Cuti (tidak) di Rumah Sajah

finally!
surat cuti saya ditandatangani..
kehebohan si cuma.. karena cutiku kalo gak diambil dikumpulin ada 33 hari! emejiiing bgt kaann..

jadi disinilah saya, cuti seminggu.

ngabisin cuti yang kalo gak diambil bakal hangus. awalnya sempet bete dan pengen ngajakin anak anak pergi kemana gituu.. ngilang beberapa waktu.. mengingat saya pinter banget kalo suruh ngehasut anak anak biar bolos sekolaahh :mrgreen:

lalu tetiba berubah pikiran karena mereka kyanya lagi seneng bgt sekolah, saya aja dirumah suruh purak purak jadi bu guru.. dan bu guru yang galak tentunyaa haha!

kan di sekolah gurunya udah baik baik siihh.. toh ini sekolah purak purak.. bu guru boleh lah maksa dikit.
hihihihihi..

bagian paling bikin saya mewek adalah ketika si-kakak pas jam (pura-pura) pulang sekolah bilang gini:

kakak: aku belom dijemput sama mamahku bu..
me: oh mamahnya ruzbi kerja ya?
kakak: iya. sibuk. repot.
me: itu pak sopir sudah datang, sini bu guru anter ke mobil.
kakak: kasih tau mamahku ya bu, aku pengen kayak temen temen aku di jemput mamahnya.

#jleb

lalu saya nangis meluk dia. maafin mamah ya sayang..

oke. selama mamah cuti, mamah yang anter jemput yaa nak..

Me vs Dry Skin

si ijo

Disclaimer: postingan berikut ini adalah posting random yang bukan promosi. Juga bukan #endorse produk tertentu, mengingat saya bukan selebgram yang banyaak followernyaa*

Jd, ini lebih kepada saya yang berapa hari terakhir ini merasa kekeringan, kulit kering maksudnya..

Entah semarang yang makin panas dan berdebu, atau saya yang mulai lebih cocok tinggal di gunung (yang tidak ada gunungnya), yang jelas disini rasanya kulit saya dlm kondisi kritis dan perlu tindakan cepat, tepat, dan seketika.

Maka, perburuan lotion pun dimulai.. Mendadak dari deretan display rak lotion, saya menarik lotin ‘ini’. Produk yang memang mengkhususkan diri di perawatan kulit wanita asia ini jatuh menjadi pilihan saya diantara produk2 kenamaan lain yang selain perawatan kulit juga menelorkan perawatan rambut.. Ah, saya pikir, smua ada ahlinya masing masing, maka produk ‘ini’ yang saya pilih.

Selain juga faktor harga yang masih rasional tentunya.. Hohohoho

Nah, hari ini hari ke 3 pemakaian, dan efeknya sudah mulai terasa, kulit kembali terasa lembut, dan tidak kering seperti sebelumnya.

Entah karena memang efeknya sesegera itu, atau saya yang keterlaluan pakainyaa? Ђέђέђέ«{^⌣^}»ђέђέђέ

Yang menjadi masalah, saya baru saja menemukan kalau ternyata anak saya Ruzbi (4th) juga mulai kering kulitnya.

Sebaiknya saya pakaikan lotion ‘ini’ atau saya mulai berburu lotion bayi? Mengingat dia juga sudah gak terlalu bayii..

Ah, sudahlah..

yang lalu biarlah berlalu

tahun 2012 sudah beberapa hari berlalu, oke, memang tidak semua hal yang semula ingin saya capai di 2012 ini tercapai. tapi, tahun 2012 juga tidak terlalu buruk.

banyak hal baik yang terjadi di tahun 2012, banyak banget malah.. yang mungkin kalo saya sebutin satu-per satu bisa dikira saya lagi sombong.

sebut saja, trip-trip gratis saya, belum lagi hadiah-hadiah yang saya terima, bisnis yang mulai jalan lancar, keluarga kecil yang akhirnya bisa kumpul, selesainya kuliah notariat saya, dan banyak hal lain yang mungkin tidak bisa saya sebut satu per satu.

apapun yang terjadi di 2012 lalu, layak disyukuri. semoga 2013 nanti lebih baik dari tahun 2012. aamiin.

ibdah saya lebih baik, amalan sunah saya juga lebih baik, saya menjadi orang yang lebih baik dari tahun kemarin.. dan hal-hal baik semoga saja terus tercurah pada saya dan keluarga.

bukankah kita memang harus selalu lebih baik dari hari kemarin?

mari kita simpan kenangan manis yang terjadi di 2012, dan pacu lagi diri kita untuk lebih baik di 2013 ini.

Yang lalu biarlah berlalu, toh apapun yang terjadi, kita sudah di 2013 kan? *semangat!

trip w/ mom sponsored by FIMELAdotcom dan kantor gue pastinya :D

trip w/ mom sponsored by FIMELAdotcom dan kantor gue pastinya 😀

TANTRUM ~ bukan mantra harry potter!

Kalau anda orang tua baru, atau anda memiliki seorang anak yang kerap kali mengamuk tanpa bisa dikendalikan (seperti halnya saya) maka anda perlu mengenal istilah ini:

TANTRUM

istilah lengkapnya adalah ‘temper tantrum’ keren ya? :mrgreen: *ditabok massa*

Pertama kali mendengar istilah ini, jujur saya gak ngeh kalau artinya adalah kondisi dimana seorang anak mengamuk tanpa bisa dikendalikan, saya justru keinget mantra-mantra harry potter! hahahaha.. tol** tingkat dewa!

mari kita kembali ke laptop!

Kenapa TANTRUM ini muncul diantaranya didasari oleh perasaan berikut ini:

Pertama, anak usia 2 – 3 tahun memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar dan selalu ingin melakukan segala sesuatunya sendiri. Sayangnya keinginan itu sering lebih besar daripada kemampuannya, akibatnya anak frustasi dan keluar dalam bentuk amukan yang berlebihan dan tidak terkendali.

Kedua, anak baru menemukan ‘akunya’, lantas ‘kekuasaan’ yang baru dirasakan si kecil ini mendorongnya ingin menguji kekuasaan lingkungan utamanya orangtuanya. Sehingga ketika perilaku anak dihentikan atau keinginannya tidak terpenuhi, ia merasa frustasi karena anak yang ‘merasa gede’ ini ternyata masih kecil dan ‘dikalahkan’. Ia marah pada kenyataan ini dan mengekspresikannya lewat tindakan mengamuk karena belum mampu menampilkan amarah dalam bentuk kata-kata, di samping anak memang belum mampu mengelola emosinya dengan baik.

Ketiga, perilaku mengamuk untuk mendapatkan keinginannya sudah menjadi ‘tradisi’ sejak kecil dan lingkungan secara tidak sengaja membiasakan kondisi ini. Lantas bagaimana caranya menghadapi anak yang sedang tantrum ini? Secara umum yang terbaik adalah memakai prinsip umum pembelajaran dan menerapan disiplin, yaitu memberi penguatan pada perilaku yang benar dan memberi hukuman/mengabaikan perilaku yang salah.

ih.. saya kok pinter banget sii? belajar dimana? MBAH GOOGLE yang PINTER.

lalu, cari deh pake key word ‘atasi tantrum balita’ beberapa diantaranya akan muncul yang berikut ini, saya coba kumpulin dari berbagai sumber yaa 😀

Gali Penyebabnya
Cari tahu penyebab anak mengamuk tak terkendali. Mungkinkah ia mengamuk semata untuk mencari perhatian, demi mendapatkan suatu barang, frustasi terhadap suatu keadaan atau sedang lelah dan mengantuk. Kalau tahu penyebabnya, tentu lebih mudah untuk mengatasinya.

Jangan Berjanji Muluk
Anda tidak perlu memberi penguatan pada perilaku mengamuknya dengan menjanjikan akan membelikan sesuatu, karena justru akan dijadikan senjata bagi anak. Biarkan anak belajar merasakan kekecewaan. Dia harus belajar walaupun orangtuanya dapat mengerti perasaannya dan sayang padanya, tetapi tetap tidak dapat menerima perilaku mengamuknya.

Jangan Terpancing Emosi
Jangan membalas perilaku mengamuk anak dengan teriakan, kemarahan, pukulan balasan atau mengurungnya. Ini tidak akan berhasil sama sekali, karena anak akan bertambah mengamuk. Ia merasa sudah frustasi, sekarang ditambah perasaan ternyata orangtuanya tidak sayang lagi padanya.

Abaikan Amukan Anak
Umumnya tujuan utama anak mengamuk adalah mencari perhatian. Di saat seperti ini percuma jika Anda mencoba ‘berdiskusi dan merayu’ karena anak justru akan meningkatkan intensitas mengamuknya. Sebaliknya jika Anda mengabaikan amukannya maka lama kelamaan anak akan menyadari bahwa ‘aksiya’ ternyata sia-sia. Lebih baik tetap selesaikan tugas-tugas Anda atau kalau yakin segalanya cukup aman, tinggalkan saja ruangan tersebut. Dalam menjalankan metode ini, Anda harus menguatkan diri dan ‘tega’, karena anak pasti akan meningkatkan amukannya untuk mendapatkan perhatian lingkungan. Namun apabila Anda dan lingkungan cukup konsisten, cara ini biasaya cukup efektif.

Redakan Emosi Anak
Bawalah anak ke tempat sepi dan berusaha menenangkan emosinya dengan memeluknya erat-erat dan berusaha menunjukkan empati kepadanya. Latih anak mengenali emosi dan mengungkapkan secara verbal, misalnya ”Adik sedang marah ya, Mama tahu, makanya Mama peluk Adik karena sayang sekali”. Empati yang kita tunjukkan biasanya dapat meredakan emosinya. Kadang-kadang anak memang akan berusaha melepaskan diri dari pelukan kita, tetapi setelah agak tenang, biasanya dia akan berbalik memeluk kita seolah berterima kasih karena telah menyelamatkan dari kemarahan dirinya.

Kalau si kecil mengamuk di tengah keramaian dan mengganggu banyak orang, bawa ia ke tempat sepi. Katakan bahwa Anda dan dia akan tetap di sana sampai amukannya berhenti. Bertahanlah, kalau amukannya tidak juga reda, apa boleh buat, hentikan acara dan ajak anak pulang. Meskipun tampaknya berat, namun bertahan dalam kondisi ini dan akan sangat bermanfaat. Anak akan belajar sebab dan akibat dari perilakunya. Lambat laun anak akan mengerti dan terlatih untuk mengendalikan diri serta menyatakan amarahnya secara tepat.

Jangan Bahas Lagi
Kalau anak berhenti mengamuk, jangan tunjukkan perhatian khusus. Ajak saja anak bermain kembali seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Tidak usah lagi mengungkit-ungkit amukannya, karena itu hanya akan ‘memberitahu’ anak bahwa Anda sempat terganggu oleh amukannya, ia akan tergoda untuk mencobanya kembali lain kali. Berikut ini merupakan treatment untuk melatih kontrol emosi anak yang cukup besar terutama yang sudah mampu berkomunikasi dengan baik.

Pelampiasan Verbal
Ajari anak untuk mengenali perasaannya dan mengungkapkan secara verbal dengan bahasa yang dipahaminya sumber kemarahannya atau bad mood-nya. Misalnya, ”Putu rasanya ingin marah Bu Guru, kalau Kadek mengejek tulisan Putu seperti cakar ayam mencari cacing”.

Atau, ”Desy rasanya ingin marah, sudah jelas-jelas Nina menghilangkan mainan yang…… tadi dipinjamnya, en dia tak mau mengakui apalagi menggantinya”.

Untuk anak-anak yang lebih muda, mungkin Anda perlu membantunya untuk mengungkapkan rasa amarahnya dengan kata-kata Anda. Misalnya, ”Lusi sedang jengkel ya karena kotaknya sukar dibuka. Jangan dibanting dong, nanti jadi rusak dan tidak bisa dibuka. Bawa sini, Bu Guru ajarkan cara membukanya”.

Permainan Peran
Ajarkan anak-anak permainan peran untuk mengungkapkan perasaan dan menyalurkan amarah yang sedang mereka rasakan. Misalnya, Doni sangat marah karena Wayan mengejeknya, sehingga sebagai pelampiasannya Wayan dipukul. Yang harus Anda lakukan, cobalah tenangkan anak dengan memintanya menceritakan apa yang terjadi dan ”mementaskan’ setahap demi setahap peristiwa yang telah dialaminya. Secara tidak sadar setelah jadi ‘aktor’, anak akan merasa emosinya sudah mereda karena secara tidak langsung amarahnya sudah tersalurkan lewat ‘permainan peran’ tersebut.

Peningkatan Empati
Ajak anak melihat dan merasakan apa akibat yang terjadi terhadap subjek yang jadi korban kemarahannya. Misalnya, Wayan yang menangis akibat dipukul dan dijambaknya atau orang bisa tersinggung kalau dicaci-maki dengan bahasa yang kotor. Ajak anak membayangkan bagaimana kalau dia yang menjadi korban kemarahan. Bagaimana anak menjadi pintu atau meja yang dipukul dan ditendangnya.

Relaksasi Napas dan Pendinginan
Latih dan ajarkan anak mengendalikan amarahnya dengan relaksasi pernapasan. Tariklah napas perut, tahan sebentar, kemudian keluarkan melalui mulut secara perlahan-lahan. Lakukan sekitar 3-5 kali, lalu minta anak berbicara sambil mengatur napas: Sa-ya-se-dang-me-nge-lu-ar-kan-ra-sa-ma-rah. Sa-ya-ti-dak-bo-leh-me-mu-kul. Sa-ya-se-ka-rang-te-nang-te-nang-te-nang. Pendinginan juga boleh Anda ajarkan, biarkan anak berjalan-jalan ke tempat yang agak tenang, ke kebun di belakang rumah misalnya, yang penting menghindari sumber rasa marahnya terlebih dulu. Mencuci mukanya atau melakukan wudhu bagi yang Muslim dapat pula dicobakan. Bagi anak-anak yang cukup besar, Anda dapat mengajarkan doa-doa tertentu untuk mengendalikan rasa marahnya.

Ruang dan Sarana Kemarahan
Ada sejumlah anak yang tergolong memiliki temperamen tinggi dan emosi labil, membutuhkan pelampiasan rasa marah dengan cara yang lebih bersifat fisik. Sediakan kesempatan dan sarana untuk itu. Misalnya, bantal khusus atau karung berisi kapas yang bisa dipukul atau ditendangnya, kamar khusus/ kedap suara yang dapat dipakainya untuk menyanyi sekeras-kerasnya, atau kanvas dengan cat warna-warni yang dapat dilukis semaunya untuk menyalurkan amarahnya. Untuk anak-anak usia 6 tahun ke atas memasukkan mereka ke kegiatan bela diri juga dapat membantu melatih pengendalian dirinya.

Reinforcement/ Penguatan Perilaku Positif
Beri penguatan pada pengendalian perilaku marahnya. Berikan pujian, senyuman atau pelukan hangat ketika anak mampu mengendalikan amarahnya dengan tidak mencaci maki atau memukul. Untuk anak-anak yang cukup besar sistem kartu atau bintang dapat diterapkan. Tiap anak yang mampu mengendalikan rasa marah, maka akan mendapat kartu atau bintang hijau yang dapat dikumpulkannya untuk mendapatkan hadiah tertentu. Jika anak tidak mau atau gagal mengendalikan amarahnya bahkan sampai memukul misalnya, berikan kartu atau bintang merah dan berikan konsekuensi hukuman bagi perilaku memukulnya, tentu saja hukuman sesuaikan dengan usia anak. Meminta maaf biasanya sangat manjur bagi anak-anak yang lebih besar.

nahhh.. kalo masih kurang jelas, silahkan tanya persisnya ke mbah gugle yaakkk!. lalu apakah saya sudah bisa mengatasi TANTRUM pada anak saya? ahh.. jangan ditanya, saya malu jawabnyaa.. hihihihihi

BALANCE

*WARNING: This is an awckward and not so-good-post-in-english entry so apologies in advance. :mrgreen:

When talking about BALANCE, usually there are alot of words come and pop up in my mind. Family, Career, Interest, Love Life, Community, Health, Financial, and many more.

Than an idea of me being awarded as the best mother on earth, the best wife, coming in one package with succes in financial and work life cross my mind!

WOW, sounds like a lot!

I know, but all things are possible. Because our lives are always changing, balance is not something to be achieved “just once” but something to always strive for.

When I decided to write this blogpost as I will be speaking on the topic of Balancing Work and Life but than everything keep coming in my mind, so there are more than just Work and Life.

Even as a Libra, which is Libra identic to the scale that signifies balance, it doesn’n mean that i could smoothly writing on this topic.

In the end, I only got an image of me being around doing like 20 to 30 things at the same time. and stuck on it.

So, What does Balance mean for YOU?

Me Vs. Chicken Pox a.k.a Cacar air

Disclaimer : Saya bukan dokter. hanya sharing pengalaman saja supaya yang ketemu cacar air pertama kali, tidak panik.. 🙂 khusus untuk mba tati ^^

 

Dear mba tati,
Tulisan ini sharing sedikit waktu menghadapi cacar  ini-nya Ruzbi, sengaja  aku tulis untuk hilmi tersayang yang lagi kena cacar air. well, meskipun ini pengalaman mba tati menghadapi cacar air. tapi pasti bisa dilalui.. 🙂 mimi.. tante asti micu!

 

Pernah suatu pagi mak pon (ex nanny nya ruzbi), menemukan bintil kecil di kulitnya disertai demam, oma langsung menduga itu cacar air! kenapa?

karena om pran (adik saya) sedang menderita cacar air. padahal kami sudah sebisa mungkin mengkarantina om pran dengan melarangnya untuk tidak turun ke lantai 1 rumah. tapii.. fakta bahwa virus cacar mudah berpindah lewat nafas dan udara (airborne) tidak terbantahkan.

pertolongan pertamanya adalah untuk menurunkan panas, saya pakai sanmol drops (isinya paracetamol).

namun untuk lebih meyakinkan kami apakah itu cacar air atau bukan, dan confirmed! ini benar cacar air. Dokter kami waktu itu Prof. Har (dsa praktek di RS Hermina semarang) memeriksa dengan seksama, dan ternyata hanya cacar saja, tidak ada gejala ikutan lainnya, sehingga kami memperoleh resep berisi obat racikan antiviral dan obat oles.

Perlu diketahui, obat-obat ini tidak seketika menyembuhkan tapi hanya mengurangi aktivitas virus. saya sendiri ingat betul obat yang diberikan yaitu racikan acyclovir dan zovirax (salep isinya acyclovir juga). tentang obat tersebut bisa dibaca lengkap disini.

nah, supaya cacar tidak berbekas gimana?

kalau ini menurut saya si dikarenakan kecenderungan menggaruk yaa? pengalaman sendiri si, kalo tidak digaruk, atau dipencet kan tidak berbekas ya?

beberapa sodara dan teman yang kebetulan dokter, menyarankan untuk menambahkan antihistamin, seperti cetrizine, tapi saya sendiri tidak tega memberikan terlalu banyak obat pada anak-anak, wal hasil saya tidak berikan obat, tapi saya pilih memberikan lotion caladine yang mengandung calamine, ini untuk mengurangi gatal.

alhamdulillah, tidak sampai keluar banyak, hanya 6 bintil kecil saja, dan selesai.. 🙂

kata orang jaman dulu si, mestinya biar keluar semua. namun menurut dokter, ITU DULU.. SEKARANG TIDAK LAGI! :mrgreen:

oia, selama diserang cacar ini, Ruzbi tetap mandi seperti biasa, air hangat lebih hangat daripada suhu tubuhnya, dicampur dengan dettol :)pakai handuknya jangan di gosok yaa.. 🙂 cukup ditepuk-tepuk saja. takut malah gores.

selain daripada itu, karena saya punya bayi Zahra, terpaksa Zahra mengungsi selama 2 minggu di rumah sebelah (untung rumah kami dan rumah oma sebelahan). setelah ruzbi sembuh, segala tirai jendela, sprei dll dicuci dengan detol. bahkan lantai di pel dengan detol sebelum adiknya kembali tinggal dalam satu rumah 🙂

meskipun ada beberapa orang teman yang menyarankan, supaya tetap dalam satu rumah ‘biar repotnya sekalian’ begitu katanya. untung ibu saya kekeuh jumekeh untuk tidak satu rumah. walhasil.. saya mondar mandir.. dan bolak balik mandi serta ganti baju. menjaga supaya zahra tidak tertular.. 🙂 tapi kalau dipikir pikir memang lebih kasihan kalo bayi ikut tertular.. ya kann?

alhamdulillah, tidak menular.

Memang kita tidak perlu panik dan kuatir berlebihan karena cacar ini termasuk self-limiting disease, artinya dapat sembuh sendiri dengan bantuan antibodi.

TAPI, bukan berarti bisa kita abaikan dan dianggap enteng, karena cacar tidak termasuk dalam kategori penyakit ringan! gangguan yang mungkin muncul mengiringi cacar adalah demam, lemas, nyeri otot, dan gangguan saluran nafas which is perlu perhatian ekstra. dan bila tidak ditangani dengan tepat, bisa menimbulkan komplikasi.

sekian sharing dari saya, mudah-mudahan bermanfaat! 🙂

GWS hilmy sayang ^^seterah deh kalo udah sembuh mau minta apaa ke bunda-nya.. yang penting tante asti dikasih bagian yaa hihihi.. tante melan seterah dehhh.. :mrgreen:

Emas: Lindungi Aset, Wujudkan Impian

Emas untuk Mewujudkan Impian

Setiap orang yang hidup mempunyai impian. Masing-masing orang tentu memiliki impian yang berbeda. Bukan perbedaan jenis impiannya yang menentukan apakah impian itu kelak akan menjadi kenyataan atau hanya menjadi mimpi semata, namun usaha kita-lah yang akan membedakan hasilnya.

Impian itu mungkin merupakan hal besar yang mustahil diwujudkan bila melihat kondisi kita saat ini, karena umumnya setiap proses yang dilalui untuk mewujudkan impian itu tidaklah mudah, penuh rintangan dan tantangan.

Dari riset kecil yang saya lakukan, banyak orang yang bermimpi untuk mencapai kebebasan financial, yang oleh Anthony Robbins dalam bukunya didefinisikan sebagai kondisi keuangan dengan pencapaian investasi yang cukup banyak, relatif aman, dan hasilnya mencukupi untuk kita hidup dengan gaya hidup yang kita inginkan.

Ataukah Anda memiliki impian lain yang juga ingin Anda raih dalam waktu dekat? Coba kita deskripsikan dengan lebih seksama, agar sama-sama bisa kita lihat tampilan visi tentang impian tersebut, misalkan, biaya pendidikan anak, biaya pernikahan, menunaikan ibdaha haji misalnya, atau wisata kesuatu tempat di belahan lain bumi?

Lalu coba Anda hitung kembali, berapa biaya yang Anda butuhkan untuk mencapai impian tersebut?

 

Lalu pertanyaan terbesarnya adalah, bagaimana mewujudkan impian tersebut?

Salah satu jawaban yang sering kali kita dengar adalah menabung, sebagian perencana keuangan bahkan mengatakan menabung 30% dari penghasilan yang didapat dengan cara menyisihkan langsung saat menerima penghasilan tersebut.

Akan tetapi, instrumen apa yang akan kita pilih untuk menjamin bahwa tabungan kita itu akan membawa kita menuju impian kita?

 

Adalah Emas yang merupakan benda yang memiliki nilai yang dapat bermanfaat melindungi nilai harta atau dalam hal ini tabungan kita terhadap resiko inflasi. Selain itu tidak dapat dipungkiri emas juga merupakan objek investasi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dimasa depan walaupun kebutuhan darurat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa emas memiliki manfaat sebagai pelindung nilai aset seiring dengan kontinuitas kenaikan harga emas dari tahun ke tahun, dan emas adalah instrumen yang mempunyai sifat paling likuid diantara semua instrumen investasi.

 

Memperoleh Emas

Sebelum memutuskan cara yang akan digunakan untuk memperoleh emas, terlebih dahulu, kita akan membahas jenis emas yang paling sesuai untuk kita jadikan kendaraan pelindung tabungan dari nilai inflasi. Beberapa beberapa alternatif pilihan jenis emas yang bisa dijadikan investasi, antara lain emas koin, batangan (lantakan), dan emas perhiasan. Adapun kelebihan dan kekurangannya adalah sebagai berikut:

  1. Emas perhiasan dengan kadar kemurnian berkisar antara 18-24 karat bernilai investasi tinggi. Kekurangannya, biaya pembuatan mahal dan kualitas kadarnya bisa menurun jika sering dipakai. Akibatnya, harga jual akan lebih rendah daripada harga beli. Model yang tidak up to date juga membuat nilainya makin turun. Sebab, toko emas harus melebur kembali emas tersebut, sebelum bisa menjualnya.
  2. Emas koin, dinar, dan emas batangan (dikenal dengan sebutan LM – Logam Mulia).
    emas jenis ini meemiliki bentuk yang lebih sederhana dengan biaya cetak yang rendah, tidak bisa dipakai dan hanya bisa disimpan saja. Selain itu, jenis emas ini memiliki cap dan sertifikat dari PT Aneka Tambang (ANTAM), perusahaan transaksi jual-beli emas resmi milik negara. Dengan begitu, nilai harga jual-belinya lebih terjamin, karena mengikuti standar yang berlaku.

Setelah memutuskan jenis apa yang dipilih sebagai instrumen investasi, yang berdasarkan keterangan diatas tentunya tidak sulit memilih emas jenis apa yang kita jadikan pilihan, maka tahap berikutnya adalah, memikirkan bagaimana dapat memperoleh emas dengan tabungan yang kita sisihkan dari penghasilan, yang mungkin bagi anda yang berpenghasilan diatas rata-rata tentu tidaklah terlalu menyulitkan, karena dapat membeli secara langsung dengan membayar kontan senilai harga emas. Namun, kendala muncul bagi mereka yang berpenghasilan dibawah rata-rata atau sering kita sebut dengan golongan menengah kebawah, apakah kesempatan untuk mencapai impian dengan kendaraan berupa tabungan dan investasi emas ini menjadi tidak mungkin bagi mereka? Tentu tidak!

Beberapa institusi pembiayaan dan perbankan tengah gencar memanfaatkan momentum dimana para pakar perencana keuangan dan pengamat Investasi Emas berbagi tips tentang manfaat dari menabung emas melalui blog dan jejaring sosial yang tengah booming beberapa waktu terakhir. Sebut saja Endy Kurniawan dan Rully Kustandar melalui blog dan akun twitter mereka selain berbagi tips juga info seputar harga logam mulia dan dinar berikut tata cara pembeliannya. Satu yang menurut saya menonjol adalah pembelian dengan sistem angsuran atau cicil emas, memang kita dibebani biaya margin cicilan yang berkisar antara 5% sampai dengan 7% setahun, namun disisi lain kita memperoleh kenaikan nilai barang (emas) sampai dengan 10%. Selisih antara kenaikan value barang dan margin yang kita tanggung ini adalah merupakan KEUNTUNGAN lain yang kita peroleh dari skema cicil emas.

Beberapa Bank dengan konsep syariah juga mengadakan program kepemilikan emas dengan sistem cicilan. Saya sendiri lebih sering ke Pegadaian (bukan promosi), mengingat emas yang disediakan mulai dari ukuran 3 gr, 5 gr, 10 gr, 25gr, 50gr, 100gr. Sehingga lebih fleksibel bagi kita untuk menentukan. Beriku contoh tabel cicilan emas di pegadaian per tanggal 9 november 2012 (harus diingat, harga emas berubah setiap hari).

Jadi, Kenapa Belum Menabung Emas?

Setelah penjabaran tentang keuntungan Emas, atau dalam hal ini fokuskan pada Logam Mulia dalam bentuk Emas batangan, masihkah anda tertarik menabung dengan sitem konvensional? Belum lagi kenyataan bahwa kelak laju pertumbuhan tabungan Anda bahkan tidak akan mampu menyaingi laju inflasi, layak Anda pikirkan untuk beralih menabung Emas. Sekali lagi, Emas terbukti mampu melindungi aset dan mewujudkan impian anda.

***

DISCLAIMER :

Tulisan ini pernah saya ikut sertakan dalam lomba menulis yang diadakan BRI Syariah. Karena belum beruntung, saya modifikasi sedikit dan saya kirimkan untuk dapat diterbitkan dalam tabloid TAWON edisi November 2012 (entah nanti dimuat apa gak :mrgreen: )

Bukan Promosi PEGADAIAN, bukan karyawan Pegadaian, Bukan Keluarga Karyawan Pegadaian. hanya nasabah. TIDAK DIBAYAR untuk promosi. bukan juga ikutan lomba ^^

‘mamah itu!!’

kalimat itu seringkali meluncur dari mulut mungil ‘muncis’ nya Ruzbi.

saya sendiri sempat berpikir, apakah selama ini saya salah mendidik dia? ataukah entah-kapan-suatu-waktu-yang-lalu merekam saya dalam adegan marah, sehingga menganggap tingkah itu suatu hal yang wajar? selama ini saya selalu mencoba untuk menunjukkan kesabaran ekstra. tidak terlalu sering berkata JANGAN/TIDAK BOLEH tapi lebih banyak menggunakan kalimat positif.

saya sampai membeli beberapa buku parenting seperti, anger management in parenting, scream free parenting dan lain-lain. selain itu juga membaca artikel-artikel tentang bagaimana menghadapi anak pemarah.
salah satu contoh artikel yang saya baca ini mencoba menunjukkan alasan-alasan kenapa anak marah dan cara menghadapinya:

A. Jika anak marah karena JANJI PADA ANAK YANG TIDAK DITEPATI, berikut CARA TIPS & TRIK BERJANJI SECARA BIJAK :
1. Ketika membuat janji sebaiknya gunakan konsep waktu yang jelas. Bila perlu tunjukkan kalender kepada anak dan beritahu kapan kita bisa menepati janji. Jangan gunakan kata “nanti” karena dapat diartikan si anak hari ini atau besok.
2. Sebaiknya jangan mengobral janji pada anak yang belum tentu dapat kita tepati. Pikirkan dulu baik-baik ketika akan membuat janji pada anak.
3. Jangan menjanjikan sesuatu agar si anak berhenti menangis atau berhenti bertingkah nakal, karena anak akan cenderung mengulanginya lagi untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya.
4. Buat reminder atau catatan janji kita pada anak, perlakukan mereka seperti klien kita di kantor bahkan jadikan mereka klien utama anda.

B. Jika anak marah karena MENCARI PERHATIAN, berikut CARA TIPS & TRIK MENGHADAPI MEREKA :

1. Memeluknya dan mengungkapkan kata sayang pada anak adalah ungkapan paling mudah yang dapat diartikan anak sebagai wujud kasih sayang orangtua.
2. Tetap bersikap tenang, jangan panik dan buru2 memenuhi keinginan mereka ketika sedang marah, jika tidak kemungkinan besar anak akan mengulangi perilaku marah mereka.
3. Menggoda dengan humor dan menggelitik anak, sambil menanyakan mengapa mereka marah. Terkadang cara ini cukup berhasil.
4. Hindari kata “tidak” dan “jangan” pada anak. Gunakan suara tenang jangan berteriak dan bernada marah.
5. Sampaikan pada anak ada cara lain yang lebih baik untuk memperoleh perhatian, saat menyampaikan ini usahakan anda dekati mereka posisikan diri anda sejajar dengan anak dan lakukan kontak mata. Berikan pujian positif apabila anak menuruti anda dan berperilaku baik.
6. Sampaikan pada anak untuk bersikap sabar, apapun yang mereka inginkan perlu waktu dan usaha. Dan beri pujian bila ia mampu untuk lebih bersabar.
7. Berikan timeout dengan membiarkan anak untuk menenangkan diri disuatu ruangan yang tenang. Jangan pernah mengatakan “masuk kamar sekarang, dan jangan keluar sampai kamu perbaiki tingkah lakumu !”, cukup katakan pada mereka “tenangkan dirimu dulu jika merasa lebih baik baru kita bicara”.

C. Jika anak marah karena DIPAKSA DISIPLIN, berikut CARA TIPS & TRIK MENUJU DISIPLIN YANG EFEKTIF :
1. Untuk mengubah perilaku buruk anak, orangtua juga harus mengetahui motivasi dibalik tingkah lakunya. Misalnya karena bosan, cari perhatian, balas dendam atau ingin unjuk kekuatan.
2. Tentukan batasan yang jelas pada anak apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dengan detil.
3. Terapkan batasan atau aturan tersebut pada setiap anak dalam keluarga termasuk orangtua.
4. Konsekuensi disiplin yang sama seperti kasus sebelumnya. Tanpa konsekuen dalam disiplin akan membingungkan anak.
5. Jangan memberi disiplin dimuka umum akan membuat anak malu dan marah, bicarakanlah berdua saja dengan anak.
6. Dibutuhkan ketegasan orangtua dalam menerapkan disiplin, namun jangan melakukannya dengan berteriak dan membentak anak. Sampaikan semuanya dengan tenang tapi jelas.
7. Jangan pernah menghukum anak secara fisik seperti memukul.
8. Berikan sanksi segera setelah anak melakukan kesalahan jangan pernah menundanya, hal ini akan membuat anak mengira orangtua tidak sungguh2 menerapkan disiplin.
9. Orangtua perlu melakukan pengawasan sejauh mana anak bersungguh2 menjalankannya.

kadang saya merasa ketidak hadiran saya dan papa nya di rumah mungkin juga membuat ia merasa kurang perhatian, belum lagi persaingan perebutan perhatian antara dia dan adiknya.

maka seringkali ia akan manyun dan membentak ‘mamah itu!’

duhhh Gusti, paringono sabar..
mesti gimana lagi cobaaa?

‘lebay’ kah saya?

‘anak sekecil itu, gak perlu segitunya juga kali, lebay deh emak nya’

komentar pahit itu berulangkali menghantui saya..
apa iya saya berlebihan dalam mendidik anak?

mungkin hanya perbedaan kultur saja.. diluar sana anak-anak seusia Ruzbi (3tahun) sudah sekolah, meskipun sebentar, dari umur 1,5 tahun pun di Semarang Ruzbi sudah sekolah.. keadaan yang mengharuskan Ruzbi kembali ke tengah kebun ini, benar-benar sedikit rumit..

kalau hanya diam di rumah, itu tidak mungkin.. sama sekali tidak, belum lagi pekerjaan kantoran yang mengharuskan saya untuk meninggalkan anak-anak di Rumah..

pernah satu waktu Ruzbi minta pulang ke Semarang, mungkin dia Rindu kelasnya di daqu school.. Rindu teman-temannya, Rachel, Rasyif, dan teman-teman lainnya.. Rindu Bu Guru Citra, Rindu Bu Guru Nila, Rindu BU Wiwin dan Pak Pri.

saya juga merindukan saat-saat ibu guru memberitahukan prestasi Ruzbi hari itu “Subhanallah.. Ruzbi ini, Ruzbi itu”

pun saya Rindu celoteh Ruzbi tentang Sekolah..

somehow, pengen banget ada PAUD disini.. karena tidak ada sama sekali, maka saya menciptakan PAUD itu sendiri..

Saya mulai menempel huruf-huruf hijaiyah di tembok Rumah, juga beberapa huruf alfabeth di karpet rumah..

tak lupa membelikan mainan yang mendukung kembang tumbuh nya.

kemudian saya mencari tahu, adakah TPA yang mau menerima ‘anak pra-sekolah’ dan cukup sulit ternyata, namun alhamdulillah, Allah mempertemukan saya dengan Ummu Siti Romlah, yang bersedia menerima Ruzbi sebagai salah satu muridnya.

kenapa gak diajarin sendiri di rumah si?

itulah kelemahan Saya, tidak sanggup menolak permintaan Ruzbi..
Rumah adalah Zona nyamannya, dimana ia bisa meminta apapun.. nonton TV, main Ipad, bobo dll..
maka sayapun mengeluarkan dia dari Zona nyamannya..
Rumah Ummu Siti Romlah..

pemilihan waktu pun menjadi masalah, pagi hari, umi-nya memiliki keterbatasan waktu karena kegiatannya, sedangkan siang hari adalah waktu istirahat siang untuk Ruzbi.

maka, dipilih ba’da shalat maghrib..
sehingga selepas ibadah Shalat maghrib di Masjid pun, maka kami berdua bisa langsung menuju Rumah Ummi untuk mengaji, sembari menunggu adzan isya dan kamipun kembali berjamaah di masjid.

alhamdulillah, selama ini berjalan baik.. ^^

setiap kali mengantar Ruzbi mengaji, memori tentang saya mengaji di rumah bu yin pun mendadak melintas, dulu saya kecil pun berlari kecil menuruni tangga masjid usai shalat maghrib berjamaah, mengaji bersama dengan teman-teman seusia saya.. akh.. saya rasa tidak berlebihan ibu saya mendidik saya saat itu..

lalu untuk mengisi waktu paginya, alhamdulillah ada yang berbaik hati mengajari ruzbi bahasa inggris.. 🙂 terimakasih mba Indri..

terimakasih sudah mengembalikan celoteh Ruzbi tentang sekolah.. selalu disebutnya ‘sekolah yang baru‘ juga keceriaannya ketika memperoleh ‘bintang’ sungguh mengharukan..

sayangnya, belum bisa setiap hari ^^ besar harapan saya kelak ada PAUD di sekitar sini.. 🙂

hari libur pun tak luput dari kegiatan belajar.. kadang kala menggambar dengan cat air, memasak bersama mama atau kegiatan-kegiatan kecil..

apakah saya ‘lebay’? saya fikir tidak..

masih tersisa sedikit penyesalan, karena saya tidak mampu menyediakan pendidikan seperti yang disediakan orang tua saya dulu.. tidak ada kursus piano, tidak ada kursus menggambar, tidak ada kursus sempoa, DI SEKITAR SINI hmm.. maafkan mama nak.. atas keterbatasan ini..

Ngobrol Cantiks yukkk.. :)

ini hari pengen deh ngajakin kalian ngobrol cantiks 🙂
alasannyaa? hmm.. kenapa yaa? gpp si sebenernyaa.. cuma gara-gara aura SemDir nya Oriflame kemare yang hawa nya masih berhembus, di timeline twitter dan wall fb.

oh, jangan lupa peran mba dita maminayla, yang nyeplos “gimana oriflame nya mau berkembang kalo kamu masih pake SK II”
oh no!
masa begituuu?

hihihihihi..

kyanya saya mesti bikin pengakuan dulu nihhh..

oke, setelah perjalanan panjang soal mikir cantik, setidaknya ini dia tatarias dasar yang saya pake.. :mrgreen:

sabun cuci muka, sekarang pake sebamed.
~ sebelumnya pake oriflame, belum sempet beli, jadi nebeng sabun mandi zahra aja.. ^^

sebelum make up pake mineral water nya SK II
~ gara-gara mba melan+mba tati+mba era niii..

lalu, pake pelembabnya skindividuals oriflame ^^ yippie.. murah dan bagus dikulit akuuu.. 🙂

bedak, pake compact powder nya Face-it shop
~mba tati nii yang ngeracuniii.. :p

dan akhirnya, parfum, saya pake GG oriflame ^^ (bukan promosi loohh)
~ tadinya pake Insolence, berhubung si izza gak kumat baiknyaa, gak pake lagi dehhh.. ^^ bsok kalo sempet beli sendiri dewhh.. 😀

selanjutnya bagaimana?
ngobrol cantiks kali ini, mau ngomongin BB CREAM!

yeap! BB bukan Bau Badan bukan Blackberry!

kalo ini si karena virus-virus yang di sebarkan mba amelia masniari lewat bukunya yang bakal terbit BSM Korea!!

(yang nanya BSM apa saya getok ni! :mrgreen: )

doain saya semoga menang ya kakakkk! pengen deh belanja bareng sama missjinjing ke KOREA! aw aw aw.. belum lagi naik Garuda Indonesia 🙂 hmm.. saya juga cintahh Garuda.. GRATIS pulakkkkk!

[ngitung poin, barangkali bisa upgrade ke kelas bisnis pake poin 😀 ]

pasti makiiiinn indah.. 🙂 ya ALLAH, tolong saya yaaa.. aamiin.

nah.. seperti apa penampakan BB cream ini (sebenernya ada yang dari merek lain), tapi entah kenapa saya jatuh cinta sama yang ini.. mungkin karena modelnyaa?

*ditabokmassa* :mrgreen:

selamat menikmatiiii..

kebayang ajaa kalo saya pake, makinn cihuiii dehhh *suit suit* :mrgreen:

ahh, yang penting pacar kecil saya bilang: ‘mama yang paling cantiiikkk..‘ #ciumRuzbi

oh, lupa, ini bukan promosi produk apapun yaa ^^ kalopun disebut namanya memang karena itu dipake oleh saya.. jadi plis deh jangan dibilang lagi promosi *kompor mbleduk MODE ON. :mrgreen:

jadi, konon katanya cream yang booming bgt di asia karena banyak dipake artis koreah, asalnya dari jerman, yang mana formulanya dikembangkan oleh dokter kulit untuk pasiennya yang baru saja operasi laser.

kini, krim yang di-klaim aman untuk pemakaian sehari-hari inihh, merupakan solusi all-in-one untuk kecantikaaaannn anda..

aaahh, jadi membayangkan saya mirip artis koreaaaa! hahahaha.. too good too be true? hmm.. mari kita lihat sajaa bagaimana nanti, saya coba duluu yaa ^^ :mrgreen: