Bekerja dari Rumah [Someday]

Ssebagai Ibu bekerja, pastilah pernah terlintas dalam pikiran kita untuk Bekerja dari Rumah. oke, sebagian malah sudah melakoninya. Namun, buat saya, hal itu masih impian yang ingin saya capai.

Bekerja dari rumah menjadi pertimbangan saya ketika telah hadir ‘bayi’ dalam kehidupan rumah tangga kami, maaf, 2 bayi maksudnya :mrgreen:

keluarga yang tadinya hanya berisikan saya dan suami, kini ada tambahan 2 (dua) nama dibawah nama kami dalam kartu keluarga.

lalu, kembali ke impian saya untuk bekerja dari rumah. Bagaimana memulainya?

Saya tipikal orang yang tidak bisa nyemplung tanpa plan. oke, mungkin banyak yang berhasil dengan semboyan Resign and get rich!

saya lebih suka memulai dengan merintis lebih dulu, dan baru akan resign setelah hasil dari usaha itu mampu menyamai dengan kebutuhan saya dan keluarga atau (anggaran pengeluaran tiap bulan).

lalu, gimana kalau hasilnya tidak tiap bulan? misal tahunan? dikonversi dong! 🙂

usaha apa?

usaha apa yang bisa dijalankan dari rumah, tanpa kehilangan waktu dengan anak-anak?

banyak! hihihi.. 🙂 bisa searching via google, nanti akan tampil, apa-apa saja yang bisa diusahakan dari rumah. misalnya saja: usaha dagang, laundry, catering, belum lagi trading saham, maupun forex, (which is saya belum pernah nyoba untuk #tradingforliving ini.. hihihi :mrgreen: belum berani) bahkan usaha MLM kosmetik pun ada yang mengklaim diri bisa dilakukan dari rumah. lalu kenapa tidak mencoba?

KONSISTENSI dan FOKUS

modal utama dari bekerja sendiri dari rumah adalah, konsisten dan fokus. konsisten pada jam kerja yang kita buat. jangan tergoda dengan tempat tidur! bayangkan, kalau kita gampang tergoda, sudah pasti godaan terbesar saya untuk tidur pasti buanyaaakk.. secara saya ini sleeping beauty.. :mrgreen: sepanjang hari minggu itu saya bisa tidur.. apalagi kalo setiap hari TIDAK PUNYA KEWAJIBAN KE KANTOR bisa dibayangkan, saya pasti akan tidur terus.. 🙂

yang pasti, suatu hari nanti saya memang punya mimpi untuk bekerja dari rumah, tidak terikat jam kerja tapi tetap punya jam kerja, dan bisa fokus dengan anak-anak.. ya suatu hari nanti.. 🙂
BELUM HARI INI. :mrgreen:

tulisan ini diikut sertakan dalam #ligabloggerindonesia yang hadiahnya dipersembahkan oleh @dotsemarang

Iklan

setiap cinta punya cerita

Setiap cinta punya cerita,
Begitu jg cinta kita.. 🙂

Cinta kita tak seperti cinta mereka,
Pernah kita rasa manis bersama,
Kita bahkan pernah mengecap pada pahitnya..
Tp cinta kita tak pernah tanpa rasa,
Itu sebabnya kita tetap bertahan ‘demi cinta’..

Biarlah dunia mencela, atau tertawa..
Yg terpenting adalah kita tau pasti, semua pasti kan terlewati..
Karna kita slalu memiliki cinta,
dan kelak cinta pula yg akan bercerita,
Tentang pahit manisanya,
Tentang merah dan biru nya..

Sedang kita,
Hanya perlu saling mencinta,
Itu saja..

*dedicated to the one I love, 🙂

It’s Over Beiib!!

Dan begitulah,, kau pergi dengan sepotong ucapan perpisahan,, terlintas semua kenangan yang terukir antara kita,, jalan-jalan panjang yang telah kita lalui bersama,, tepian sungai yang kita lewati bersama dengan kaki telanjang,, lilin2 pada kue ulang tahun mu yang bahkan belum sempat kubereskan,, masih tertancap dalam pada sisa kue ulang tahunmu,, uhh,, secepat itukah??

 

Aku memandang pada punggungmu yang berlalu pergi,,

“i love you babe, but i just love her lil bit more”

Roda-roda koper itu berderit,, sesekali menyenggol dinding rumah kita,, bibirku kelu,, aku tak mampu berucap,, suara bagasi ditutup terdengar memekakkan telingaku, lalu deru mesin mobilmu semakin  menjauh,,

Itukah alasan mu pergi?? Gadis muda belia yang kau bilang cinta padanya?? Jadi apa arti 3 tahun pernikahan ini?? Kenapa kita tidak mampu bertahan??

 

***

 

Aku masih menangis tak mengerti kenapa ini semua terjadi,, kalaupun kita belum dikaruniai keturunan, itu bukan alasan yang tepat yang dapat kau gunakan untuk meninggalkan aku,, kita toh sedang berusaha, setidaknya sampai saat ini kita tahu bahwa tidak ada masalah pada dirimu ataupun organ reproduksi ku.

 

Tuhan.. kuatkanlah aku..

 

Apa yang kurang dari diriku?? Katakan padaku,, apa yang salah denganku,, selama ini aku bertahan dengan prinsip kesederhanaan mu,, meninggalkan kemewahan keluargaku untuk mengikutimu,, aku berusaha memenuhi semua keinginanmu,, membuatmu gembira,,

 

***

Aku bangkit dari kursi disamping telpon, lelah jariku memutar nomor telpon mu, yang tak juga kau angkat.. ratusan sms yang kukirimpun tak juga kau balas,, sudahlah,, mungkin semua ini memang harus berakhir disini..

 

Aku bersumpah,, ini terakhir kali aku menelpon mu,, kalau kau tak menjawab,, semua ini mungkin memang harus berakhir.. do what u want to,, it’s all over,,

 

Nada panggil ponselmu telah habis,, tak ada jawaban,, sudahlah,, aku menyerah.

 

(to be continued.. entah kapan.. :mrgreen: )

I’m not Sure (another jodoh story)

Pusiiingggg..

Mas rayyan mungkin bner soal gamophobia waktu itu..

Aku takut menikah..

Masalahnya ini bukan tentang hari ini dan besok saja,, ini berarti seluruh sisa hidupku,,

 

Bagaimana kalo aku kelak tidak bahagia?? Bagaimana kalo dia juga tidak bahagia?? Atau aku tak seperti harapannya?? Yang jelas,, aku selalu pengen lari dari tiap hubungan yang menawarkan pernikahannn.. itukah gamophobia??

 

Satu langkah besar,, dan tidak mungkin menoleh lagi,, keputusan yang sangat sulit.. tetep ga yakinnnn..

 

Bnarkah cinta Cuma reaksi kimiawi dalam tubuh manusia yang (juga) bisa diciptakan oleh coklat yang kita makan??

Lalu apa sesungguhnya cinta??

*cinta,, dimana dirimu???

 

>> asti sri purniyati,, would you make me the happiest man in the world??

*kabuuuurrrr.. :mrgreen:

Maaf aku Menyakiti-mu,,

(tulisan ini dibuat setelah baca *untuk sekeping hati* nya perempuan di titik nol.. “terimakasih pujian atas goresan kecil diakhir cerpen *pada sebuah pagi* yang memang dipersembahkan untuk sebentuk hati yang telah tersakiti..”)

Tulisan ini akan lebih menyerupai permintaan maaf untuk semua orang,,

Ibu,,

Padamu aku minta maaf,, atas semua sikap dan tutur kata ku,, yang mungkin telah menyakitimu..

Bapak,,

Atas “impian” yang tak kunjung dapat asti wujudkan,,

Bas,, Bida,, Pran,, dan spupu2 kecil,,

Mba asti belum bisa jadi contoh yang baik ya?? Maaf..

Temen2 yang blum terbalas komennya.. i’ll try my best,,

*meskipun sulit menyisihkan waktu untuk balas komen one by one,, tapi aku berusaha.. terimakasih sudah datang kesini* 🙂

Temen2 kantor,, yang (mungkin) saja pernah “tidak sepaham” sama saiiahhh..

Dan akhirnya berselisih.. (mudah2an ada hikmahnya,,) 😎

Mbah bu dan mbah ko.. (mbah yam juga..)

Maaf blum bisa pulang ke Gringsing,, walaupun sebenarnya kangen *sunyinya malam-malam di Gringsing*

Hmmm..

Jadi kepikiran “dia”

Apa kabarmu?? Sedang apa disana?? Apa baik-baik saja??

Knapa harus begini?? Terpisah jarak sejauh ini,, *bagaimana supaya ketemu?? sulit..*

*ambil hape,, mencet no telpon dia*

Mikir sesaat.. hmmm.. gak jadi ah.. *tutup telpon*

Is he the one??” tanyaku pada hati kecilku.. hening,, tak ada jawaban,,

>> loh?? Kok jadi postingan jodoh part selanjutnya?? Postingan tiada akhir.. cape dehhh..

Ahhh.. jangan2 selama ini aku juga tlah banyak menyakiti hatinya..

Semoga,, ribuan maaf yang kukirimkan ini sampai padanya,,

Is He the One? : Jodoh Part V

(kalo ini s(h)itnetron,, mungkin bakal ngalahin tersanjung nantinya,,) 👿

Kilas balik lihat-lihat blog ku pada awalnya,, hihihi,, jadi inget,, dulu sering bgt posting tentang jodoh dan pernikahan,, gak tau knapa,,

Jodoh (seri “nol”) ,, Ada Jodoh #1 ,, jodoh part two ,, dan ada jodoh part III ,, Part #4 halah!! Repot!!

Mungkin kebawa tulisan2 mas rayyan yang juga cerita tentang jodoh,,

(inget dulu yang ngajari aku bikin blog itu mas rayyan sama ali,,) sepupu2 baik hati,,

Nahhh.. sekarang lagi bingung ni,,

Bagaimana caranya kita tau kalo He is the One atau (para lelaki) tahu kalo She’s the One..

Kalo liat seleb2 di TV itu,, sering bilang: “dia jodoh saiia,, yang terbaik untuk saiiia,, bla,, bla,, bla,,”

Taunya ga berapa lama cerai,, “ternyata Cuma sampe disini kami berjodoh,, bla,, bla,, bla,,”

Emang gitu ya??? *bingung mode On*

Sedang ingin mengambil langkah besar,, tapi takut salah,, :mrgreen:

Bagaimana ini??? He3,, bagaimana kita tau kalo orang itu adalah THE ONE?? bantuin yak!!!!! :mrgreen:

dari milis sebelah>> tentang cinta dan pernikahan

judul asli,, “Did i marry the right person???”
Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan buat yang udah nikah atau punya pasangan cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.

“Apakah saya menikah dengan orang yang tepat”

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, “bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?”

Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi saya menjawab “Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?”

Dengan sangat serius dia balik bertanya “Bagaimana anda tahu?!”

“Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.”

Inilah jawabanya! SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun.

Makanya dikatakan “jatuh” cinta!

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”

Bayangkan ekspresi tersebut!

Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.

Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi?
Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..

Perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.

Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person?” mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya.. Na Loh!

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.

Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar.

Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini. Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TVsampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.

Tapi tau ngga?!

Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya.
Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda bisa!
Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik.

Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).

Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah.

Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.

Itu adalah siklus…

Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)

KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.

Benar juga ungkapan “diperbudak cinta”
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.
Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik .

Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.

Cinta bukanlah MISTERI Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.

Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.

Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.

Ini merupakan reaksi sebab akibat.

Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa “MEMBUAT” cinta bukan “JATUH”.

Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN!

Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya, Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya,,