Balada Ganti Plat *bukan platform*

Jadi ceritanya pajak mobil yang seusia si-kakak akan segera jatuh tempo, yang konon katanya pembayaran tiap 5 tahunan sedikit lebih ribet..

memang!

karena gak bisa dong kita lewat UPC yang ada di samsat.
nah, kebetulan ini nonna jessi ber-plat kan gunung sugih, maka saya dong harus rela ngantri bergerah-gerahan bersama jutaan manusia lainnya *halah! lebay! :mrgreen:

nah, tibalah saya kira kira pukul sembilan pagi di samsat, dan dengan kepedean-nya merasa bahwa even yang 5 tahun sekali (lazim disebut GANTI PLAT) ituh bisa lewat UPC.

santai doong ke UPC nanya kalo antrian pajak mobil masih 15 menit lagi. *dududududu..

somehow saat saya balik ke mobil kepikiran aja gituu.. dan juga terbesit perasaan gak enak.. ah apa iya sii.. maka saya ber inisiatif nanya nanya kemana mana.. *halah! ini lebay lagik* :mrgreen:

nah, atas petunjuk bapak tukang parkir.. *maap ini si nanya ke yang deket, panas soalnya*

dikasih taulah suruh potokopi rangkap 4 dan belik map! yasudah saya nurut sajah.. melaju ke potokopian yang ada di lingkungan samsat, nah itu tukang fotokopi juga udah pengalaman kok, dia tahu mana yang di copy, mana di jepret dimana, dan nyusun di dalem map nya..

lalu saya nanya dong ke tukang foto kopi nya, “terus saya kemana lagi ini?”

“cek fisik” jawabnya singkat sambil menunjuk ruangan bertuliskan CEK FISIK, sebuah loket terbuka, saya pun menyapa pak pulesei yang ada di balik loket, menyerahkan map dan beliau menambahkan sebuah formulir dan ada stiker (yang kemudian saya tahu ini yang dipake untuk ‘esek-esek’ nomor mesin dan nomor rangka.

“ikut bapak itu” dan saya pun mengikuti bapak yang ditunjuk oleh Pak Pulesei tadi menuju mobil saya yang diparkir dengan cantiknyaa *lah iya parkirnya deket bgt ama pintu* 😎

nah pada saat si bapak ‘ngesek-esek’ saya di datengin nih sama calo, ‘lama loh mbak.. udah sini saya bantu aja’ dan kira kira harga yang ditawarkan adalah sekitar Rp.500.000,- sajah! *gilak* 😯

penasaran saya nanya: ‘kalo kilat berapa lama?’

diapun menjawab : satu jam selesai.

ahhh.. curang!

lalu hati kecil saya yang masih murni anak baik baik ini menolak kecurangan tersebut, *aselinya karena duitnya mau dipake buat ganti oli deeeng 😛

maka jadilah saya mengantri sendiri!

beginilah ceritanya:

1. Ambil nomor antrian, nunggu dipanggil.

2. Loket 1: PENDAFTARAN

ini saya nyerahin dokumen dalam map tadi asli dan fotokopi KTP, BPKB, STNK. konon harus diri sendiri, kalau punya orang lain, harus lampirkan Kartu keluarga (hanya boleh ngurusin keluarganya sendiri).

disini saya dikasih formulir buat diisi, dan karena gak punya pulpen, jadilah ketika ada yang nawarin ngisiin identitas kendaraan dengan membayar 5000 sajah, saya kasihin deh.. kilat gak sampe 5 menit udah kelar aja si bapak ngisinya.

saya serahin balik ke loket 1, dan diteruskan ke loket 2.

3. Loket 2

ini entah diapain disini, soalnya yang lolos di pendaftaran, di loket 2 cuma diliatin isinya map, dipanggil lagi dan disuruh bawa berkas ke loket 3.

kalo gak salah ini penetapan ya.. tapi apanya yang mau ditetapkan si? bukannya pajaknya gak turun turun? 😥

4. Loket 3: Bayar administrasi

ini loket bank BRI, nah saya malah justru inget nyariin gebetannya ndon,  temen sayah, tapi malah ketemunya mas mas.. zonk banget kan.. :mrgreen:

haha! balik lagi..

disini bayar plat 50.000, STNK 75.000 apa ketuker ya? ya pokoknya 125.000 untuk kendaraan roda 4.

5. Loket 4: Kasir (bank Lampung)

nunggu dipanggil, setor pajak. *dadah dadah sama duit di dompet.. ya ALLAH kok datengnya lama, perginya cepet bgt 😥

6. Loket 5 : ambil STNK

ahh! jangan dibayangin ini lama bgt! pokoknya gitu dehhh nunggu dicetak dulu, belum lagi kadang dia ngeduluin yang dari dealer gituu.. jadilah lumayan lama kita yang ngantri.. belum lagi kalo ganti plat kita nunggu STNK nya jadi pulak.. ya lumayan lahhh..

pas lagi ngantri gini saya udah lumayan BT ketika ada petugas yang nanyain: ‘kuliah dimana?’ aaawwww.. masih imut yaakk ternyata akunyaaa :mrgreen: *nyengirkuda* #abaikan

7. Keterangan Plat dalam Proses

nah.. ini kalo udah selesai semua, baru deh kita serahin bukti bayar plat dan stnk dr loket bank BRI tadi kemari, satu diambil, satu lagi distempel, karena konon katanya plat baru jadi setelah 7 bulan 10 hari!

duh pak! prematur! haha ngapa gak tunggu sekalian 9 bulan 10 hari ya? 😈

 

nah.. demikian lah tadi sekilas proses bayar pajak, inget, orang bijak taat bayar pajak!

kata siape? KATA ORANG PAJAK! bukan kata sayahhh 😈

 

 Ps. total lamanya 2,5 jam sajahh..

Pro dan Kontra dibalik Undang-Undang Perkoperasian

*serius tapi santai*

jadi, sudah barang tentu kita ketahui bersama bahwa aturan tentang koperasi sebelum ini diatur dalam Undang-Undang nomor 25 tahun 1992 tentang Koperasi.

nah, sekarang ada ketentuan baru, yaitu Undang-Undang Nomor 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian.

Trus gue harus bilang wow gituu?

ya enggak doong.. :mrgreen:

ada pro dan kontra yang saya maksudkan dalam judul adalah sebagai berikut:

1. dihapuskannya Unit Simpan Pinjam (USP); lalu bagaimana nasib USP? ada yang bilang ganti istilah saja :mrgreen: menurut ketentuannya si mestinya didirikan menjadi KSP (Koperasi Simpan Pinjam) karena nantinya rentetannya adalah adanya Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi dst nya.. (kayak bank yaa.. ada LPS nya) 😀

2. adanya SMK (Sertifikat Modal Koperasi); ini besarannya ditentukan dalam Anggaran Dasar KOperasi. yang mana menurut saya si jadi rada kurang pas, Koperasi kan seharusnya ‘Kumpulan Orang’ bukan ‘Kumpulan Modal’ meskipun tetap dibilang bahwa SMK ini gak ngaruh ke hak suara, jadi tetep ‘one man one vote’ menurut saya akan tetap akan ada pengaruh pada prakteknya.. kita ngomong soal duit beiibeehh! :mrgreen:

3. Selanjutnya adalah Istilah Selisih Hasil Usaha; ini sebelumnya Sisa Hasil Usaha (SHU) kalo gak salah. 😀

4. Adalagi, Pengurus dipilih oleh Dewan Pengawas; begini kalimatnya: “Dewan Pengurus dipilih oleh RAT (Rapat Anggota Tahunan) berhak memilih DEwan Pengurus yang dibentuk dalam RAT yang sama.” ini jadi ada kemungkinan lobi-lobi gitu gakk sii?

5. Satu lagi, Pengurus Non Anggota; menurut hemat saya agak gimanaa gitu.. soalnya pengurus koperasi itu kan mestinya urusan internal toh? kalo dari luar anggota, nahhh.. begimana dia faham urusan internal? ah, sudahlah.. mari berpikir positif saja.. 😀

rencananya akan ada Segambreng Peraturan Pelaksanaanya, tapi entah sudah ada apa belum.. semoga saja, tidak menuai kontroversi berkepanjangan sajaahh.. 😀

related post: masih inget saya menang undian RAT Koperasi tahun 2008 yang lalu 😀

https://ratutebu.wordpress.com/2008/03/13/aku-menang/

Bebas itu…

Pertama, ngomong soal kebebasan, saya jadi inget iklan salah satu provider telekomunikasi berikut ini:

Kebebasan itu, omong kosong.

Katanya aku bebas berekspresi, tapi selama rok masih di bawah lutut.
Hidup ini singkat, mumpung masih muda nikmati sepuasnya.
Asal, jangan lewat dari jam 10 malam.
Katanya, urusan jodoh sepenuhnya ada di tanganku.
Asalkan sesuku, kalau bisa kaya, pendidikan tinggi, dari keluarga baik-baik.
Katanya, jaman sekarang pilihan itu nggak ada batasnya.

Asal, ikutin pilihan yang ada.

atau versi lain dari iklan tersebut. yang juga saya kutipkan dibawah ini:

Kebebasan itu, omong kosong.

Katanya bebas berteman dengan siapa aja, asal orang tua suka.
Katanya jadi laki-laki itu jangan pernah takut gagal.
Tapi juga jangan bodoh untuk ambil resiko, mendingan kerja dulu cari pengalaman.
Katanya urusan jodoh sepenuhnya ada di tangan.
Asalkan dari keluarga terpandang, nggak cuma cantik tapi juga santun, berpendidikan..
Katanya, jaman sekarang pilihan itu nggak ada batasnya.

Asal, ikutin pilihan yang ada.

Entah kenapa, bicara soal kebebasan, saya kembali tersentil dengan kalimat pada iklan tersebut. maka ketika Tema Pekan Ketiga #ligabloggerindonesia yang menurut bocoran mimin @dotsemarang adalah sesuatu yang bikin melek which is artinya menurut saya adalah dipaksa untuk melek! 🙂 karena bicara soal Kebebasan Berekspresi dan HAM ini berarti saya tidak bisa bicara omong kosong, atau basa-basi bertele-tele tentang sesuatu yang saya sendiri tidak tahu pasti. maka saya pun harus terlebih dahulu belajar!

Tentang Kebebasan Berekspresi dalam kaitannya dengan mewujudkan masyarakat sehat berinternet tentunya terkait dengan kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum yang merupakan Hak Asasi Manusia (HAM) dimana kebebasan tersebut adalah hak dasar yang dijamin oleh Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan:

Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang.

hal ini sejalan dengan ketentuan Pasal 19 Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia, yang bunyinya adalah:

Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat, dalam hak ini termasuk kebebasan mempunyai pendapat dengan tidak mendapat gangguan dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan keterangan dan pendapat dengan cara apapun juga dan dengan tidak memandang batas-batas.

 

Namun apakah kebebasan berpendapat atau berekspresi yang ada saat ini sudah berada dalam jalur atau upaya membangun masyarakat sehat berinternet?

Bagaimana agar dapat menjamin terciptanya suasana yang aman, tertib, dan damai?

Jawabannya kembali ke iklan awal tadi, sungguh kebebasan itu sebenernya ada dan bukan omong kosong! hanya kebebasan kita dibatasi oleh hak orang lain dan harus dilaksanakan secara bertanggungjawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jadi, Bebas itu.. apa hayo? Think Again! :mrgreen:

[serius] ini tentang: Kode Etik

kode etik atau bahasa kerennya code of conduct ataupun code of ethics 😈 whatever lah.. aku gak pinter bahas inggris.. gyahahaha..

apapun itu, kode etik bukannya kode nya mpok etik #dijitakbuliketik :mrgreen:

lalu, apa itu? saya coba searchin di gugle, ini adalah yang paling pas dihati (sumbernya: ini) *haish lebaynya kumat 😉

Kode Etik Dapat diartikan pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku.

Dalam kaitannya dengan profesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standaart perilaku anggotanya. Nilai professional paling utama adalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.

Nilai professional dapat disebut juga dengan istilah asas etis.(Chung, 1981 mengemukakan empat asas etis, yaitu : (1). Menghargai harkat dan martabat (2). Peduli dan bertanggung jawab (3). Integritas dalam hubungan (4). Tanggung jawab terhadap masyarakat.

Kode etik dijadikan standart aktvitas anggota profesi, kode etik tersebut sekaligus sebagai pedoman (guidelines). Masyarakat pun menjadikan sebagai perdoman dengan tujuan mengantisipasi terjadinya bias interaksi antara anggota profesi. Bias interaksi merupakan monopoli profesi., yaitu memanfaatkan kekuasan dan hak-hak istimewa yang melindungi kepentingan pribadi yang betentangan dengan masyarakat. Oteng/ Sutisna (1986: 364) mendefisikan bahwa kode etik sebagai pedoman yang memaksa perilaku etis anggota profesi.

Konvensi nasional IPBI ke-1 mendefinisikan kode etik sebagai pola ketentuan, aturan, tata cara yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktifitas maupun tugas suatu profesi. Bahsannya setiap orang harus menjalankan serta mejiwai akan Pola, Ketentuan, aturan karena pada dasarnya suatu tindakan yang tidak menggunakan kode etik akan berhadapan dengan sanksi.

nah, pembentukan kode etik itu sendiri fungsinya adalah (1). Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah. (2). Mencegah terjadinya pertentangan internal dalam suatu profesi. (3). Melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi.

terus, berikut adalah profesi yang memiliki kode etik yang harus dipatuhi:

(1). Dokter, (2). Guru, (3). Advokat, (4). Notaris, (5). Peneliti (6). Jurnalis, (7). consultant oriflame (itu lohh MLM, masa ndak tau? NDESO! xixixixi)

kalo yang nomer 3,4, dan 7 boleh deh tanya ke sayaa.. nanti saya jelasin.. 😀 atau kalo mau ndaptar propesi yang nomer 7 juga boleh ke saya.. *gyahahaha.. :mrgreen: kenapa ujung-ujungnya promosi yaa? udah ah.. orang awalnya saya bener-bener cuma mau men-edukasi publik loohhh.. hihihihi..

mohon dimaafkan.. 😀

 

xoxo

 

ratutebu ~ blogger pasang surut *opothoiki? mbuh! #abaikan :mrgreen:

social compliance

#just a note

Kriteria SOSIAL COMPLIANCE:
1. Tidak ada Kerja Paksa
2. Tidak ada Diskriminasi
3. Kebebasan Berserikat
4. Jam Kerja sesuai UU ~ termasuk lembur
5. Kompensasi Sesuai UU
6. Safety and Health (K3)
7. Tidak mempekerjakan Pekerja anak
8. Tindakan Kedisiplinan ~ dalam memberikan sanksi sesuai UU, tidak boleh ada Denda atau Hukuman Fisik.

Jadi, salah satu dari 8 kriteria sosial compliance yaitu DISKRIMINASI, contohnya ga boleh ni ngiklan cari pegawai yang begini:

Dibutuhkan Engineer,
– lulusan S1
– IPK minimal 3
– diutamakan laki2
– lulusan univ terkemuka

Catet ya: GAK BOLEH, jadi gimana?

Dibutuhkan Engineer dengan kualifikasi:
– dapat mengoperasikan komputer
– memiliki jiwa kepemimpinan
Dst nya yang tidak menyebut Jenis Kelamin, maupun IPK dll..

Memang pekerjaan jadi agak bertambah untuk HRD.. Tapi gpp lahh yaa.. Bukan saya ini HRD nyaa.. •ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ•=))™‎​

~sumber: materi RAKERKORNAS APINDO 27 September 2011, MEDAN by ibu Nina

Tentang Merek Dagang

Merek adalah suatu “tanda” yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.
Masa berlaku merek 10 tahun sejak terdaftar dan bisa diperpanjang setiap 10 tahun berikutnya.
BAGAIMANA CARA MENDAFTARKAN MEREK DAGANG ?
Suatu permohonan untuk pendaftaran merek dagang harus diterima oleh Kantor Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Permohonan harus mencantumkan etiket merek, termasuk semua jenis warna, bentuk, atau bentuk 3 dimensi. Apabila etiket merek menggunakan bahasa asing atau menggunakan huruf/angka yang tidak lazim digunakan dalam bahasa Indonesia, harus disertai dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Permohonan harus juga dilengkapi dengan daftar barang atau jasa yang akan diberi tanda/merek tersebut. Tanda tersebut harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar dapat dilindungi sebagai suatu merek dagang atau tipe merek lain. Merek dagang harus memiliki daya pembeda, sehingga pelanggan dapat membedakan, mengidentifikasi suatu produk tertentu terhadap produk yang lain, Merek dagang tidak boleh membingungkan pelanggan atau melanggar norma kesopanan atau moralitas.
Selain itu, permohonan merek juga harus mencantumkan surat pernyataan bahwa merek yang akan didaftarkan adalah miliknya, juga surat kuasa apabila permintaan pendaftaran merek diajukan melalui kuasa, serta membayar seluruh biaya.
Langkah-Langkah Pendaftaran Merek:

Berikut ini adalah tahap yang harus dilalui seorang produsen atau pengusaha dalam mendaftarkan merek dagangnya:

Pertama, pengusaha mencocokkan merek dagang yang akan didaftarkan dengan daftar umum merek yang dikeluarkan Ditjen HAKI.
Daftar umum merek adalah daftar merek dagang yang sudah diakui oleh Ditjen HAKI. Bila pengusaha mengalami kesulitan, dapat meminta bantuan kuasa hukumnya.

Kedua, menyerahkan persyaratan administrasi.
Pemohon sertifikat merek dagang dibedakan antara perorangan dan badan hukum atau perusahaan. Namun, pada prinsipnya, persyaratan administrasinya tidak berbeda jauh antara pemohon perorangan dan perusahaan.

Beberapa persyaratan administrasi yang harus dipenuhi pemohon, antara lain:
1. mengisi formulir dengan diketik rapi dan menggunakan bahasa Indonesia
2. menyertakan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP).
Untuk perusahaan, menggunakan KTP direktur dan fotokopi akta badan hukum yang sudah dilegalisasi.
3. fotokopi nomor pokok wajib pajak (NPWP)
4. surat pernyataan dan surat kuasa bermaterai.

Ketiga, menyerahkan gambar merek yang akan didaftarkan.
Gambar merek tersebut dibuat sebanyak 24 helai dengan ukuran minimal 2 x 2 cm dan maksimal 9 x 9 cm. Untuk gambar yang berwarna, disertakan satu buah fotokopinya.

Keempat, membayar biaya pendaftaran atau perpanjangan merek. Besarnya biaya seperti yang telah disebutkan di atas dan dibayarkan melalui Bank atas nama Ditjen HAKI, Departemen Hukum dan HAM.

Selanjutnya, bila syarat kedua dan ketiga sudah dipenuhi dan disetujui oleh Ditjen HAKI, pemohon akan memeroleh surat pemberitahuan bahwa persyaratan formalitas sudah dipenuhi.

Kelima, pemeriksaan lebih rinci atas merek yang didaftarkan.
Barang dan jasa yang didaftarkan diverifikasi sesuai dengan kelompoknya. Untuk keperluan pendaftaran merek, Indonesia masih berpedoman pada klasifikasi internasional yang membagi barang dan jasa sebanyak 45 kelompok. Pedoman klasifikasi ini disahkan melalui perjanjian Nice pada 15 Juni 1957. Perjanjian tersebut sudah direvisi dua kali. Pertama, pada 14 Juli 1967 direvisi di Stockholm, Swedia, dan sepuluh tahun kemudian direvisi di Jenewa, Swiss pada 13 Mei 1977.

Lamanya mengurus pendaftaran merek sekitar sembilan bulan, yang dilanjutkan dengan pengumuman ke masyarakat dalam bentuk berita resmi merek (BRM) selama tiga bulan. Bila selama tiga bulan tidak ada yang keberatan, pada bulan ke-14, Ditjen HAKI mengeluarkan sertifikat merek. Namun, bila ada pihak-pihak yang keberatan atas BRM yang dikeluarkan Ditjen HAKI, perlu waktu beberapa bulan lagi untuk keperluan peradilan.

Biaya pendaftaran merek diperkirakan sekitar Rp. 1.750.000,- sampai dengan Rp. 2.000.000,- (diurus sendiri)

Catatan : selama proses pendaftaran hingga keluarnya sertifikat dari Ditjen HAKI, pemohon tidak berhak menggunakan merek tersebut untuk keperluan bisnisnya. Dengan kata lain, penerapan UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek itu penting. Tujuannya tiada lain agar produsen terlindungi atas hak cipta produknya. Yang perlu dilakukan sekarang adalah sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya perlindungan sebuah merek. Dengan adanya perlindungan merek dangang, bukan hanya produsen yang diuntungkan, konsumen pun akan merasakan hal yang sama.

repost dari blog saya disebelah

[note] Mangkir = PHK Kualifikasi Pengunduran diri

#mesti udah males aja ya bawaannya pas baca judulnya 😦 tenang.. ini posting pendek kok.. just a note 😀

mumpung masih segar dalam ingatan! jadi gini, banyak orang yang mengambil jalan pintas dengan mangkir, biar di PHK dari pada harus mengundurkan diri, why? Karena dikiranya kalo di PHK dapat kompensasi lebih besar! BIG NO! Salah besar..

well, definisi mangkir tidak akan saya bahas lebih lanjut, bakal panjang bgt ni postingannya #hew

saya Cuma mau sedikit menggaris bawahi tentang PHK Karena mangkir dikualifikasikan sebagai mengundurkan diri (resign).

Gak percaya? Coba deh baca Pasal 168 ayat (1) Undang-Undang 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, menyebutkan bahwa Pekerja/buruh yang mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut-turut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan telah dipanggil oleh pengusaha 2 (dua) kali secara patut dan tertulis dapat diputus hubungan kerjanya karena dikualifikasikan mengundurkan diri.

Bener kan? Jadi hak-hak nya tentu mengundurkan diri. Begitulah kira-kira 😀