Mei 14, 2008
Lomo Supersampler ku!!! :))
Gyaaaa.. senang sekaliii.. akhirnya punya lomo!!!! kapan ituh kan aku pengeeeeeennn bgt punya lomooooo.. wadhooohhh.. pas akhirnya punya,, seneng bgttttt.. seneng ampun ampuuunnnn..
betapa tidak,, sudah lama sekaleee pengen punya kamera inihhh,, pertama naksir yang fish eye,, tapi ternyata yang super sampler lucu jugaaahhh.. ini dia kameranyaaaa…

lucu bgt bukaaaannnnnn?? unikkkkk!!!
aku si takut tarikannya rusakkk.. strings or something gituuuuuhhhh nyebutnyaaa.. hehehe.. hasil fotonya kereeeennnn.. jadi ada empat gituuuuu..
langsung dehhhh.. habis gituhh aku sibuk hunting foto-foto.. *penting ga ini diceritain????
tapi lumayan laaaahhhh.. senang sekaliiii.. lucu bgt taaaaaauuuuu.. nti hasilnya ku posting dehhhh..
oh ya,, FYI,, dian satro punya jugah lomo lohhh.. yang fish eye,, trus punya luna maya aku ga tau jenis apa,, sepertinya lomo yang lama,, bukannya ikutan mereka lohhh.. aku tau lomo juga udah dari kapan waktu ituhhh,, setengah tahun yang lalu,, si javad a.k.a jeff yang kasih tauuuu..
ayoooo.. adalakah yang mau bikin komunitas lomo sumatra?? (mungkin namanya,, hahahhahaha.. disini belum ngetren bgt si yaaaa..
komunitas yang aku tau cuma lomonesia ajahhhh.. inih sekilas beritanya,,
Lomografi merupakan seni memotret dengan kamera lomo. Kamera lomo masih berbasis pada teknologi film rol seluloid. Kamera itu awalnya diproduksi Uni Soviet pada tahun 1982 atas ide Michail Panfilowitsch Panfiloff, direktur dari Lomo Russian Arms and Optical Factory.
Ide itu timbul setelah Michail meneliti kamera saku produksi Jepang atas permintaan Jenderal Igor Petrowitsch Kornitzky, Menteri Pertahanan dan Industri Uni Soviet saat itu. Kamera yang pertama kali dibuat adalah lomo tipe Lomo Kompakt Automat atau lebih dikenal dengan sebutan LC-A. Penuh sensasi
Seiring waktu perkembangan produksi, jenis kamera lomografi makin banyak, mulai dari jenis kamera yang berlensa empat atau yang dikenal dengan sebutan Lomography Supersampler Camera, hingga kamera yang berlensa sembilan dalam satu kamera atau sering disebut Pop 9.
Lomografi memiliki keunikan dibandingkan dengan kamera pada umumnya, baik kamera single lens reflect (SLR) maupun kamera saku. “Warnanya kadang-kadang aneh dan setiap frame juga berbeda hasilnya walaupun dengan teknik memotret dan obyek yang sama,” kata salah satu pendiri Lomo Rangers, Adityo Nugroho, yang lebih senang dipanggil Oki.
Beberapa lomografer bereksplorasi dan bereksperimen menggunakan film slide kedaluwarsa yang kemudian diproses seperti mencuci film biasa atau istilahnya cuci crossing. Bagi mereka, hasil foto dengan warna yang tidak lazim dan aneh justru menarik dan memicu untuk terus bereksperimen.
berita dikutip dari sini




