin.
9. Orangtua perlu melakukan pengawasan sejauh mana anak bersungguh2 menjalankannya.

kadang saya merasa ketidak hadiran saya dan papa nya di rumah mungkin juga membuat ia merasa kurang perhatian, belum lagi persaingan perebutan perhatian antara dia dan adiknya.

maka seringkali ia akan manyun dan membentak ‘mamah itu!’

duhhh Gusti, paringono sabar..
mesti gimana lagi cobaaa?